Putri Tangguh

Putri Tangguh
Liburan Singkat


__ADS_3

Eren hanya pasrah saja ketika Zico mengajaknya naik ke pesawat. Saat pesawat itu sudah terbang sempurna, Eren melirik Zico yang saat ini duduk santai di tempatnya. Sesekali Eren memeriksa pesawat mewah milik suaminya itu. Namun, wajah Eren sedikit bingung ketika dia menyadari kalau pesawat yang sekarang ia tumpangi berbeda dengan pesawat yang kemarin mereka tumpangi di Jepang.


"Pesawat ini milik dia? Lalu pesawat yang kami tumpangi saat di Jepang milik siapa?" batin Eren. "Apa memang hartanya begitu berlimpah sampai memiliki dua pesawat pribadi sekaligus. Bukankah itu pemborosan?" Eren terus saya sibuk dengan pikirannya sendiri sampai-sampai wanita itu tidak sadar kalau Zico memperhatikannya sejak tadi.


Zico mengeryitkan dahi melihat Eren yang kini terlihat bingung. Pria itu meneguk jus segar yang ada di sampingnya sebelum berdehem pelan.


"Kau suka?"


Eren mengangkat kedua bahunya. Wanita itu tidak tahu sebenarnya apa yang harus disukai di sana. "Apa maksudmu, aku senang naik pesawat?" tanya Eren dengan mata menyipit.

__ADS_1


"Apa kau senang diajak berlibur," tegas Zico lagi. Pria itu harus sering-sering bersabar menghadapi istrinya yang sedikit lambat itu.


"Bagaimana bisa aku senang, sedangkan aku saja tidak tahu kau mau membawaku pergi ke mana. Ya, kalau tempat yang kau pilih adalah tempat yang mengasyikkan. Bagaimana jika tempat yang akan kita kunjungi ini adalah tempat yang sangat tidak ingin Aku datangi?" Wajah Eren terlihat tidak bersemangat. Dia sedih karena Lusi tidak ikut. Padahal biasanya Lusi selalu hadir di sampingnya. Eren terbiasa meminta bantuan Lusi.


Zico tertegun sejenak. "Apa ada tempat yang seperti itu? Di mana lokasinya?"


"Tentu saja ada. Aku tidak suka tempat yang dingin. Seperti pegunungan. Aku menyukai tempat yang panas dan digenangin air. Sebuah pulau misalnya."


Eren memajukan bibirnya dengan wajah kesal. "Tidak buruk juga jika bermain salju," ucap Eren pelan. Namun Zico bisa mendengarnya dengan jelas. "Asalkan kau tidak meninggalkanku sendiri di sana. Aku tidak mau mati kedinginan di tengah-tengah salju. Karena seumur hidupku aku belum pernah mempelajari cara agar bisa bertahan hidup ketika tersesat di tengah salju."

__ADS_1


Zico langsung tertawa mendengar jawaban Eren. "Kau tidak perlu mempelajari triknya. Jika kau tidak bisa bertahan di salju, maka kau tidak perlu mengunjunginya. Aku juga tidak akan mungkin mencelakaimu di sana. Big Boss Turner pasti akan membunuhku jika sampai terjadi sesuatu padamu."


Eren kembali terdiam. Suasana di pesawat itu kembali hening. Wanita itu masih belum percaya kalau Zico kini telah berubah menjadi pria yang lebih perhatian. Dipikiran Eren, Zico melakukan semua ini karena dipaksa oleh kak Elma dan Eren tidak menyukai sesuatu yang dilakukan secara terpaksa.


"Apa kau melakukan semua ini karena perkataan Kak Elma kemarin? Jika kau tidak setuju dengan perkataan Kak Elma, maka kau tidak perlu mengikutinya. Kau tidak perlu takut padanya."


"Aku tidak takut pada siapapun termasuk kepada kakakmu itu. Aku melakukan semua ini karena memang aku ingin melakukannya. Aku mengajakmu berlibur bukan hanya demi kesenanganmu saja. Tetapi aku ingin menenangkan pikiranku. Selama ini aku terus saja memikirkan gangster yang aku pimpin sampai-sampai melupakan kebahagiaan diriku sendiri. Aku tidak pernah memiliki waktu untuk bersenang-senang karena musuhku ada di mana-mana. Setiap tempat yang aku kunjungi selalu bertemu dengan mereka."


"Lalu bagaimana sekarang? Apa kau sudah berani jamin kalau tempat yang kita kunjungi tidak akan bertemu dengan musuhmu?" tanya Eren penasaran.

__ADS_1


"Sekarang aku tidak mau memikirkan Mereka lagi. Jika nanti di sana aku bertemu dengan mereka, aku akan menghadapi mereka dan mengalahkan mereka. Setelah itu aku akan lanjutkan liburanku."


"Pemikiran yang sangat bagus," ucap Eren sambil mengangguk setuju. "Aku akan membantumu menghadapi mereka nanti." Wanita itu tersenyum. Dia juga meneguk jus segar yang ada di dekatnya.


__ADS_2