Putri Tangguh

Putri Tangguh
Permintaan Daddy


__ADS_3

"Dad, jangan pejamkan mata Daddy seperti ini. Pandang aku!" Eren semakin frustasi ketika minat ayah kandungnya bicara sambil memejamkan mata. Pria itu seperti memang benar-benar tidak sanggup lagi. Dan Eren tidak suka jika hal buruk itu sampai terjadi. Dia masih membutuhkan Ayah kandungnya.


"Eren!" Big Boss Turner membuka matanya secara perlahan. Pria itu memandang Eren sambil mengetahui napasnya yang terasa sesak.


"Bagian mana yang sakit, Dad. Yang mana?" Eren menunjuk ke arah dada. "Apa di sini?" Wajah Eren semakin frustasi. "Oh Tuhan! Apa yang harus aku lakukan agar Daddy tidak kesakitan lagi?"


"Biarkan Elma dan Rivan menikah. Daddy mau, sebelum Daddy pergi. Elma sudah menikah dengan pria pilihan Daddy. Daddy berani jamin kalau Rivan akan menjaga Elma dengan baik. Dia bisa dipercaya."


"Dad, sekarang bukan saatnya untuk membicarakan soal pernikahan. Kami mau fokus dulu dengan kesehatan Daddy."


"Eren, bagaimana kalau ini adalah permintaan terakhir Daddy? Bagaimana kalau waktu yang Daddy miliki tidak banyak lagi. Daddy tidak akan bisa pergi dengan tenang jika belum melihat Elma menikah."


Eren semakin sedih mendengarnya. Hingga akhirnya wanita itu mengangguk. "Baiklah. Aku akan mengurus semuanya. Kak Elma dan pria itu akan menikah hari ini juga."


Big Boss Turner tersenyum. "Terima kasih, Eren."


Eren menghapus air matanya. Dia memalingkan wajahnya yang masih terlihat sedih.

__ADS_1


Elma masuk bersama dengan Rivan. Memang tadi Elma memutuskan untuk turun ke bawah bersama dengan Rivan. Wanita itu ingin menemui dokter yang menangani penyakit Big Boss Turner.


"Eren, kenapa kau menangis?" Elma menghapus air mata yang membasahi pipinya.


"Kak, Daddy yang sudah membuatku menangis." Eren menghapus lagi air matanya. "Daddy jahat bukan?"


Elma tidak langsung mempercayai perkataan Eren. Wanita itu meninggalkan Rivan dan berjalan menghampiri ayah kandungnya.


"Dad, apa yang Daddy rasakan sekarang?" tanya Elma dengan nada yang lembut. Wanita itu mengusap lengan Big Boss Turner. Dia berusaha menahan kesedihannya agar tidak membuat beban bagi pria paruh baya yang ada di hadapannya itu.


"Eren sudah memberi restu untuk kalian berdua. Daddy mau kalian menikah sekarang juga!"


"Tuan, anda masih sakit. Sebaiknya anda fokus dengan kesehatan anda saja. Setelah kondisi anda membaik, saya dan Elma akan menikah." Rivan memandang ke arah Eren yang masih menatapnya tidak suka. "Terima kasih karena sudah merestui kami. Aku janji akan menjadi kakak ipar yang baik untukmu dan menjadi suami yang setia bagi Elma."


"Aku tidak butuh kata-kata yang aku butuhkan hanya bukti. Aku merestui kalian berdua karena permintaan Daddy. Setelah menikah nanti, Jika kau berani menyakiti kakakku bahkan sedikit saja maka aku akan membalas perbuatanmu dengan begitu kejam. Jadi berpikirlah dua kali sebelum menyakiti kakakku!"


"Eren, apa yang sudah kau katakan? Aku setuju dengan Rivan. Sebaiknya pernikahan ini tidak perlu terlalu terburu-buru. Kondisi Daddy masih buruk. Sebaiknya kita fokus saja terhadap kesehatan Daddy. Jika nanti Daddy sudah diizinkan pulang, maka kita akan bahas lagi masalah pernikahan ini di rumah."

__ADS_1


"Tidak, Elma! Daddy tidak setuju! Daddy ingin kau segera menikah dengan Rivan. Hari ini juga!"


"Hari ini?" celetuk Elma dan Rivan bersamaan.


...***...


Elma terpaksa merias dirinya karena dia akan menikah. Meskipun begitu, berulang kali ia harus menghapus air mata yang menetes. Elma masih belum siap jika harus menikah di depan ayah kandungnya yang sekarat.


Eren yang selalu ada di samping Elma tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Wanita itu juga takut sekaligus bingung. Memang sampai sekarang dia ada di rumah sakit untuk menemani ayah kandungnya. Namun pikiran wanita itu telah tertuju ke Jepang. Dia khawatir dan ingin segera berangkat untuk mencari suaminya.


"Masalah Kak Elma tidak seserius masalah Zico. Aku hanya perlu memasukkan mata-mata di dalam rumah yang akan mereka tempati untuk mengetahui sifat asli Rivan. Setelah menikah dengan Kak Elma, Aku akan minta tolong kepada Rivan untuk tinggal di rumah. Meskipun Kak Elma sudah menikah dengan Rivan, dia harus tetap berada di rumah agar ada yang bisa menjaga Daddy. Aku harus pergi ke Jepang untuk menyelamatkan Zico. Aku juga tidak mau terjadi sesuatu terhadap Lusi. Sampai detik ini ia belum memberiku kabar. Apa benar dia berhasil menyelamatkan Luis?"


"Eren, Kenapa wajahmu murung seperti itu? Apa kau memikirkan sesuatu?"


Eren menggeleng pelan. "Kak Elma sangat cantik. Sekarang sudah waktunya. Ayo kita temui Daddy dan juga Rivan."


Elma mengangguk. Wanita itu beranjak dari kursi yang ia duduki lalu berjalan bersama dengan Eren. Sambil berjalan wanita itu kembali memikirkan ekspresi wajah Eren.

__ADS_1


"Aku tahu kalau heran sedang menyembunyikan sesuatu. Tapi bagaimana cara aku mengetahuinya jika Eren tidak mau cerita?" batin Elma sambil berjalan.


__ADS_2