Putri Tangguh

Putri Tangguh
Rencana Duo L


__ADS_3

Ternyata perkataan Elma tadi tidak hanya menjadi beban bagi Zico. Tetapi juga menjadi sesuatu yang kini memenuhi pikiran Eren. Bagaimana tidak? Tadinya dia ingin minta maaf atas perkataannya di rumah sakit. Namun, belum juga berhasil minta maaf tiba-tiba sudah datang masalah baru.


Setelah Elma pulang, Eren langsung pergi ke kamar. Kini sambil berbaring, wanita itu kembali memikirkan cara agar bisa menjalin hubungan baik dengan Zico.


"Tuan Zico, maafkan saya," ucap Eren latihan. "Tidak tidak. Itu terlalu formal." Eren mengatur napasnya dan ekspresi wajahnya. "Aku minta maaf ya. Aku sama sekali tidak tahu kalau ternyata kau yang sudah menyelamatkanku. Terima kasih juga!"


Eren diam sejenak memikirkan perkataannya barusan. "Apa itu itu tidak terlalu galak?"


Tiba-tiba saja jika muncul di dalam kamar. Pria itu berjalan dengan santai menuju ke arah lemari baju. Dia bahkan sama sekali tidak melirik Eren yang kini berbaring di atas tempat tidur. Seolah-olah orang itu tidak ada di kamarnya.


Melihat Zico sudah ada di sana, Eren segera beranjak dari tempat tidur lalu berjalan menghampiri Zico. Zico yang saat itu sedang memilih pakaian menahan gerakannya sambil mengernyitkan dahi. Pantulan Eren yang sedang berlari menuju ke arahnya terlihat jelas di sana. Hingga akhirnya Zico berputar lalu menatap Eren dengan begitu tajam.


"Apa yang ingin kau lakukan? Apa belum cukup kau merendahkanku seperti tadi? Bisa-bisanya kau menceritakan kejelekanku di depan keluargamu!"


"Aku sama sekali tidak menjelekkanmu di depan Kak Elma. Aku sendiri juga tidak tahu kenapa Kak Elma bisa bicara seperti itu. Aku yakin dia berubah seperti itu karena dia menikah dengan pria yang tidak tepat. sebelumnya aku tidak pernah melihat Kak Elma segalak itu!" sahut Eren. Bagaimanapun juga wanita itu berusaha untuk membuat Zico tidak berprasangka buruk terhadap kakak kandungnya.


Zico tidak mau mempercayai Eren begitu saja. "Lalu untuk apa kau berdiri disini? Aku harus pergi ke suatu tempat. Malam ini aku tidak akan pulang."


"Aku ingin minta maaf atas perkataanku di rumah sakit tadi." Eren meremas gaun yang ia kenakan. "Sekaligus mengucapkan terima kasih karena kau sudah menolongku dari kolam renang. Jika saja Lusi tidak cerita, aku tidak akan tahu kalau kau memiliki trauma yang begitu dalam terhadap air kolam."


"Lusi?" Ekspresi Zico semakin tegang. "Darimana dia mengetahui informasi itu?"

__ADS_1


Eren menggeleng. "Mungkin dari Luis," jawab Eren sedikit takut.


Zico memalingkan wajahnya. Ternyata pria itu tidak suka jika Luis terlalu akrab dengan tangan kanan Eren yang bernama Lusi itu.


"Kau tidak suka?" tebak Eren.


"Sebaiknya jangan terlalu ikut campur dengan urusan pribadiku." Zico kembali berputar lalu mengambil satu stel baru yang tergantung. Ketika ingin ke kamar mandi, tiba-tiba saja Eren memegang tangan pria itu hingga membuatnya harus berhenti lagi.


"Aku tahu perkataan Kak Elma tadi membuatmu tersinggung. Untuk itu aku mewakili Kak Elma untuk minta maaf."


Zico berusaha untuk berlapang dada memaafkan adik kakak yang kini hadir di dalam hidupnya. "Ya. Aku sudah memaafkan kalian berdua. Biarkan aku pergi!" Zico menarik tangannya dengan paksa hingga akhirnya Eren melepas tangan pria itu begitu saja. Wanita itu bersandar di lemari sambil menunduk bingung.


"Jangankan dua minggu, dua tahun pun tidak akan ada bedanya jika sikapnya terus saja seperti ini," gumam Eren di dalam hati.


Lusi berada di halaman belakang. Di sana ada lapangan luas yang bisa ia jadikan sebagai arena latihan untuk memanah. Beberapa hari terakhir ini ternyata wanita itu mulai tertarik untuk belajar memanah. Dia sudah bosan memegang senjata api. Lusi ingin mencoba hal yang baru.


Luis yang kebetulan lewat terlihat tertarik ketika melihat Lusi sedang memanah. Pria itu berjalan mendekat. Sampai sekarang Zico belum memberi perintah apapun. Hingga akhirnya membuat Luis sedikit santai.


"Kau suka mamanya?" tanya Luis.


"Tiba-tiba saja aku tertarik untuk memanah. Bagaimana denganmu apa kau suka memanah?" jawab Lusi tanpa memandang.

__ADS_1


"Tidak. Senjata api jauh lebih simple dan cepat untuk mengalahkan musuh dibandingkan memanah."


"Kau benar. Tapi untuk keadaan tertentu memanah jauh lebih unggul." Lusi membidik targetnya sebelum menarik busur panah tersebut. Hanya sekali latihan saja, wanita itu sudah berhasil memanah tepat sasaran. Luis terlihat kagum dengan kemampuan Lusi. Wanita itu sangat cepat belajar.


"Kau memiliki ide untuk menyatukan Bos Zico dan Nona Eren?"


Lusi menundah latihannya karena kini ada topik yang jauh lebih menarik untuk dibahas. "Tadinya aku juga ingin membahas masalah ini denganmu. Nona Elma tidak pernah main-main dengan perkataannya. Dia wanita yang jarang sekali marah. Jika dia sudah memberi tantangan seperti ini, itu berarti dia sudah tidak tenang melihat Bos Eren menikah. Jangan sampai Big Boss Tuner mengetahui masalah ini. Dia pasti akan sangat kecewa. Belum lagi Tuan Zico itu adalah menantu kebanggaan dari Big Boss Turner. Sebenarnya sejak kemarin aku memiliki ide untuk menyatukan Tuan Zico dan juga Bos Eren. Tetapi aku tidak yakin jika ide ini berhasil."


"Ide apa yang sudah kau rencanakan?" tanya Luis cepat.


"Untuk membuat getaran cinta di hati mereka masing-masing, tentu saja mereka harus ditempatkan di lokasi yang hanya ada mereka berdua. Tetapi sampai detik ini aku belum menemukan tempat yang tepat untuk mereka berdua."


"Bagaimana kalau hutan? Bukankah hutan adalah tempat yang sunyi dan sangat jauh dari keramaian tempat seperti itu sangat cocok untuk mereka berdua saling mengenal satu sama lain," ucap nulis memberi solusi.


"hutan adalah tempat bermain Bos Eren. tidak sampai 5 jam dia juga pasti bisa keluar dari hutan. apa tidak ada tempat lain yang jauh lebih ekstrem? masalahnya sepasang suami istri yang ingin kita jebak ini sama-sama hebat. bahkan jika mereka sampai mengetahui rencana kita lebih dulu mungkin saja mereka bisa menghukum kita dengan hukuman yang begitu berat."


"Aku sama sekali tidak memiliki ide untuk hal yang seperti ini maka dari itu aku minta pendapatmu. sebentar lagi bos gitu akan pergi. dia ingin pergi ke markas untuk memeriksa keadaan di sana. Aku tidak yakin Malam ini dia akan pulang."


"Jika terus-terusan seperti ini rumah tangga mereka tidak akan Ada kemajuannya." Lusi dan Luis kembali berpikir. mereka berdua harus segera menemukan cara agar bisa menyatukan Eren dan Zico.


"Sebenarnya ada satu ide lagi tetapi ini sangat beresiko ucap Lucy ragu-ragu.

__ADS_1


"Apa?" tanya Luis ingin tahu.


__ADS_2