
Elma merapikan kamar Eren yang terlihat sangat berantakan. Kepulangannya tidak di sambut oleh Daddy tercinta. Pria paruh baya itu harus pergi ke rumah sakit karena penyakitnya kambuh. Meskipun begitu, tidak ada satupun putrinya yang mengetahui keadaan Tuan Turner yang sebenarnya.
"Aku masih tidak menyangka kalau Eren kini sudah menikah." Elma memandang ke arah tempat tidur yang biasa ditempati oleh Eren. Biasanya wanita itu duduk di sana sambil tersenyum memandangnya. Elma kembali membayangkan kalau kini Eren masih ada di kamar itu. Bahkan aroma tubuhnya saja belum hilang. Elma melangkah ke tempat tidur dan duduk di tepian sambil mengusap spreinya.
"Sejak dulu kau selalu bilang kalau Daddy selalu menyayangiku karena aku wanita yang baik dan sangat penurut. Kau juga selalu bilang ingin menjadi sepertiku. Wanita yang baik dan manis. Tetapi sayangnya kau tidak pernah bisa menjadi aku. Meskipun kau sudah berusaha menjadi wanita yang baik, tetap saja pada akhirnya kau menjadi wanita yang begitu kasar dan mengerikan.
Sejak dulu ada rahasia yang ingin aku katakan kepadamu. Tetapi sampai detik ini belum sempat untuk aku katakan. Di antara kita berdua sebenarnya Daddy sangat menyayangimu. Sejak dulu secara diam-diam dia memperhatikan keadaanmu dan keselamatanmu. Kadang Daddy memujiku karena untuk membuatmu iri saja. Dia tahu kalau bakat yang ia miliki ada pada dirimu. Hingga ia mendidikmu menjadi wanita yang keras dan tangguh. Tidak lemah seperti kakak.
Seiring berjalannya waktu aku mengabaikan perbedaan yang ada pada kita berdua. Tetapi Hari ini aku semakin merasakannya. Daddy tidak ada ketika kakak pulang. Padahal seharusnya dia khawatir karena kakak menghilang karena diculik. Enggak mungkin seorang pria seperti Daddy tidak mengetahuinya. Bahkan mungkin Jika ia menyuruh tangan kanannya untuk menyelamatkanku waktu itu tanpa melibatkanmu pasti juga bisa. Ditambah lagi ketika pesta pernikahanku Daddy tidak datang. Sampai-sampai Daddy tidak tahu kalau pernikahanku batal. Kau beruntung Eren mendapatkan perhatian yang tulus dari Daddy meskipun diberikannya secara diam-diam. Jika dibandingkan denganku yang selalu disayangi tetapi semua itu palsu.
Aku sama sekali tidak pernah iri padamu karena aku sangat menyayangimu. Aku hanya ingin kau tahu. Seperti apapun sikap Daddy terhadap kita berdua, semua itu tidak akan mengubah apapun. Kita tetap saudara kembar yang saling menyayangi dan saling mengasihi. Kita pasti bisa melewati semua ini bersama-sama. Membuat Mami bangga memandang kita dari surga sana."
__ADS_1
Tanpa sadar Elma meneteskan air mata. Wanita itu cepat-cepat menghapusnya karena tidak mau Eren merasakan hal yang sama. Dia tidak mau membuat Eren khawatir dan berpikiran yang aneh-aneh.
"Astaga kenapa air mata ini keluar? Ini bahaya. Eren bisa curiga," gumam Elma di dalam hati.
...***...
Lusi melihat air mata yang menetes di pipi Eren. Wanita itu segera mengambil tisu dan menghapus air mata yang ada di pipi Eren. Eren masih belum sadar karena proses transfusi darah belum selesai. Wanita itu masih tertidur dengan cantik di atas tempat tidur mewahnya.
"Apa yang sebenarnya sedang dimimpikan oleh Bos Eren? Kenapa dia sampai menangis. Atau jangan-jangan Bos Eren mimpi buruk. Atau dia bermimpi sedang bertemu dengan ibu kandungnya. Hanya mimpi seperti itu yang biasanya membuat Bos Eren menangis sambil tertidur," gumam Lusi di dalam hati.
"Ada apa?" tanya Lusi dengan nada yang tegas.
__ADS_1
"Kediaman Yola diserang oleh pria misterius. Aku sangat senang melihatnya karena meskipun pria itu sendirian dia berhasil meratakan semua pasukan penjaga milik Yola. Sepertinya Ia juga memberi pelajaran kepada Yola. Sayang sekali karena pria itu tidak langsung membunuh Yola. Jika pria itu sampai membunuh Yola, bukankah itu bagus karena musuh Nona Eren berkurang satu."
"Pria misterius? Apa kau tidak bisa melihat dan mengenali wajahnya?" protes Lusi.
"Dia memakai topeng. Bagaimana bisa aku melihat wajahnya. Sekarang kita sendiri tahu kalau Yola tidak akan berani mengusik ketenangan hidup Bos Eren dalam waktu dekat. Apa aku boleh pergi dari rumah ini. Aku lelah berada di tempat ini untuk mengawasi kediaman wanita tak berhati itu."
"Baiklah karena kau sudah memberi informasi yang bagus kali ini, Kau aku bebaskan. Kau boleh pergi kemanapun yang kau suka. Tetapi tetap aktifkan ponselmu karena jika aku membutuhkanmu Aku akan segera menghubungimu. Kita tidak perlu lagi mengawasi kediaman Yola. Sepertinya wanita itu sudah tidak berguna lagi karena sekarang pasukan yang ia miliki telah habis."
"Baik, Bos Lusi. Terima kasih. Anda memang sangat baik."
Panggilan telepon itu segera berakhir. Lusi menurunkan ponselnya sambil memandang keluar dengan wajah berpikir. Meskipun senang karena ada orang yang tidak diduga-duga menyerang kediaman Yola. Tetapi wanita itu penasaran kira-kira siapa pria berani yang sudah menyerang istana Yola. Memang kemampuan Yola tidak ada apa-apanya.
__ADS_1
Orang tua wanita itu yang sangat berbahaya. Itulah yang membuat semua orang tidak berani menghabisi Yola sampai wanita itu tewas karena mereka semua tidak mau sampai orang tua Yola turun tangan.
"Pria misterius ini sangat hebat dan berani. Aku harus bertemu dengannya. Aku bisa mengajaknya bekerja sama untuk menghancurkan Yola dan seluruh keluarganya. Dengan begitu hidup Bos Eren akan tenang." Lusi memutar tubuhnya lalu memandang Eren yang masih berbaring lemah. "Jika memang benar Big Boss Turner sudah menarik geng mafia milik Bos Eren, itu berarti sekarang Bos Eren sudah tidak memiliki geng mafia lagi. Aku harus menemukan sosok misterius itu agar bisa bekerja sama dengannya. Hanya dia satu-satunya harapan yang aku miliki untuk menyelamatkan nyawa Bos Eren. Jangan sampai Yola mengetahui informasi ini lebih dulu. Dia tidak boleh tahu kalau Bos Eren sudah tidak memiliki geng mafia dan wilayah kekuasaan lagi. Jika dia sampai tahu, dia bisa saja menyerang Bos Eren sewaktu-waktu!"