Putri Tangguh

Putri Tangguh
Usaha Istri


__ADS_3

Eren turun dari mobil Mercedes hitam dengan begitu anggun. Wanita itu berdiri sejenak di samping mobil sebelum melangkahkan kakinya masuk ke dalam gedung. Beberapa pengawal yang berjaga di depan sempat terkesima melihat kecantikan Eren.


Bagaimana tidak? Wanita itu memakai gaun merah menyala dengan belahan dari mata kali sampai ke paha. Di tambah lagi bagian punggungnya terbuka. Rambutnya dibuat bergelombang dan tertata dengan begitu rapi. Lipstik merah membuat kecantikan wanita itu semakin sempurna.


"Nona, silahkan masuk," sambut salah satu pria yang sejak tadi berdiri di sana.


Tanpa diketahui Eren, ternyata pasukan Black Crystal sudah menculik seorang wanita yang seharusnya hadir untuk menemui Roger malam itu. Kini Eren harus menggunakan nama Beby agar untuk menyempurnakan penyamarannya.


"Nona Beby memang selalu beda dari wanita lain. Saya tidak menyesal sudah memesan anda. Saya yakin, Bos Roger pasti akan menyukai anda," ucap pria itu lagi.


Eren hanya tersenyum manis mendengarnya. Sambil berjalan, wanita itu mengitari lokasi yang ia kunjungi. Di mata Eren sudah di pasang camera. Camera yang dipersiapkan pasukan Black Crystal berbentuk seperti softlens. Jadi, apa yang dilihat oleh Eren bisa mereka lihat juga.


"Mereka semua bersenjata. Jika mereka mengetahui penyamaranku, akan repot juga untuk keluar dari sini tanpa luka," gumam Eren di dalam hati.


Sebelum masuk ke dalam ruangan VIP, Eren diperiksa secara keseluruhan oleh seorang wanita. Meskipun penampilan Eren tidak mencurigakan, tetapi tetap saja mereka selalu menjaga keamanan.


"Apa sekarang saya sudah boleh masuk?" tanya Eren kepada wanita yang kini sudah selesai memeriksanya.


"Silahkan, Nona."


Eren memandang lagi pria yang tadi membawanya masuk ke dalam. "Apa anda tidak ikut masuk?"


"Tidak, Nona. Saya akan berjaga di sini." Pria itu menunduk hormat hingga membuat Eren tidak mau banyak bicara lagi. Wanita itu segera melangkah masuk ke dalam. Dia juga sudah sangat penasaran, sebenarnya seperti apa wajah pria yang bernama Roger tersebut.


Ruangan itu sangat temaram. Lampu disco membuat bias cahaya warna-warni. Suara musik yang terdengar begitu memekakkan telinga. Eren sendiri tidak menyangka kalau di balik pintu berukuran besar tersebut ada diskotik yang begitu ramai dibaliknya.


"Apakah anda yang bernama Nona Beby?" tanya seorang pria yang berdiri tidak jauh dari pintu masuk.


"Ya, benar. Nama saya Beby," jawab Eren tanpa memandang.


"Mari ikuti saya." Pria itu segera berjalan tanpa mau menunggu Eren melangkah. Untuk beberapa detik, Eren kembali memperhatikan pintu yang menjadi jalan masuk. Setelah dia berhasil melihat penjagaan di sana, wanita itu segera berlari mengejar pria yang tadi menyambutnya. Pria itu naik ke atas tangga menuju ke sebuah ruangan lagi. Eren sempat tidak nyaman saat itu.


"Silahkan masuk. Bos Roger sudah menunggu Anda," ucap pria itu sembari membuka pintu.


Eren mengatur napasnya agar kembali tenang sebelum melangkah masuk. Semua ini dia lakukan demi membebaskan suaminya. Wanita itu tidak mau mundur lagi.

__ADS_1


Setibanya di dalam ruangan itu Eren melihat seorang pria yang kini dikerumuni oleh wanita seksi. Karena hanya ada satu pria di sana, Eren bisa langsung menentukan kalau pria itu adalah Roger.


"Sebenarnya penampilannya biasa saja. Apa yang sudah membuat dia terlihat hebat dan sanggup mengalahkan seorang Zico Rodriguez?" batin Eren.


"Kau yang bernama Beby?" tanya Roger sambil memperhatikan Eren dari ujung kaki hingga ujung kepala.


"Benar," jawab Eren tanpa banyak basa-basi. Wanita itu melangkah untuk mendekati Roger.


"Tidak buruk," ucap Roger lagi. Pria itu segera menyingkirkan wanita yang sejak tadi mengerumuninya dan memberikan ruang agar Eren bisa duduk di sampingnya. "Kemarilah." Roger menepuk sisi sofa yang sudah kosong. Semua wanita seksi yang tadi sempat melayani Roger kini menyingkir dan meninggalkan mereka berdua.


"Apa yang dia inginkan? Kenapa dia mengusir semua wanita yang sempat melayaninya?" batin Eren. Eren semakin tidak nyaman. Di tambah lagi ini pertama kalinya dia sedekat ini dengan seorang pria. Eren selalu menjaga jarak selama ini. Terutama terhadap lawan jenisnya.


"Kenapa kau kaku sekali? Kau grogi, Honey?" Roger menarik tangan Eren dan memaksa wanita itu duduk.


Eren hampir saja menghempas tangan pria itu dan menghajarnya. Syukurnya dia masih ingat dengan misinya menemui Roger malam ini. Wanita itu mengatur napasnya agar bisa kembali tenang dan menekan emosinya.


"Apa yang ingin anda lakukan?" tanya Eren sambil memandang wajah Roger.


Roger juga memandang wajah Eren dengan begitu serius sampai-sampai pria itu tidak berkedip lagi. "cantik Kau cantik sekali malam ini jika kau bersedia Aku ingin menjadi kekasihmu Frozen mulai berani untuk menyentuh pipi Eren pria itu mengusapnya dengan lembut lalu menarik dagu Eren untuk mencium bibirnya namun dengan cepat Eren memalingkan wajahnya dan menghempaskan tangan pria itu dari dagunya.


"Aku tidak pernah ciuman bibir dengan siapapun ucap Eren apa adanya sebenarnya saat bicara saat mengatakan kalimat itu dia terlihat grogi.


"Oh ya Roger mengukir senyuman tipis di bibirnya pria itu tiba-tiba menarik tangan Eren dan mendorong wanita itu sampai tertidur di sofa tanpa permisi lagi ia menindih tubuh Eren dan menatap wanita itu lebih dekat lagi kalau begitu jadikan Aku pria pertamamu Aku janji tidak akan bermain dengan wanita lain jika kau mau menyerahkan dirimu hanya untuk diriku ucap Roger semakin bersemangat pria itu benar-benar tertarik ketika bertemu dengan Eren rasanya ia tidak mau bertemu dengan wanita lain lagi hanya Eren satu-satunya wanita yang ingin yang dia inginkan untuk mendampingi hidupnya.


"sebenarnya apa yang ingin dilakukan oleh pria ini apa sekarang sudah waktunya aku membuka identitas asliku gumam Eren di dalam hati aku juga tidak bisa diam saja seperti ini sedangkan pria di atasku berniat untuk melecehkan diriku.


karena Roger kembali lancang tiba-tiba Eren mendorong pria itu dengan sekuat tenaganya hingga Roger terpental dan terduduk karpet. bersamaan dengan itu Eren juga beranjak dari sofa dan berdiri lalu melangkah mundur.


"Jangan kurang ajar Tuan Saya di sini hanya bertugas untuk menemani anda minum bukan untuk menemani anda untuk memuaskan nafsu!"


"Roger semakin tertantang melihat wanita yang ada di hadapannya pria itu berdiri lalu berjalan mendekati Eren bersamaan dengan itu Eren melangkah mundur sampai akhirnya wanita itu tertahan di sebuah dinding kini ia tidak bisa berbuat banyak.


"di mana Black kristal Kenapa mereka menempatkanku pada posisi sulit seperti ini umpat Eren semakin menjadi di dalam hati.


"aku akan bayar berapapun yang kau inginkan asalkan malam ini kau mau melayaniku Roger mulai melonggarkan dasinya sepertinya pria itu sudah tidak sabar untuk menyentuh dan menikmati tubuh wanita yang ada di hadapannya tatapannya memang sangat sensual pria itu tidak bisa jauh-jauh dari wajah cantik Eren hingga tiba-tiba saja seorang pria mengetuk pintu dan mengganggu suasana tersebut Roger yang tidak suka segera langsung mengumpat kesal dan berteriak agar orang yang mengetuk pintu itu segera masuk

__ADS_1


"ada apa berani sekali kau menggangguku ketus Roger dengan wajah menahan marah.


"mereka datang untuk menyelamatkan jiko ucap pria itu panik mendengar nama suaminya disebut membuat Eren semakin bersemangat. ada seula senyum di bibirnya Karena kini ia tahu kalau pasukan Black Crystal mulai beraksi.


"perketat penjagaan di sana Aku tidak mau sampai mereka berhasil menyelamatkannya wajah Roger terlihat panik namun pria itu tidak mau pergi begitu saja seperti yang selama ini ia lakukan Roger justru kembali memandang wajah Eren yang masih berdiri di samping dinding sambil menunduk dalam.


"kita akan bertemu lagi di tempat yang lebih nyaman daripada di sini setelah aku berhasil membereskan masalah kecil Ini Hani ucap Roger sebelum berputar dan pergi pria yang tadi membawa informasi memandang Eren sejenak sebelum mengikuti Roger dari belakang setelah pintu kembali tertutup rapat iron baru bisa bernafas lega sampai-sampai wanita itu duduk di lantai.


"semoga saja mereka berhasil gumam Eren di dalam hati.


...***...


Zico membuka matanya ketika salah satu pasukan Black Crystal melepas tali yang mengikat tangan dan kakinya. Pria itu memandang ke samping. Alisnya saling bertaut melihat pria asing yang kini berusaha untuk membebaskannya.


"Siapa kau? Apa Luis yang memintamu untuk melakukan semua ini?" tanya Zico penasaran.


Namun pasukan Black Crystal hanya diam saja saat melakukan tugasnya. Setelah ia berhasil melepas tali yang ada di tangan dan kaki Zico pria itu segera memberikan dua pistol kepada Zico. "Setelah mendengar suara ledakan berlarilah dan tembak siapa saja yang ingin menghalangimu. Jalan keluarnya ada di sebelah kanan."


Setelah memberi petunjuk pria itu segera berlari untuk melakukan tugas selanjutnya. Zico memandang dua pistol yang ada di genggaman tangannya sebelum beranjak dari kursi kayu tersebut. "Akhirnya aku bisa bebas!"


Tidak butuh waktu lama, Zico sudah mendengar suara ledakan. Seperti yang tadi dikatakan pria itu, Zico segera berlari dan menuju ke lorong yang ada di sebelah kanan. Seperti yang dia bayangkan sebelumnya. Di depan sana ada banyak sekali pasukan Yakuza yang berusaha untuk menghalangi Zico kabur. Dengan santainya Zico mengangkat senjata apinya dan menembak mereka semua satu persatu sampai tewas.


Sebelum berlari untuk kabur Zico kembali memandang ke arah belakang untuk melihat sumber ledakan yang sempat ia dengar. Ternyata pasukan Black Crystal sengaja membuat ledakan itu agar sanderaan yang lain berhasil kabur dan itu akan merepotkan semua pasukan Yakuza yang bertugas untuk berjaga di sana.


Karena memang sudah hampir separuh penjagaan di sana dihabiskan oleh pasukan Black Crystal, pada akhirnya Zico berhasil keluar dan kembali menghirup udara segar. Dia mendongak ke atas dan melihat taburan bintang yang begitu indah di atas langit.


"Akhirnya aku bebas juga." Zico masih tidak menyangka kalau dia bisa bebas dengan semudah ini. Pria itu memandang Luis yang berlari menghampirinya.


"Bos, anda selamat! Bagaimana keadaan anda?" Luis langsung memeriksa sekujur tubuh Zico untuk memastikan pria itu baik-baik saja.


"Apa kau yang melakukan semua ini? Aku tidak menyangka kalau kau bisa memiliki pasukan yang begitu hebat dan cerdas. Kau memang selalu bisa aku handalkan," puji Zico sambil menepuk pundak Luis dengan begitu bangga.


"Saya akan jelaskan semuanya di mobil. Sebaiknya sekarang kita segera pergi dari sini karena bisa saja Roger dan pasukannya kembali mengincar nyawa anda."


Tanpa mau banyak bicara lagi, Zico segera mengikuti arahan Luis. Mereka pergi menuju ke mobil yang sudah terparkir di sana.

__ADS_1


Setelah tiba di dalamnya Luis langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi tanpa memperdulikan nasib pasukan Black Crystal yang kini sedang bertarung di lokasi tempat Zico disandera.


__ADS_2