
"Jadi Eren yang melakukan semua ini? Bagaimana bisa dia melakukannya. Bahkan hanya mengalahkan wanita bernama Yola itu saja dia tidak sanggup."
Zico masih tidak menyangka kalau wanita yang ia nikahi ternyata berhasil membebaskannya dari gedung yang dijaga ketat oleh pasukan Yakuza.
Ternyata gedung tempat Zico disandera terletak di belakang gedung tempat Roger bersenang-senang. Lokasinya memang sangat dekat tetapi untuk menuju ke tempat itu membutuhkan waktu yang cukup lama. Pasukan Black Crystal sudah memperhitungkan segalanya. Bahkan sejak pertama kali Eren tiba di gedung tempat Roger bersenang-senang, mereka sudah memulai aksi mereka secara diam-diam.
Eren mereka gunakan sebagai pancingan agar Roger tidak terus-menerus memikirkan nasib Zico. Karena memang setiap waktunya pria itu selalu meminta kabar dari bawahannya agar bisa melihat wajah menderita Zico. Pria itu meminta bawahannya untuk menyiksa Zico setiap saatnya.
Kehadiran Eren di hadapan Roger membuat pria itu lupa akan segalanya. Hingga pada akhirnya pasukan Black Crystal memiliki kesempatan untuk membebaskan Zico meskipun waktu yang mereka miliki sangat sedikit.
"Mereka menamai kelompok itu Black Crystal. Mereka berjumlah 10 orang 9 pria dan satu wanita satu diantaranya anak kecil berusia 10 tahun. Dilihat sekilas dari penampilan mereka saya sangat tidak percaya kalau mereka akan berhasil untuk membebaskan anda. Tetapi detik ini mereka membuktikan kemampuan mereka." Luis mengakui kalau Black Crystal memang luar biasa. Rasanya ucapan terima kasih saja sangat tidak pantas.
"Big Bos Turner mengizinkan pasukan Black Crystal untuk menolongku?" tanya Zico dengan wajah yang serius. Ternyata sebelumnya Zico sudah pernah mendengar nama Black Crystal namun pria itu tidak terlalu paham sebenarnya apa itu Black Crystal dan seperti apa kehidupan Black Crystal itu sendiri. Tetapi dari informasi yang pernah sampai di telinga Zico, Black Crystal merupakan pasukan yang tidak terkalahkan. Pasukan membunuh yang berhasil mengalahkan musuhnya tanpa menyentuh. Bahkan identitas mereka semua tidak mudah untuk diketahui dan mereka hidup secara misterius. Di dunia mafia, semua pemimpin geng tahu kalau hanya Big Boss Turner satu-satunya orang yang berhasil menaklukkan Black Crystal. Bahkan membuat Black Crystal bertekuk lutut di bawah pimpinannya.
Malam ini Zico benar-benar tidak menyangka kalau dia akan ditolong oleh pasukan Black Crystal. Pasukan yang selama ini dikagumi semua pemimpin gangster.
"Sebenarnya semua ini berkat Nona Eren. Dia yang sudah berjuang untuk menyelamatkan anda. Sepertinya ada untungnya juga anda menikah Nona Eren, Bos," ucap Luis sambil melajukan mobilnya.
"Lalu di mana dia? Apa Sekarang dia ada di Jepang?" Zico terlihat tertarik ketika membahas Eren.
"Nona Eren memang ada di Jepang bersama kami. Tetapi saya tidak tahu di mana sekarang Nona Eren berada, Bos. Kami semua memiliki tugas masing-masing dalam misi penyelamatan Anda kali ini. Tugas saya sangat mudah, hanya menunggu anda keluar dari tempat itu." Luis melirik spion mobilnya untuk memastikan tidak ada yang mengikutinya di belakang sana.
"Lalu Eren dapat tugas apa l?" tanya Zico penasaran karena tadi dia tidak melihat wajah istrinya di lokasi tempat dirinya di sekap.
Luis terlihat berat untuk mengatakan yang sebenarnya terjadi. Tetapi dia juga tidak mau berbohong.
"Nona Eren bertugas untuk merayu Roger, Bos."
"APA?"
__ADS_1
...***...
Zico dan Luis sudah ada di dalam pesawat. Mereka berdua terlihat gelisah ketika Eren dan Lusi tidak juga muncul. Padahal tadi janji awalnya, mereka semua harus tiba di pesawat saat jam sudah menunjukkan pukul 12 malam. Tetapi kini waktu yang tersisa hanya 15 menit lagi. Baik Eren maupun pasukan Black Crystal, tidak ada yang terlihat muncul satupun.
"Apa kau tidak punya nomor telepon Lusi? Hubungi dia dan tanya di mana keberadaan mereka!" ujar Zico dengan wajah panik. Pria itu tidak bisa tenang sebelum Eren tiba di pesawat dalam keadaan selamat. Bahkan untuk duduk di kursi yang sudah disiapkan saja pria itu tidak mau. Dia terus saja memandang ke arah pintu masuk pesawat untuk menanti kehadiran istrinya.
"Saya sudah mencoba untuk menghubungi Lusi berulang kali. Tetapi nomor telepon wanita itu tidak aktif. Mereka hanya menugaskan saya untuk menyelamatkan anda dan melindungi Anda. Sisanya mereka tidak mau memberitahu saya rencana apa yang sudah mereka persiapkan." Luis kembali menekan nomor Lusi untuk menghubungi wanita itu. "Sekarang saya benar-benar tidak tahu mereka sedang apa dan berada dimana, Bos."
"Lalu Jika waktu yang ditentukan telah tiba, apa pesawat ini akan tetap berangkat meskipun mereka belum ada di pesawat ini?" Zico menahan langkah kaki dan memandang Luis dengan serius.
"Benar, Bos. Seperti itu perjanjian awalnya. Ada atau tidaknya mereka. Ketika jam sudah menunjukkan pukul 12.00. Pesawat ini harus sudah berangkat. Karena jika kita kembali mengulur waktu, Roger dan pasukannya akan segera sadar kalau anda ada di pesawat ini. Dengan begitu mereka akan berpikir untuk melakukan strategi baru agar bisa menyerang anda dan menghalangi anda untuk pulang ke rumah. Selama masih ada di Jepang, kita pasti akan kalah karena pasukan Yakuza milik Roger jumlahnya sangat banyak. Dengan keadaan kita yang sekarang, kita tidak akan bisa mengalahkan mereka.
"Tapi aku tidak mau meninggalkan Eren. Aku harus pulang bersamanya!' Zico berjalan menuju ke arah pintu masuk pesawat. Ternyata pria itu ingin mencari istrinya. Perbuatan Zico membuat Luis panik. Pria itu cepat-cepat menahan Zico agar tidak keluar.
"Bos, tenanglah. Saya yakin Roger sekarang sedang mencari keberadaan Anda. Sebaiknya anda tidak memperlihatkan wajah anda dulu." Luis sendiri hampir frustasi menghadapi Zico malam itu.
"Tapi ini ide konyol yang pernah saya dengar. Bagaimana mungkin kalian semua memiliki pemikiran untuk menyelamatkanku dan mengorbankan orang lain? Itu tidak adil! Tanpa Eren aku tidak akan mau meninggalkan Jepang!"
"Kita tunggu sebentar lagi Bos. Jika jam 12 mereka belum tiba, kita akan sama-sama mencari keberadaan Nona Eren."
Zico kali ini setuju dengan ide Luis. "Baiklah."
Tiba-tiba saja Lusi dan Eren muncul di balik pintu masuk pesawat. Di belakang wanita itu ada pasukan Black Crystal yang dipenuhi dengan luka. Mereka yang tadinya pergi berjumlah 10 orang kini kembali hanya 7 orang saja. Satu-satunya wanita yang sempat ditemui oleh Eren kini tidak kembali. Wanita itu mengorbankan nyawanya hanya untuk menyelamatkan Zico dan keluarganya yang ada di dalam Black Crystal.
Setelah mereka semua masuk, pintu segera ditutup dan pesawat segera terbang. Eren tidak terlalu peduli dengan keberadaan Zico saat itu. Wanita itu duduk di salah satu kursi yang ada di pesawat dan memasang sabuk pengamannya. Begitu juga yang dilakukan dengan pasukan Black Crystal yang tersisa. Mereka semua memasang wajah sedih karena sudah kehilangan anggota yang sangat mereka sayangi.
"Duduklah, Bos. Sekarang bukan waktu yang tepat untuk bertanya," bisik Luis agar Zico tidak terus-terusan berdiri.
Zico sudah mulai tenang karena melihat istrinya kembali dalam keadaan selamat. Pria itu duduk di kursi yang telah di sediakan. Dia terus saja memandang Eren secara diam-diam. Hatinya masih belum tenang karena dia terus saja mengkhawatirkan keadaan Eren. Dia ingin tahu apa yang sudah dilakukan Eren tadi. Sampai-sampai mereka datang terlambat.
__ADS_1
Pesawat yang mereka tumpangi terbang tanpa kendala sedikitpun. Luis kembali menghela napas lega karena pada akhirnya mereka bisa meninggalkan Jepang tanpa diketahui oleh Roger dan pasukan yakuzanya.
Setelah pesawat terbang di angkasa, Lusi segera beranjak dari kursinya dan mengambil air mineral. Wanita itu memberikannya kepada Eren.
"Anda baik-baik saja, Bos?" tanya Lusi dengan khawatir. Sejak masuk ke dalam mobil wanita itu tidak banyak bicara dan itu membuat Lusi sangat khawatir. Padahal kondisinya baik-baik saja. Bahkan tidak ada sedikitpun bagian tubuh Eren yang terluka.
"Hemm," jawab Eren malas. Wanita itu menerima minuman yang diberikan oleh Lusi lalu meneguknya dengan begitu rakus.
Ternyata setelah Roger pergi Eren merasa tidak tenang hingga memutuskan untuk mengikuti Roger dari belakang. Wanita itu terus mencari cara agar Roger tidak berhasil menghalangi pasukan Black Crystal yang sedang berjuang menyelamatkan Zico tadi.
Melihat Eren mengikutinya dari belakang, Roger langsung menghentikan langkah kakinya. Meskipun saat itu dalam keadaan genting, tetapi pria itu masih menyempatkan waktunya untuk menemui Eren.
"Halo, sayang. Apa kau mengikutiku karena takut atau karena kau sudah tidak sabar untuk menemaniku di ranjang?" tanya Roger dengan nada yang begitu sensual.
"Aku menginginkanmu sekarang!" ucap Eren dengan berani sambil menggenggam dress yang saat itu ia kenakan. Tentu saja wanita itu mengatakan kalimat seperti itu bukan tanpa alasan. Dia hanya berusaha untuk mengulur waktu agar Roger tidak tiba di lokasi tempat Zico di sekap.
"Sekarang?" tanya Roger lagi. Pria itu mulai melangkah untuk mendekati Eren. "Aku biasa melakukannya di manapun. Apakah kau bersedia jika kita melakukannya di sini?" ucap Roger tanpa beban.
Eren yang semakin ketakutan hanya mengangguk saja. Bersamaan dengan itu Roger meminta pasukannya untuk pergi dan membiarkan mereka berdua.
"Bos ...."
Lusi membuat Eren tersadar dari lamunannya. Wanita itu mengukir senyum terpaksa lalu meremas kuat botol minum yang ada di genggaman tangannya. "Apa kita berhasil l?" tanya Eren dengan nada yang lemah.
Lusi diam sejenak mendengar pertanyaan Eren. Ternyata sejak ada di mobil wanita itu tidak lagi mendengar perkataannya. Padahal selama perjalanan menuju ke pesawat Lusi menjelaskan masalah yang terjadi. Bahkan wanita itu juga mengatakan kepada Eren kalau mereka telah berhasil membawa Zico ke dalam pesawat dengan selamat.
"Itu Tuan Zico," ucap Lusi sambil menunjuk ke arah Zico duduk. Eren memutar kepalanya untuk memandang Zico. Melihat Zico duduk di sana wanita itu kembali mengalihkan pandangannya lalu memijat kepalanya yang mulai terasa pusing.
"Carikan aku baju ganti. Aku ingin menyingkirkan aroma pria itu dari tubuhku," ucap Eren sebelum beranjak dari kursi yang ia duduki.
__ADS_1
Mendengar kalimat yang baru saja dikatakan Eren membuat Zico menggeram. Kini pria itu sudah berpikir yang aneh-aneh. "Sebenarnya apa yang terjadi. Kenapa aroma tubuh pria lain harus melekat di tubuhnya? Aku bahkan belum pernah menyentuhnya sejak aku menikahinya. Jika dia sampai berani melakukan hal bodoh itu Aku tidak akan memaafkannya!" umpat Zico di dalam hati.