
Eren tidak bisa mendengar ungkapan perasaan Zico karena pria itu hanya mengungkapkannya di dalam hati. Karena takut tidak sempat memberi kode, Eren langsung saja berlari meninggalkan Zico yang tidak kunjung bicara.
Zico tersadar. Pria itu mendengus kesal sebelum mengambil kayu dari perapian. Dia mengejar Eren dari belakang.
"Kami di sini!" teriak Eren sambil melambaikan tangan.
"Mereka tidak akan mendengar teriakkanmu!" ketus Zico. Pria itu memperlihatkan kayu obor yang ada di tangannya. Hal itu membuat helikopter tersebut putar balik. Eren terlihat sangat gembira. Wanita itu memandang ke arah Zico sambil tersenyum.
"Akhirnya, kita bisa keluar dari tempat ini."
...***...
Eren dan Zico sudah tiba di Vila. Ternyata orang yang menerbangkan helikopter itu adalah Luis. Zico dan Eren merasa senang saat itu. Kini mereka sudah berhasil lolos dari jurang salju yang begitu menyeramkan.
__ADS_1
"Bos, apa anda baik-baik saja?" Luis memberikan jaket tebal kepada Zico. Begitupun dengan apa yang dilakukan oleh Lusi. Meskipun mereka muncul terlambat, tetapi setidaknya kini mereka bisa melihat Eren dan Zico baik-baik saja.
"Kenapa kau bisa tahu aku ada di sini?" tanya Lusi. Wanita itu menyeruput minuman hangat yang diberikan oleh Lusi.
"Itu masalah yang mudah, Bos. Kenapa anda memintaku untuk tidak mengikuti anda jika pada akhirnya anda celaka seperti ini!" Meskipun Eren adalah atasannya, tetap saja Lusi ingin memarahi wanita itu sampai puas.
"Bukan aku. Tapi Zico," sahut Eren. Tentu saja dia melemparkan kesalahannya kepada Zico.
Sedangkan Zico tidak terlalu banyak bicara kali ini. Pria itu masih memikirkan adegan romantis yang terjadi antara dirinya dan Eren.
"Roger tewas, Bos," jelas Luis. "Apa anda yang membunuhnya?"
Zico dan Eren sama-sama kaget. Meskipun sebenarnya mereka senang jika Roger sekarang sudah tidak ada di muka bumi ini lagi. Tapi tetap saja mereka sempat berhutang budi kepada pria itu.
__ADS_1
"Mereka pasukan yang di kirim keluarga Yola," jelas Zico singkat.
"Mereka sangat kuat. Sepertinya kali ini pasukan anda dan pasukan Bos Eren harus bergabung untuk menghadapi mereka. Tadinya aku pikir jika Yola mati di tangan Roger, maka Bos Eren tidak akan terlibat. Ternyata perkiraanku salah." Lusi terlihat sedih. Kini justru ia membuat Eren mendapatkan masalah baru yang lebih rumit.
"Kau sudah melakukan hal yang benar. Yola akan mencelakai kita setiap saat. Dan itu membuat hidup kita tidak tenang." Tiba-tiba saja Eren kembali ingat dengan pria misterius yang pernah dibicarakan oleh Lusi. "Apa kau sudah berhasil menyelidiki pria misterius itu?"
Lusi menggeleng. "Dia hilang tanpa jejak, Bos."
Sedangkan Luis dan Zico yang mengerti akan sosok pria misterius itu lebih memilih diam. Zico sendiri yang meminta agar identitas Luis saat memperingati Yola tidak diketahui semua orang. Hanya Yola satu-satunya orang yang melihat langsung wajah Luis malam itu.
"Sepertinya badai salju akan turun. Kalian istirahat saja. Aku dan Eren juga mau istirahat." Zico beranjak dari kursi yang ia duduki. Pria itu memandang Eren sejenak sebelum melangkah menuju ke kamar.
Eren meletakkan gelasnya di meja. Wanita itu tersenyum sebelum mengikuti Zico dari belakang. Sedangkan Luis dan Lusi terlihat kebingungan. Tadinya mereka pikir Eren dan Zico akan pisah kamar seperti yang selama ini terjadi.
__ADS_1
"Apa hubungan mereka sudah mengalami kemajuan?" tanya Lusi penasaran.
"Sepertinya begitu. Pergilah ke kamar. Aku akan istirahat di sini." Luis segera mencari posisi ternyamannya untuk tidur. Sedangkan Lusi yang sudah mengantuk berat, segera masuk ke dalam kamar untuk istirahat.