Putri Tangguh

Putri Tangguh
Segera Pergi


__ADS_3

Rivan menginjak rem mobilnya ketika beberapa pengendara sepeda motor menghalangi jalannya. Pria memandang ke arah Elma yang masih belum sadarkan diri. Dia tahu kalau orang-orang yang kini menghalangi jalannya memiliki niat jahat. Rivan segera mengambil ponselnya berharap bisa meminta bantuan Zico. Namun belum sempat menekan nomor Zico orang-orang itu sudah turun dari sepeda motor dan menghampiri mobil Rivan.


"Turun!" teriak salah satu pria bersenjata.


Rivan semakin panik ketika melihat orang-orang yang kini mengelilingi mobilnya memegang senjata. Baik itu senjata tajam maupun senjata api.


"Sekarang apa yang harus aku lakukan?" Rivan membatin bingung. Dia kembali memandang layar ponselnya berharap panggilan telepon itu segera diangkat oleh adik iparnya.


Tiba-tiba saja kaca mobil sudah dipecahkan. Jika saja saat itu Rivan tidak menghindar mungkin kepala pria itu sudah terkena pecahan kaca. Dia segera menarik tubuh Elma dan memeluknya.


Dengan kasar orang yang baru saja memecahkan kaca mobil segera membuka pintu dan memaksa Rivan untuk turun dari mobil. Bahkan mereka tidak peduli dengan keadaan Elma yang terlihat pucat dan masih tidak sadarkan diri.


"Siapa kalian? Apa yang kalian inginkan?" Rivan berusaha untuk memberontak. Namun karena memang dasarnya pria itu tidak memiliki kemampuan bela diri, pada akhirnya ia tetap tidak bisa melepaskan diri dari orang yang menangkapnya.


"Jika kalian memang hebat, hadapi kami!"


Pria yang menyeret Rivan keluar dari mobil segera menahan langkah kakinya. Begitupun juga dengan Rivan. Mereka memandang ke sumber suara. Terlihat beberapa orang berdiri di sana. Ternyata mereka adalah pasukan Black Crystal.

__ADS_1


"Bukankah mereka adalah bawahan Daddy Turner? Mereka datang untuk melindungi Elma," gumam Rivan di dalam hati. Meskipun dia sendiri tidak tahu pasukan Black Crystal bisa menang atau tidak melawan musuh yang ada. Tetapi setidaknya saat ini Rivan bisa menghela napas lega karena dia tidak sendirian. Sudah ada sekelompok orang yang akan melindunginya dari bahaya.


Pria bersenjata itu segera mendorong Rivan sampai ia terjatuh di permukaan jalan. Rivan segera bangkit dan berlari masuk ke dalam mobil. Pria itu juga ingin memeriksa keadaan istrinya. Sedangkan pasukan Black Crystal segera mengambil alih untuk mengalahkan musuh yang ingin mencelakai Elma dan juga Rivan.


"Kami lawan kalian!" ucap salah satu pasukan Black Crystal sebelum akhirnya pertarungan di mulai.


Luis yang baru saja tiba terlihat kaget melihat pertarungan di sana. Pertama-tama dia segera berlari ke arah mobil Rivan untuk memastikan mereka baik-baik saja.


"Tuan, apa yang terjadi? Apa mereka sempat mencelakai anda?" tanya Luis. Pria itu memandang ke arah Elma. Dia juga sempat kaget melihat kaca mobil yang sudah pecah.


"Luis, kau datang di waktu yang tepat. Aku tidak tahu harus berbuat apa. Bahkan melajukan mobil saja sudah tidak bisa. Apa kau bisa membantuku?" Rivan menatap ke arah Luis dengan wajah yang begitu panik. Sepertinya pria itu memang sangat ketakutan.


"Lusi, kenapa kau ke sini?" protes Luis.


Lusi tidak langsung menjawab. Wanita itu segera memandang ke arah Rivan. Dia meminta Rivan membukakan pintu mobil agar Lusi bisa lebih leluasa memeriksa keadaan Elma.


Luis kembali memandang Rivan. Dia baru sadar kalau tadi Rivan sempat ingin meminta tolong padanya.

__ADS_1


"Tuan, apa yang harus saya lakukan?"


"Tolong bawa Elma. Pastikan dia dalam keadaan aman. Aku tahu mereka mengincar Elma. Mereka tidak mungkin mengincar nyawaku. Aku ini pria tidak berguna!" Rivan terlihat sangat frustasi.


"Tuan, Nona Elma harus segera dibawa ke rumah sakit. Demamnya sangat tinggi." Lusi memandang ke arah Luis untuk meminta solusi.


"Pergilah. Bawa Nona Elma ke rumah sakit. Bawa saja mobilku." Luis memandang ke arah Rivan. "Tuan, cepat bawa Nona Elma ke mobil saya. Masalah di sini biar saya yang hadapi. Lusi pasti bisa menjaga kalian."


Jika sudah menyangkut soal Elma, Rivan tidak mau protes lagi. Pria itu segera turun dari mobil dan berputar ke samping mobil tempat Elma berada.


Lusi berjalan ke depan. Dia memandang pasukan Black Crystal yang sedang bertarung dengan wajah khawatir.


"Aku tahu pasukan Black Crystal hebat. Tapi semua sedang berduka. Terutama pasukan Black Crystal. Mereka pasti sangat kehilangan Big Boss Turner." Lusi berbicara sendiri sampai dia tidak sadar kalau Luis sudah berdiri di sampingnya.


"Aku akan mengalahkan mereka semua."


Lusi memandang ke samping. Wanita itu mengangguk. "Aku tahu kau memang hebat. Tetapi berhati-hatilah." Dia melihat Rivan yang sudah masuk ke dalam mobil Lusi. "Aku pergi dulu!" Lusi menepuk pundak Luis sebelum berlari menuju mobil. Luis memandang pundaknya yang baru saja dipukul oleh Lusi sebelum tersenyum kecil.

__ADS_1


"Apa dia meragukanku?"


__ADS_2