Putri Tangguh

Putri Tangguh
Balasan


__ADS_3

Malam itu Yola sedang tidur nyenyak di dalam kamarnya yang begitu nyaman. Setelah melewati pertarungan yang melelahkan bersama dengan Eren tadi siang, Yola memutuskan untuk terus saja berada di kamarnya. Dia mengabaikan semua tugas yang seharusnya ia selesaikan.


Bahkan tidak ada satu orang pun yang berani untuk mengganggunya. Meskipun sedang tertidur, tapi wanita itu terus saja mengingat Eren. Rasa bencinya sampai-sampai dibawa ke dalam mimpi.


Malam itu Yola dibuat kaget ketika pintu kamarnya yang begitu besar dan tinggi terbuka lebar. Padahal pintu itu tidak bisa dengan mudah dibuka tanpa izin dari pemiliknya.


Yola segera duduk di atas tempat tidur dan memandang ke arah pintu dengan wajah yang waspada. Beberapa penjaga yang ada di depan pintu justru terlempar ke depan Yola dengan tubuh dipenuhi dengan luka. Yola mulai sadar kalau ada yang tidak beres di kediamannya. Wanita itu cepat-cepat mencari senjata apinya untuk berjaga-jaga.


Luis muncul dengan senjata api di tangannya. Pria itu masih tetap terlihat gagah meskipun kini baju yang ia gunakan sudah banyak yang terkoyak-koyak. Pria itu menatap tajam ke arah Yola.

__ADS_1


"Siapa kau? Apa yang kau inginkan?" tanya Yola panik. Wanita itu segera turun dari tempat tidur untuk melawan Luis.


"Apa kau yang bernama Yola?" tanya Luis untuk memastikan kalau dia tidak salah menyerang orang.


"Ya, tapi sepertinya kita tidak pernah memiliki masalah. Untuk apa kau mengganggu tidur malamku." Yola melangkah mundur untuk menjauh dari Luis. Meskipun ia mampu untuk melawan, tetapi dia tidak yakin bisa menang karena tenaganya sudah habis akibat bertarung dengan Eren.


Luis menyerang Yola dengan begitu keji. Tetapi kali ini Yola berhasil menghindar. Tidak mau sampai celaka wanita itu berusaha untuk melawan Luis. Pertarungan pun terjadi. Dengan mudahnya Luis mencengkram tangan Yola yang kini memegang senjata api dan membuat senjata api itu terlepas dari tangannya. Hanya sekali gerakan saja tangan Yola sudah terkilir hingga membuat Yola meringis kesakitan.


"Lepaskan aku. Sebenarnya kau ini siapa? Siapa yang sudah menyuruhmu untuk melakukan semua ini!" tanya Yola sambil berteriak.

__ADS_1


"Aku tidak mau membunuhmu malam ini. Aku masih akan memberimu kesempatan untuk hidup. Aku hanya ingin memperingatimu untuk tidak mengusik kehidupan Nona Eren lagi. Jika kau berani mengusiknya, maka kau akan mendapatkan hukuman yang lebih kejam daripada ini. Ingat baik-baik perkataanku malam ini," ucap Luis sebelum mendorong Yola sampai terjatuh. Senjata api yang tergeletak di lantai ditendang Luis hingga bergeser ke posisi yang sangat jauh dari posisi Yola berada.


Karena malam ini Luis dan Zico harus segera berangkat, pria itu cepat-cepat pergi meninggalkan kediaman Yola. Yola tidak mau diam begitu saja. Wanita itu kembali berdiri dan mengambil senjata apinya yang bersembunyi di suatu tempat.


"Aku harus membunuhmu!" umpat Yolq.


Bersamaan dengan itu Luis berputar dan menembak ke arah vas bunga yang ingin didatangi oleh Yola. Yola yang kaget langsung memejamkan mata dan mematung di posisinya berdiri. Wanita itu tidak berani bergerak lagi karena dia tahu kalau lawannya ini bukan pria biasa.


Luis menatap tajam ke arah Yola sebelum pergi. Bahkan sempat-sempatnya dia menembak beberapa penjaga pintu yang sudah tergeletak untuk memastikan mereka semua sudah tewas di tangannya.

__ADS_1


Ketika Luis sudah tidak terlihat lagi, Yola segera terduduk di lantai karena kakinya tiba-tiba saja lemas. Meskipun begitu dia tetap saja tidak berubah. Justru dendam di hatinya semakin besar.


"Eren! Lagi-lagi dia yang mencari masalah! Aku harus benar-benar menghabisinya. Tidak lagi memberinya kesempatan untuk hidup di dunia ini," ujar Yola di dalam hati.


__ADS_2