Putri Tangguh

Putri Tangguh
Izin Suami


__ADS_3

Eren membuka mata ketika matahari sudah tinggi. Tadi malam ia berulang kali bangun karena memeriksa keadaan Zico. Pria itu terus saja mengigau hingga membuat Eren tidak bisa tidur dengan nyenyak. Ketika sudah hampir pagi, Eren baru bisa mulai tidur.


Pagi ini ketika membuka mata wanita itu tidak lagi menemukan Zico ada di sofa. Pria itu entah hilang ke mana. Eren menyingkirkan selimut yang menutupi tubuhnya ke tempat tidur.


"Di mana dia? Apa dia sudah pergi?" gumam Eren di dalam hati. Wanita itu segera beranjak dari tempat tidur lalu berjalan ke arah kamar mandi. Sambil berjalan ia melirik tangga yang akan menghubungkannya dengan kamar yang ada di lantai atas. Sejak tiba di kamar itu Eren belum menjelajahi kamar yang ada di atas. Melihat tangganya yang begitu tinggi membuat Eren malas untuk naik ke atas. Namun Entah kenapa kali ini wanita itu tertarik untuk memeriksanya. Ditambah lagi ia mendengar suara seseorang dari sana.


"Apa Zico ada di atas?" gumam Eren di dalam hati. Wanita itu segera menuju ke arah tangga. Namun ketika ia mendengar suara sepatu yang turun dari tangga, Eren cepat-cepat berbalik lalu berlari menuju ke kamar mandi. Wanita itu tidak mau sampai ketahuan kalau ia berniat untuk naik ke atas.


"Pasti itu suara sepatu Zico," gumam Eren di dalam hati. Dia segera menghidupkan kran air lalu berlari lagi ke pintu untuk mengintip.


Ziko yang baru saja turun memandang ke arah kamar mandi ketika mendengar suara percikan air dari dalam sana. Pria itu sudah rapi dan wangi. Ia tahu kalau Eren yang ada di kamar mandi. Pria itu memutuskan untuk menunggu Eren di sofa.


"Apa yang dia lakukan? Apa dia menungguku? Sebaiknya aku cepat-cepat mandi saja." Eren segera berputar untuk mandi. Wanita itu juga tidak mau berlama-lama di kamar mandi karena hari ini ada banyak sekali kegiatan yang harus ia lakukan.


Setelah menunggu hampir 15 menit akhirnya Eren keluar dari kamar mandi. Wanita itu sudah memakai pakaian. Eren memandang ke arah Zico sejenak sebelum berjalan ke arah nakas untuk mengambil ponselnya. Tadi malam sebelum tidur ia membuat ponselnya ke kode getar. Eren ingin tahu siapa saja yang sudah menghubunginya tadi malam.


"Aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Bisakah kau duduk sebentar di sini bersama denganku?"" ujar Zico hingga membuat Eren menahan langkah kakinya. Wanita itu menggangguk lalu berjalan menuju ke arah sofa yang diduduki oleh Zico. Dia duduk di sofa sana namun tidak langsung memandang Zico.


"Ada apa?"


"Masalahku tadi malam belum selesai. Justru semakin parah. Untuk beberapa hari kedepan Aku harus pergi untuk menyelesaikan masalahku. Aku tidak akan pulang ke rumah sebelum masalahku benar-benar selesai. Bisa beberapa hari bisa juga sampai 1 minggu. Aku harap kau mau mengerti dan tidak melaporkan masalah ini kepada Bos Turner.


Eren diam sejenak memikirkan perkataan Zico. Sebenarnya dia sama sekali tidak masalah jika suaminya itu tidak ada di rumah. Dia juga masih memiliki banyak kegiatan yang bisa ia lakukan agar tidak bosan.


"Baiklah. Jika memang itu keputusanmu. Tapi aku ingin minta izin untuk membawa pengawalku ke rumah ini. Aku sangat dekat dengannya. Aku tidak bisa berpisah darinya," ucap Eren dengan wajah yang begitu meyakinkan.


"Laki-laki atau perempuan?" tanya Zico.

__ADS_1


"Perempuan." Eren diam sejenak. "Kalau laki-laki apa kau akan melarangnya?"


Zico memalingkan wajahnya. "Aku mengizinkannya untuk tinggal di rumah ini!" Zico beranjak dari sofa lalu melirik jam yang ada di pergelangan tangannya. "Aku harus berangkat karena aku tidak memiliki banyak waktu lagi. Aku harap kau tidak membuat masalah di rumah ini."


Eren cepat-cepat beranjak dari sofa tersebut lalu memandang Zico dengan serius. "Tunggu! Bagaimana dengan luka yang ada di perutmu? Kau tidak boleh banyak gerak. Luka itu tidak akan bisa sembuh jika kau terlalu banyak bergerak," teriak Eren.


"Kali ini aku tidak akan bermain dengan tenaga. Aku akan bermain dengan otak. Aku yakin aku akan menang," jawab Zico penuh percaya diri.


Eren tidak mau bicara lagi. Dia diam mematung memandang Zico. "Sebenarnya masalah apa yang sedang ia hadapi? Apa dia tidak mau meminta bantuan? Tapi seharusnya aku senang karena dia mengizinkan pengawalku untuk tinggal di rumah ini.


Dengan begitu Aku tidak merasa bosan seharian," gumam Eren di dalam hati.


"Apa ada lagi yang ingin kau katakan karena aku harus segera pergi."


Eren menggeleng kepalanya cepat. "Hati-hati," ucapnya. Zico hanya mengangguk sebelum melangkah pergi.


Saat Zico sudah pergi, Eren duduk lagi di sofa. Wanita itu kembali teringat dengan ponselnya yang tadi ingin Ia ambil. "Ponselku!" Dengan cepat Eren berlari menuju ke nakas lalu mengambil ponselnya.


"Ada apa tadi malam?" tanya Eren dengan nada yang khawatir.


"Gawat! Nona Elma hilang dan sekarang Big Boss sudah tahu kalau pernikahan Nona Elma gagal. Mereka dalam penyelidikan. Bagaimana kalau mereka tahu kalau yang menyebabkan gagalnya pernikahan Nona Elma adalah Anda Bos? Masalah ini bisa sangat gawat."


"Kak Elma hilang?" tanya Elma dengan wajah yang panik. "Kenapa kau tidak memberitahuku sejak tadi malam!"


"Sudah Bos Sudah. Tapi telepon saya tidak anda angkat," ucap seseorang di seberang sana.


"Kita harus segera mencari Kak Elma. Aku akan segera menemuimu." Tanpa pikir panjang Eren segera memutuskan panggilan telepon itu dan berlari meninggalkan kamar. Dia tidak bisa duduk tenang lagi ketika mendengar kabar kakaknya hilang.

__ADS_1


Eren berlari dengan kencang menuju ke arah pintu utama. Wanita itu sendiri tidak tahu sekarang dia harus pergi dengan menggunakan apa kali ini. Tiba-tiba saja terdengar suara Zico dari kejauhan. Ternyata pria itu belum pergi.


"Kau mau ke mana?" tanya Zico dengan wajah yang serius. Bahkan dia belum pergi meninggalkan rumah tetapi istrinya sudah berniat untuk pergi juga.


"Aku harus pulang karena ada masalah penting di sana," jawab Eren cepat.


Zico menyipitkan kedua matanya. "Kau ingin melaporkan perbuatanku kepada ayahmu?" tebak Zico asal saja.


"Tidak. Ini tidak ada hubungannya denganmu. Maafkan aku karena aku tidak bisa bicara lama-lama denganmu. Aku harus segera pergi."


Ketika Eren ingin melangkah untuk berlari tiba-tiba saja Zico memegang tangan wanita itu dan menahannya. "Lalu apa yang akan kau lakukan jika aku tidak mengizinkanmu keluar dari rumah ini?"


"Apa kau bilang?"


Eren memandang wajah Zico dengan wajah kaget. Ia tidak menyangka kalau Zico seprotektif ini terhadapnya. "Kenapa kau harus melarangku untuk keluar? Sebelum menikah denganmu Aku adalah wanita yang bebas. Aku bisa melakukan apapun yang aku inginkan tanpa dilarang oleh siapapun." Eren mulai emosi. Dia tidak suka di kekang.


"Sekarang kau sudah menikah denganku. Jika aku tidak akan mengijinkan, kau tidak akan bisa keluar dari rumah ini," ucap Zico dengan wajah yang serius.


"Tapi aku harus keluar. Apapun caranya!" Eren menarik tangannya dengan paksa hingga membuat genggaman Zico terlepas.


Ketika ingin kembali berdebat tiba-tiba saja orang yang dikirim Tuan Turner telah tiba di sana. Pria itu memberi hormat di depan Ziko sebelum memandang Eren. "Big Boss ingin anda datang ke rumah sekarang juga, Bos."


Eren memandang ke arah Zico. "Sudah kubilang dari tadi. Kalau aku harus segera pulang. Semua tidak ada hubungannya denganmu. Kau tenang saja karena aku tidak akan menyusahkan dirimu setelah aku menikah denganmu."


"Karena orang yang menjemput Eren adalah orang suruhan Tuan Turner, jadi jika tidak memiliki alasan lagi untuk menahan wanita itu untuk berada di rumah," gumam Zico di dalam hati. Pria itu berdehem sebelum memalingkan wajahnya. "Kau bisa membawa mobil yang warna putih."


Eren tersenyum indah. "Terima kasih suami. Senang menikah dengan anda!"

__ADS_1


Eren segera memutar tubuhnya lalu berlari meninggalkan rumah. Diikuti oleh orang suruhan Tuan Turner. Zico masih berdiri mematung di tempatnya sembari memandang Eren yang masih terlihat.


"Sebenarnya masalah apa yang ingin mereka bicarakan? Tapi, masalahku juga belum selesai. Aku tidak bisa ikut campur dalam masalah mereka," gumam Zico di dalam hati. Pria itu juga segera pergi menuju ke mobil yang akan ia tumpangi pagi ini.


__ADS_2