Putri Tangguh

Putri Tangguh
Namanya Gato?


__ADS_3

Elma tiba-tiba saja memalingkan wajahnya dan tersenyum. Terlihat jelas kalau kini wanita itu sedang menahan tawa. Namun dia tidak mau memperlihatkannya di depan Rivan.


"Aku sudah bilang kalau kau pasti akan tertawa ketika mendengar namaku. Dalam bahasa Spanyol, Gato artinya kucing. Bukankah aku sangat menggemaskan seperti kucing?" tanya Rivan dengan penuh percaya diri.


"Ya. Tapi sayangnya anda tidak terlalu menggemaskan, justru menjengkelkan. Karena sebagai pria Anda sama sekali tidak bisa diandalkan."


Rivan diam sejenak. "Elma, senang bertemu denganmu. Aku baru ini bertemu dengan wanita secantik dirimu dan seramah dirimu." Rivan kembali terdiam. "Kenapa aku jadi seperti ini? Sejak kapan aku suka merayu dan memuji wanita?" gumam Rivan di dalam hati.


"Sayangnya aku tidak senang bertemu dengan anda karena saya tidak tahu bagaimana sifat asli Anda. Bisa jadi Anda ini orang jahat yang berniat untuk mencelakai saya," tuduh Elma asal saja.


Rivan menghela nafas lalu memandang kegelapan yang ada di depan. Tiba-tiba pria itu mengernyitkan dahi ketika merasa ada seseorang yang mendekati mereka berdua. Rivan memandang ke kanan dan ke kiri seperti orang kebingungan. Berbeda dengan Elma yang terlihat tenang. Wanita itu sama sekali tidak sadar kalau kini ada orang yang sedang mengintai mereka.


Hingga tiba-tiba saja segerombolan orang bersenjata muncul dan menodongkan senjata mereka ke arah Rivan dan Elma. Rivan yang ketakutan terlihat kebingungan. Namun ia sempat kaget ketika melihat Elma yang berdiri dengan wajah tenang.


"Siapa kalian? Apa yang kalian inginkan?" tanya Elma.


"Jelas mereka adalah penjahat. Kenapa kau bertanya seperti itu? Pake memasang wajah ramah lagi. Lebih baik sekarang kita masuk ke dalam mobil dan bersembunyi," ucap Rivan memberi solusi.

__ADS_1


"Ikut dengan kami maka kami tidak akan mencelakai kalian," ucap salah satu pria yang ada di sana.


"Jika aku tidak mau ikut apa yang akan kalian lakukan?" tantang Elma.


"Kami akan memaksamu. Meskipun harus melukaimu wanita cantik."


Elma memang tidak dibekali kemampuan bela diri. Namun wanita itu selalu saja menyimpan alat-alat untuk membela dirinya. Ketika salah seorang pria mendekati Elma, tiba-tiba saja Elma melempar serbu berwarna putih hingga membuat semua pria yang ada di sana segera menutup hidung mereka. Mereka takut serbuk yang dilemparkan oleh Elma adalah racun.


Elma sendiri juga segera menutup mulutnya dan menarik Rivan untuk berlari meninggalkan tempat itu. Mereka segera menghilang di balik kegelapan hingga gerombolan pria yang ingin menangkap mereka tidak bisa menemukan mereka. Beberapa pria yang sempat menghirup serbuk itu justru segera tertidur. Tersisa dua orang yang kini berusaha untuk mengejar Elma dan menangkap Elma hidup-hidup.


"Jangan banyak tanya. Sebaiknya sekarang kita cari tempat untuk bersembunyi," ucap Elma. "Padahal tadi aku juga ingin meninggalkan pria ini. Tapi entah kenapa aku mengajaknya kabur," gumam Elma di dalam hati.


Tiba-tiba saja Elma tersandung kayu yang sangat besar karena memang jalanan itu sangat gelap. Bahkan mungkin jika ada lubang di depan sana mereka juga tidak bisa melihatnya dengan jelas.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Rivan khawatir.


"Kita tidak memiliki waktu lagi. Mereka pasti akan segera menangkap kita," ucap Elma dengan wajah yang khawatir. Dia sudah tidak memiliki ide lagi untuk mengelabuhi musuhnya.

__ADS_1


"Izinkan aku untuk menggendongmu. Aku akan membawamu pergi dari tempat ini. Setidaknya kita bisa bersembunyi dari mereka," tawar Rivan memberi solusi.


Elma berpikir sejenak. Ini keputusan yang sangat berat baginya. Selama ini tubuhnya belum pernah di sentuh oleh pria manapun. Namun waktu mereka tidak banyak. Elma harus segera memberi keputusan hingga akhirnya wanita itu mengangguk setuju.


Tanpa bicara lagi, Rivan segera mengangkat tubuh Elma dan menggendongnya. Pria itu berlari dengan kencang untuk menghindari kejaran pria di belakang.


DUARR DUARR


Suara senjata api begitu memekakan telinga hingga membuat Rivan ketakutan. Berbeda dengan Elma yang terlihat santai saja. Namun mereka berdua sama-sama khawatir. Mereka tidak mau sampai tertangkap.


"Apa mereka berniat untuk membunuh kita?" tanya Rivan sambil berlari.


"Mereka ingin menangkapku bukan menangkapmu," ucap Elma dengan wajah sedih. Andai saja kini ia membawa ponselnya maka posisinya akan mudah dilacak oleh Eren. Namun kini Elma tidak memiliki petunjuk apapun untuk memberitahu Eren kalau dia dalam bahaya.


"Tapi anda tenang saja Nona. Saya tidak akan membiarkan mereka menangkap Anda. Meskipun saya tidak memiliki kemampuan apapun, tapi saya jago untuk berlari. Saya ini juara lari maraton saat masih muda dulu," ujar Rivan dengan penuh kesombongan.


Elma hanya diam saja di dalam gendongan Rivan. Kini wanita itu berpikir keras. Bagaimana caranya dia agar bisa lolos dari penjahat yang tidak lain adalah musuh Ayah kandungnya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2