Putri Tangguh

Putri Tangguh
Dia Wanita Tangguh


__ADS_3

Eren melipat kedua tangannya dan memandang sinis ke arah Yola. Wanita itu menurunkan senjata apinya. Dia merasa senang karena bisa berhadapan langsung dengan Yola. Namun Eren belum bisa bernapas lega selama kakak kandungnya ada di tangan anak buah Yola.


"Aku tahu markas besar itu kau bangun dengan penuh perjuangan. Bukan hanya uang saja yang sudah habis banyak. Tetapi tenaga dan waktumu banyak terbuang hanya untuk membangunnya.


Kau tidak mungkin membiarkan perjuanganmu itu menjadi sia-sia kan? Dalam sekejap aku bisa meratakannya dengan tanah. Sekarang keputusan ada di tanganmu.


Aku akan memberikan pemicu bom itu kepadamu jika kau membebaskan kakakku. Setelah itu, kita akan bertarung satu lawan satu."


Yola sebenarnya merasa tidak tenang sejak dia tahu kalau markas mafia yang ia bangun dengan susah payah telah di pasang bom di tempat tersembunyi. Awalnya Yola tidak mau percaya begitu saja.


Tetapi Eren bukan tipe wanita yang suka mengada-ada. Yola tahu kalau wanita yang ada di hadapannya itu akan melakukan apapun demi menyelamatkan kakak kandungnya. Sekarang Yola tidak memiliki pilihan lain lagi selain membebaskan Elma agar markasnya juga aman.


"Baiklah. Aku juga tidak suka membunuh wanita tidak berguna seperti dia. Target utamaku nyawamu, EREN!" ketus Yola.


Lagi-lagi darah Eren mendidih mendengarnya. Namun dia masih berusaha untuk menutupinya.

__ADS_1


Yola memandang ke arah pria yang kini ada di samping Elma. "Lepaskan wanita itu. Usir dia dari tempat ini agar dia tidak mengganguku!" perintah Yola.


"Baik, Bos." Pria itu menunduk hormat sebelum melepaskan tali yang ada pada kaki Elma. Elma masih tidak terima. Dia tidak senang bebas jika pada akhirnya adiknya tetap terjebak di tempat itu.


Eren memalingkan wajahnya ke arah lain. Secara berbisik dia mengatakan sebuah kalimat berharap anak buahnya mendengar dan segera menjalankan rencana mereka.


"Bawa Kak Elma pergi dari sini!" perintah Eren sebelum wanita itu memutar tubuhnya dan memandang ke arah Yola lagi.


Lagi-lagi satu hal tidak terduga terjadi. Ketika pria itu berhasil melepas ikatan pada tangan Elma, Elma justru mendorong pria itu sampai terjatuh. Tanpa berpikir panjang lagi Elma berlari menghampiri Eren. Eren dan Yola sebenarnya sama-sama kaget namun ketika Yola mengangkat senjatanya hendak menembak Elma dengan cepat Eren menembak ke arah tangan Yola hingga membuat senjata api yang dipegang wanita itu terpental.


"Aku tidak akan pergi meninggalkanmu. Kita harus hidup sama-sama dan mati sama-sama," ucap Elma ketika ia berhasil memeluk adiknya.


"Tapi aku ke sini untuk menyelamatkan kakak bukan untuk bunuh diri. Tentu saja aku sudah memikirkan caranya agar bisa lolos dari sini dan kabur secara hidup-hidup. Kenapa Kakak tidak menurut saja? Jika kakak tadi keluar aku bisa lebih mudah untuk menghadapi mereka. Sekarang bagaimana caranya aku bertarung jika Kakak ada di sisiku? Aku tidak bisa fokus bertarung karena pikiranku akan terus memikirkan keselamatan Kak Elma." Eren terlihat frustasi. Walaupun begitu dia senang bisa melihat saudara kembarnya baik-baik saja.


Elma mengernyitkan dahi mendengar penjelasan adiknya. Sebenarnya dia merasa bersalah namun mau bagaimana lagi nasi sudah menjadi bubur. Elma tidak mungkin mundur dan pergi meninggalkan tempat tersebut tanpa Eren.

__ADS_1


"Aku akan membunuhmu!" teriak Yola tidak terima. Wanita itu hendak membalas perbuatan Eren. Senjata api yang tergeletak di dekat kaki ia ambil lalu ia ingin menembak Eren. Bersamaan dengan itu, Eren mengangkat kedua tangannya sebagai pertanda kalau dia telah menyerah.


"Aku ingin satu lawan satu. Tidak lagi melibatkan orang yang ada di sekitar kita. Jika aku menang, biarkan aku dan kakakku pergi dari tempat ini. Tetapi jika aku kalah, kau bebas melakukan apapun terhadapku bahkan untuk menjadi budakmu pun aku rela."


"Eren, apa yang kau katakan? Bagaimana kalau kau kalah?" tanya Elma dengan wajah tidak setuju.


"Kakak tenang saja, karena aku tidak mungkin kalah," ucap Eren penuh dengan percaya diri.


"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Daddy tidak mengirim orang-orang kepercayaannya untuk membantumu? Kenapa kau harus turun tangan langsung."


Sejak Eren tiba di lokasi itu memang Elma sudah merasa curiga. Eren tidak pernah datang sendirian. Pasukan Daddynya selalu memberikan pertolongan dengan memanfaatkan pasukan khusus yang dia miliki. Jika pasukan khusus yang dimiliki oleh Big Boss Turner turun tangan, mungkin sekarang Eren tidak lagi kesulitan menghadapi musuh-musuhnya.


"Aku tidak mungkin mengatakan kepada Kak Elma kalau aku dihukum oleh Daddy karena sudah membuat pernikahannya gagal. Aku tidak perlu membahas masalah ini sekarang," gumam Eren di dalam hati.


"Kak, untuk sekarang aku ingin fokus bertarung mengalahkan Yola. Kakak doakan agar aku menang ya."

__ADS_1


Elma mengangguk sambil tersenyum. "Kakak akan selalu mendoakanmu." Wanita itu kembali memeluk adik kandungnya.


__ADS_2