Putri Tangguh

Putri Tangguh
Keluarga Johnson


__ADS_3

Kediaman Johnson bisa kembali bernapas lega ketika Rivan tiba di rumah dengan selamat. Ternyata orang-orang yang sudah berjanji kepada Elma untuk membebaskan Rivan tidak benar-benar mengantarkan Rivan sampai tiba di kota.


Mereka menurunkan Rivan di tempat sunyi yang sangat jauh dari keramaian. Hal itu membuat Rivan lagi-lagi harus memutar otaknya agar bisa kembali pulang. Dia bahkan sempat menebak-nebak kira-kira jalan mana yang bisa menuntunnya sampai bisa menemukan keramaian.


Rivan berjalan kaki melewati jalanan yang sunyi sampai berpuluh-puluh kilometer jauhnya. Bahkan Rivan sendiri hampir menyerah saat itu. Siang berganti malam dan malam berganti siang. Begitu terus sampai akhirnya ia berhasil bertemu dengan orang baik yang mau mengantarkannya pulang ke rumah.


"Rivan, kau ke mana saja Nak? Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa tubuhmu kotor seperti ini?"


Nyonya Johnson rasanya ingin sekali menangis melihat Putra semata wayangnya pulang dalam keadaan menyedihkan. Rivan terlihat kurus karena tidak makan dan minum. Bahkan aroma tubuhnya juga sangat tidak sedap. Berbeda dengan penampilan Rivan yang biasanya.


"Ma, sebaiknya kita biarkan Rivan istirahat. Jangan dulu menanyainya dengan hal-hal yang tidak penting," ujar Tuan Johnson.


Rivan sama sekali tidak peduli dengan sambutan keluarga besarnya. Meskipun kini kakinya sudah tidak sanggup berjalan lagi dan matanya sangat mengantuk tetapi pikirannya terus saja dipenuhi dengan wajah Elma. Pria itu mengkhawatirkan keadaan Elma karena dari apa yang ia lihat Elma dibawa oleh orang-orang bersenjata api yang memiliki wajah yang begitu menyeramkan. Rivan tidak rela jika Elma sampai dibunuh oleh orang-orang jahat tersebut. Meskipun mereka baru saja bertemu, tetapi Rivan sudah jatuh hati kepada wanita tersebut.

__ADS_1


"Ma, Rivan harus pergi untuk menyelamatkan seseorang," ucap Rivan tiba-tiba. Hingga membuat semua keluarga besarnya yang kini menyambutnya kaget bukan main.


"Tapi kau baru saja tiba bahkan belum ada setengah jam duduk di sini," ucap Nyonya Johnson. Terlihat jelas dari ekspresi wajahnya kalau wanita itu tidak setuju putranya pergi lagi.


"Aku harus menyelamatkan wanita itu, Ma. Rivan tidak mau sampai dia celaka."


Sebenarnya Rivan berusaha untuk menjelaskan apa yang terjadi di hutan. Tetapi kedua orang tuanya sudah lebih dulu menatap curiga terhadapnya.


"Udah papa duga sejak awal kalau kau membatalkan pernikahanmu dengan Elma karena kau ingin mempertahankan hubunganmu dengan wanita itu bukan? Dia datang ke rumah ini dan mengatakan kalau dirinya hamil anakmu. Kau begitu memalukan. Papa membesarkanmu untuk menjadikanmu pria yang bertanggung jawab. Pria yang bisa membanggakan keluarga. Bukan Membuat malu keluarga seperti ini. Jika saja Tuan Turner mengetahui masalah ini apa jadinya keluarga kita. Dalam sekali genggaman saja keluarga kita bisa hancur. Masa depanmu begitu dipertaruhkan sekarang. Tetapi kau malah masih mau memikirkan wanita itu." Tuan Johnson tidak bisa diam melihat kelakuan putranya.


"Sebaiknya kau tidak lagi mencari alasan. Mama dan Papa sudah tahu bagaimana kelakuanmu selama ini. Kau itu pria hidung belang yang suka sekali bergonta-ganti wanita," sahut Nyonya Johnson yang kini juga memasang wajah kesal.


"Ma, sepertinya Mama dan Papa sudah salah paham. Wanita yang ingin aku tolong ini adalah wanita yang baru saja aku temui di hutan. Jika tanpa bantuannya mungkin saat ini aku tidak akan pulang dengan selamat. Seseorang menculikku dan membuangku di hutan hingga pernikahanku dengan wanita pilihan mama dan papa gagal. Wanita ini sangat baik, Ma. Tetapi ada segerombolan orang jahat yang ingin menyakitinya. Mama dan papa sendiri tahu bagaimana bakatku selama ini. Jangankan bertarung, memegang senjata saja aku tidak pernah. Aku sama sekali merasa tidak berguna di sana. Aku tidak bisa melindungi wanita itu dari orang-orang jahat yang ingin mencelakainya. Asal Mama tahu saja, dia rela mengorbankan nyawanya dan meminta penjahat itu untuk membebaskanku. Padahal waktu itu penjahat-penjahat itu berniat untuk mencelakaiku dan menghabisi nyawaku juga. Sekarang aku harus kembali ke hutan untuk mencari keberadaannya. Aku sudah jatuh cinta padanya Ma. Aku hanya ingin menikah dengan wanita itu."

__ADS_1


"Rivan kau ini benar-benar membuat mama pusing. Apapun cerita yang kau katakan Mama tetap saja tidak percaya. Malam ini kita akan pergi ke kediaman Tuan Turner untuk minta maaf agar masalah ini tidak sampai larut. Kau dan Elma harus sama-sama bertemu dan saling cerita. Jelaskan semuanya secara baik-baik agar Elma tidak marah. Mama pikir jika Elma memaafkanmu maka Tuan Turner juga akan memaafkanmu dan masalah ini selesai. Soal jadi atau tidaknya pernikahanmu dengan Elma itu menjadi urusan nanti. Yang penting kita bisa menjalin hubungan baik dengan keluarga Turner."


"Lalu bagaimana dengan wanita yang aku temui di hutan itu, Ma?"


"Mama tidak peduli. Kau bisa mengurusnya nanti setelah masalahmu dengan Elma selesai. Sekarang pergi ke kamarmu dan istirahatlah. Nanti malam kita akan pergi. Jangan pernah memiliki niat untuk kabur dari rumah karena itu hanya akan membuat mama dan papa semakin marah."


Rivan sebenarnya ingin memberontak perintah kedua orang tuanya. Namun seumur hidup Rivan, dia tidak pernah memiliki keberanian untuk membantah perintah orang tuanya. Rivan ini anak yang sangat penurut dan baik hati. Itulah yang membuat keluarganya sangat menyayanginya. Bahkan mereka selalu menutup mata ketika ada orang yang menjelek-jelekkan Rivan. Mereka berusaha untuk tidak mempercayainya karena di mata mereka Rivan adalah pria yang sangat baik.


"Baiklah Ma. Tapi jika nanti malam aku berhasil menyelesaikan masalah pernikahan ini. Aku mau mama dan Papa izinkan aku untuk mencari wanita pilihanku itu. Aku akan membawanya untuk bertemu dengan mama dan papa. Aku akan membuatnya jatuh cinta agar dia mau menikah denganku."


"Terserah kau saja. Tapi tugasmu bukan hanya tentang Elma saja. Sebelum bertemu dengan Elma nanti malam kau harus bisa membuktikan kalau wanita hamil yang kemarin datang ke rumah hanya wanita iseng yang ingin menghancurkan rencana pernikahanmu. Mama tidak mau ada masalah lagi Ketika nanti kita bertemu dengan Tuan Turner."


"Baiklah Ma. Aku akan membayar orang untuk menyelidikinya. Masalah itu sangat mudah untuk diatasi," ucap Rivan. Dia begitu menggampangkan masalah tentang wanita hamil misterius tersebut karena dia merasa yakin kalau tidak pernah melakukannya.

__ADS_1


"Rivan ke kamar dulu ya Ma." Rivan beranjak dari sofa lalu berjalan menuju ke tangga. Sambil berjalan pria itu tersenyum ketika kembali membayangkan wajah Elma. "Wanita cantik. Bertahanlah. Aku akan menyelamatkanmu. Aku akan menyewa orang yang kuat dan tidak terkalahkan untuk menyelamatkanmu," gumam Rivan di dalam hati.


__ADS_2