Putri Tangguh

Putri Tangguh
Daddy Kejam!


__ADS_3

Eren sudah terlihat jauh lebih segar meskipun kaki dan tangannya masih sulit untuk digerakkan. Wanita itu harus menggunakan bantuan kursi roda untuk berpindah-pindah tempat. Lusi dengan Setia menjaga dan merawat Eren selama wanita itu cedera. Bahkan sampai mandi pun Eren mempercayakan Lusi untuk membantunya.


"Siang ini aku ingin berangkat ke rumah Daddy untuk bertemu dengan Kak Elma. Tiba-tiba saja Aku sangat merindukannya." Eren menghirup aroma rambutnya. Ada senyum manis di sana.


Lusi yang sejak tadi sedang asyik menyisir rambut Eren tiba-tiba berhenti. Wanita itu terlihat tidak setuju jika hari ini Eren memutuskan untuk berangkat ke rumah Big Boss Turner . Kondisi Eren baru saja pulih. Ia tidak mau sampai Eren sakit hati ketika mendengar kenyataan pahit di sana.


"Bagaimana kalau kita meminta Nona Elma saja yang datang ke sini, Bos. Itu jauh lebih baik karena anda tidak perlu pergi ke sana. Kondisi Anda masih belum pulih. Bahkan berjalan saja masih menggunakan kursi roda." Lusi membujuk Eren, berharap wanita itu setuju.


"Tidak! Aku harus menceritakan yang sebenarnya terjadi kepada Kak Elma sebelum Kak Elma mendengar beritanya dari orang lain. Apalagi jika dia mengetahuinya dari Daddy langsung. Kak Elma bisa membenciku dan tidak mempercayaiku lagi. Aku ingin dia tahu alasanku melakukan semua ini karena aku tidak mau dia sampai sakit hati." Eren jelas-jelas menolak dan itu membuat Lusi bingung.


Lusi kehabisan kata-kata untuk membujuk Eren. Sebenarnya apa yang dikatakan wanita itu ada masuk akalnya juga. Lebih baik Elma mendengar langsung penjelasannya dari bibir Eren. Tetapi karena terlalu sayang, Lusi sampai tidak tega melihat Eren sakit hati. Karena kenyataan buruk bisa saja terjadi.


"Bagaimana kalau besok saja, Bos?"


Eren mengernyitkan dahi mendengar perkataan Lusi. Wanita itu memandang wajah Lusi dari pantulan cermin yang ada di hadapannya. "Apa kau sedang menyembunyikan sesuatu dariku."


Lusi mengukir senyuman manis ketika dia tahu kalau kini Eren memperhatikan wajahnya melalui cermin. "Apa yang bisa saya sembunyikan dari anda, Bos? Saya tidak sepintar itu."

__ADS_1


"Semuanya!" sahut Eren cepat. "Bukankah kau selalu menjaga perasaanku? Sama seperti Kak Elma. Aku juga akan kecewa jika aku mendengarnya dari orang lain."


Kali ini ekspresi wajah Lusi tertangkap jelas di cermin hingga membuat Eren semakin yakin kalau ada sesuatu yang sengaja disembunyikan Lusi darinya.


"Kau tidak akan bisa membohongiku dan menutupi segalanya dariku karena kita sudah kenal sejak lama," batin Eren.


"Tapi setelah mendengarnya Anda harus tetap baik-baik saja. Saya tidak mau anda sakit hati dan kembali sakit," ujar Lusi dengan hati-hati.


"Sejak kapan aku sakit hati? Kau bisa lihat sendiri kalau sekarang aku juga sehat. Hanya kakiku saja yang tidak bisa berjalan."


Lusi menghela napas kasar. Dia memutar kursi roda Eren lalu berlutut di hadapan wanita itu. Memegang kedua tangannya sambil menatap wajahnya dengan begitu serius.


Ada senyum kecut di wajah Eren. "Sudah kuduga. Selama ini Daddy sangat menyayangi Kak Elma. Dia pasti tidak terima jika sampai aku membuat Kak Elma gagal menikah dengan menantu pilihannya. Jika hanya menarik geng mafia saja, dia tidak akan bisa menurunkan semangatku. Toh geng mafia itu memang milik Daddy. Sejak dulu Aku ingin berdiri di atas kakiku sendiri tanpa bantuan dari Daddy lagi. Aku akan membentuk geng mafia yang jauh lebih hebat dari geng mafia milik Daddy. Aku akan buktikan nanti!" ucap Eren dengan sorot mata yang tajam.


Ekspresi seperti ini yang diharapkan oleh Lusi. Bukan ekspresi mata berkaca-kaca yang menyedihkan. Lusi segera beranjak dari posisinya dengan wajah penuh semangat. "Anda benar, Bos. Kita pasti bisa membentuk geng mafia yang jauh lebih hebat dari geng Mafia yang pernah kita miliki. Apa lagi jika dibantu dengan pria misterius itu," ucap Lusi kceplosan.


"Pria misterius?" Eren terlihat bingung.

__ADS_1


"Ketika anda tidak sadarkan diri, secara tiba-tiba seorang pria misterius menyerang kediaman Yola. Bukankah itu terdengar sangat berani? Bahkan kita saja tidak pernah berani dan tidak pernah memiliki niat untuk menyerang kediaman Yola. Pria misterius itu membantai habis pasukan milik Jola. Sayangnya dia tidak membunuh Yola. Kalau saja dia membunuh Yola, bukankah musuh kita akan berkurang satu?"


"Apa pria itu memiliki dendam terhadap Yola?" Eren mulai tertarik.


"Itu dia masalahnya, Bos. Sampai detik ini pasukan kita tidak bisa menyelidikinya. Pria misterius itu hilang di dalam kabut malam dan tidak meninggalkan jejak sedikitpun. Dia memang sangat profesional sampai-sampai tidak mudah diketahui identitasnya. Sepertinya dia bukan orang biasa. Aku berharap kita bisa ada di pihaknya agar kita bisa sama-sama mengalahkan Yola. Bukankah akan jauh lebih baik jika kita bekerja sama dengan pria misterius yang hebat ini. Bersama dengan dia, kita bisa membentuk geng mafia yang baru."


Eren merasa tertarik dengan tawaran yang dikatakan oleh Lusi. Namun mencari pria misterius hebat seperti yang dikatakan Lusi tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ditambah lagi kini dia juga belum bisa berjalan.


"Baiklah kembali ke cerita awal. Sekarang ayo kita berangkat ke rumah Daddy untuk menemui ke Elma. Sekarang kau tidak perlu mengkhawatirkanku lagi. Jika aku mendengar hal-hal buruk, aku sudah tidak akan kaget."


"Baiklah Bos saya akan mempersiapkan segalanya. Saya juga akan memberitahu Nona Elma perihal keberangkatan anda agar Nona Elma tetap ada di rumah."


"Jangan! Jangan beritahu Kak Elma kalau aku akan menemuinya. Aku ingin membuat ini seperti sebuah kejutan. Oh ya, apa hari ini Daddy ada di rumah? Aku juga ingin bertemu dengan Daddy. Aku akan ceritakan semua yang terjadi di depan Daddy dan juga Kak Elma agar mereka berdua bisa mendengar dengan jelas."


"Baik, Bos."


Setelah Lusi tidak ada di hadapannya justru wajah Eren berubah. Wanita itu memperlihatkan ekspresi wajah yang sesuai dengan perasaan yang kini ia rasakan. Sedih? Itu sudah pasti.

__ADS_1


"Apa kesalahan yang aku lakukan begitu fatal sampai Daddy menarik semua kekuasaan yang sudah aku Pimpin sejak bertahun-tahun lamanya. Aku hanya membuat Kak Elma terselamatkan dari pria hidung belang seperti Rivan. Aku akan membuktikan kepada Daddy kalau keputusanku ini benar. Aku akan buat Daddy menyesal karena sudah mengambil keputusan seperti ini."


__ADS_2