
Malam kembali tiba. Big Boss Turner sengaja mengadakan makan malam mewah saat itu. Meskipun menantunya yang bernama Zico tidak dapat hadir. Tetapi kedatangan Rivan malam ini sudah cukup mengobati rasa sakit yang ia derita.
Eren dan Elma yang sejak tadi sudah ada di meja makan hanya saling memandang. Tentu saja mereka belum bisa mulai makan malam sebelum Rivan tiba. Big Boss Turner sendiri tidak mau banyak bicara di depan kedua putrinya. Pria itu memasang ekspresi dingin yang menjadi ciri khasnya hingga membuat Elma dan Eren tidak berani berbicara.
Dari kejauhan Jonnas muncul lalu menunduk hormat di depan Big Boss Turner. "Bos, keluarga Johnson sudah tiba."
"Suruh mereka masuk dan langsung ke meja makan. Saya ingin makan malam bersama dengan keluarga Johnson sebelum menceritakan yang sebenarnya terjadi," jawab Big Boss Turner. Pria itu memandang sekilas ke arah putrinya.
"Baik, Bos," ucap Jonnas. Pria itu segera memutar tubuhnya lalu berjalan ke arah pintu utama. Elma berdehem pelan. Kali ini masalah yang terjadi menyangkut soal jodohnya. Tentu saja Elma sudah menyiapkan kata-kata yang bisa membuat calon suaminya itu menyesal karena sudah membatalkan pernikahan mereka.
"Daddy benar-benar cerdas. Bisa-bisanya dia mengundang keluarga Johnson malam ini. Tapi aku tidak akan kalah. Aku pasti akan menang," batin Eren penuh dengan semangat.
Keluarga Johnson muncul. Rivan juga ada di sana. Elma tidak mau memiringkan kepalanya dan melihat keluarga Johnson secara langsung. Wanita itu duduk saja di kursinya sambil menatap makanan yang sudah disajikan di atas meja makan.
Berbeda dengan Eren yang justru tertarik untuk melihat langsung wajah Rivan. Wanita itu menerus kesal ketika ia melihat calon kakak iparnya yang terkenal sebagai pria hidung belang tersebut.
"Silakan duduk, Tuan," sambut Big Boss Turner dengan penuh hormat.
"Terima kasih Tuan Turner," ucap Tuan Johnson. Rivan duduk di kursi yang berseberangan dengan Elma. Pria itu sendiri tidak terlalu serius memandang Elma Karena kini dia fokus dengan Eren yang memandangnya dengan penuh kebencian.
"Sebenarnya calon istriku yang mana. Apa wanita galak ini. Dilihat dari kelakuannya sepertinya dia marah padaku," gumam Rivan di dalam hati. Pria itu duduk lalu memperhatikan Elma yang masih menunduk. Tatapan pria itu tidak bisa terlalu lama karena tiba-tiba saja Big Boss Turner mengalihkan pandangannya.
"Rivan, ini putriku Elma. Elma Bisakah kau menyapa Rivan?"
Elma mengangkat kepalanya hingga memperlihatkan wajahnya yang begitu cantik. Jelas saja detik itu juga Rivan melebarkan kedua matanya karena kaget. Sama halnya dengan Elma yang sangat syok karena pada kenyataannya pria yang ia temui di hutan adalah pria yang akan menikah dengannya.
"KAU?" celetuk Rivan dan Elma secara bersamaan.
__ADS_1
"Kenapa kau bisa ada di sini?" tanya Elma bingung. Namun wanita itu segera menganalisis keadaan. Detik itu dia baru sadar kalau sebenarnya dia sudah bertemu dengan calon suaminya di hutan. Bahkan mereka sempat akrab saat itu.
"Daddy tahu kau bertemu dengan Rivan di hutan. Daddy sudah mengirim mata-mata saat itu untuk menyelamatkanmu. Tetapi ketika Daddy tahu kalau kau bertemu dengan Rivan, jadi Daddy memberikanmu kesempatan untuk lebih dekat lagi dengan Rivan. Bukankah nanti kalian juga akan menikah?"
"Sudah kuduga. Daddy pasti melakukan sebuah rencana hingga ia tidak terlihat turun tangan langsung dalam penculikan Kak Elma," batin Eren di dalam hati.
"Daddy yang merencanakan semua ini? Tapi kenapa? Apa penculikan Rivan juga ada hubungannya dengan Daddy?" Elma merasa dipermainkan. Dia butuh kejelasan.
"Soal hilangnya Rivan kau bisa tanya langsung dengan adik kembarmu." Big Boss Turner memasang wajah sinis.
Elma memandang ke arah Eren. "Apa ini rahasia yang ingin kau katakan tadi sore? Kau terlibat dalam salah ini. Kau yang sudah menyebabkan pernikahanku gagal. Tapi kenapa kau melakukan semua ini?" Elma masih tidak habis pikir. Kenapa Eren bisa setega itu terhadapnya.
"Tuan Johnson. Kita bisa mulai makan malamnya sekarang. Selama makan malam berlangsung Saya tidak mau ada suara lagi," ucap Big Boss Turner hingga membuat semua orang kembali mengunci mulutnya.
Rivan terus saja memandang Elma. Pria itu memang kaget namun sekaligus dia ikut bahagia. Dia sama sekali tidak menyangka kalau wanita yang membuatnya jatuh cinta adalah wanita yang akan menjadi istrinya sendiri.
"Sepertinya kami memang berjodoh. Pernikahan kami gagal dan kami bertemu lagi di hutan. Baiklah jika sudah seperti ini Aku akan memperjuangkan Elma. Aku akan membuat pernikahan ini kembali dilanjutkan," gumam Rivan di dalam hati.
...***...
Tidak butuh waktu lama semua orang yang ada di meja makan telah menyelesaikan makan malam mereka. Semua hidangan yang ada di atas meja telah dibersihkan oleh para pelayan yang ada di rumah itu. Eren masih menunggu kesempatan untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
"Eren. Ada yang ingin kau katakan. Kita semua akan mendengar ceritamu sebelum mendengar cerita Elma dan Rivan selama mereka ada di hutan." Big Boss Turner benar-benar memojokkan Eren saat ini.
Debaran jantung Eren menjadi tidak karuan. Padahal sebelumnya ia sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi situasi seperti ini. "Ya. Memang aku yang sudah membuat pernikahan Kak Elma gagal."
Elma menghela nafas panjang mendengarnya. Meskipun ia sempat kecewa. Tetapi dia tahu kalau adiknya pasti memiliki alasan tersendiri kenapa melakukan semua ini. "Apa kau bisa menjelaskan alasannya?"
__ADS_1
"Aku meminta orang untuk menyelidiki Tuan Rivan seminggu sebelum pernikahan Kak Elma berlangsung. Mata-mata yang aku kirim memberi informasi kalau Tuan Rivan ini adalah pria yang sangat suka menggoda wanita. Aku tidak mau Kak Elma sakit hati jadi aku berencana untuk menggagalkan pernikahan ini dengan cara menculik Tuan Rivan dan membuangnya ke hutan."
Kedua orang tua Johnson kaget mendengar penjelasan Eren. Namun mereka tidak mau protes karena mereka tahu kalau Eren juga adalah Putri Big Boss Turner.
Elma segera memandang ke arah Big Boss Turner. "Daddy, sepertinya Ini hanya salah paham saja. Aku tahu Eren tidak akan mungkin berniat untuk membuatku sakit hati. Dia melakukan semua ini demi kebaikanku juga. Bagaimanapun juga aku tidak tahu seperti apa sifat Tuan Rivan. Bahkan melihat fotonya saja aku tidak pernah. Aku mau menikah dengan Tuan Rivan karena sepenuhnya Aku percaya kepada Daddy." Meskipun sudah seperti ini dia masih tetap membela Eren di depan semua orang.
"Eren telah melakukan kesalahan dan dia harus dihukum. Rivan tidak seburuk yang dia pikirkan. Rivan adalah pembisnis sukses yang tidak mungkin rela mencoreng nama baiknya sendiri. Daddy sudah menyelidikinya sebelum Eren melakukannya. Mungkin mata-mata yang dikirim oleh Eren tidak benar-benar serius dalam menyelidiki Rivan. Selama ini Rivan sering dikerumuni oleh para wanita cantik Karena dia memiliki masa depan yang cerah. Wanita mana yang tidak ingin menikah dengannya. Bukankah begitu Rivan?" tanya Big Boss Turner.
"Terima kasih Tuan Turner. Anda sudah membela saya," ucap Rivan dengan penuh kesopanan. "Selama ini memang saya sering dikerumuni oleh para wanita. Tapi sampai detik ini saya tidak pernah menjalin hubungan dengan wanita manapun. Saya akui kalau saya tidak tertarik untuk menikah dengan Elma. Ketika saya tahu kalau saya ini akan dijodohkan. Bahkan ketika diculik saya sama sekali tidak keberatan. Satu-satunya hal yang membuat saya siap untuk melangsungkan pernikahan ini hanya karena saya tidak ingin keluarga saya dalam bahaya. Tetapi semuanya berubah ketika saya bertemu dengan Elma di hutan. Saya jatuh cinta padanya. Dan sekarang hati saya sudah mantap untuk menikah dengan Elma. Meskipun Elma menolak saya. Saya akan memperjuangkan cintanya."
"Tidak! Pria sepertimu tidak pantas untuk mendampingi wanita baik seperti Kak Elma!" ketus Eren tidak setuju.
"Eren, Daddy belum memberimu kesempatan untuk bicara!" ketus Big Boss Turner.
"Aku rela di hukum. Tapi aku tidak ikhlas jika Kak Elma menikah dengan Tuan Rivan!"
Elma bingung harus bagaimana sekarang. sebenarnya dia sudah siap jika harus menikah dengan Rivan. namun dia juga tidak mau sampai Eren kecewa.
"Tuan Rivan Saya memiliki suara untuk Anda sebelum pernikahan kita berlangsung." Elma angkat bicara.
"Silahkan," sahut Rivan dengan penuh percaya diri.
"Saya sangat menyayangi Eren Karena bagaimanapun juga dia adalah saudara kembar saya. Jika dia sakit saya juga akan sakit. Jika dia bahagia saya juga akan bahagia. Di sini Saya ingin meminta kepada anda untuk membuktikan sendiri kepada Eren kalau Anda benar-benar pria yang layak untuk menikah dengan saya. Kita akan menikah setelah Eren merestui hubungan kita."
"Apa-apaan ini?" Big Boss Turner tidak setuju.
"Daddy, maafkan aku karena sudah mengecewakan Daddy. Tapi ini pernikahanku. Biar aku yang mengurusnya. Daddy jangan persulit Eren lagi."
__ADS_1
Eren merasa lega sekarang. Dia merasa yakin kalau calon kakak iparnya itu tidak akan bisa membuktikan kalau dirinya bukan pria yang Playboy.
"Habislah kau!" gumam Eren di dalam hati.