Putri Tangguh

Putri Tangguh
Usaha Eren


__ADS_3

Zico meletakkan gelas di meja ketika memandang seseorang mendatanginya. Pria itu sekarang berada di sebuah bar yang tidak jauh dari kediamannya sendiri. Tadinya ia ingin menyerang musuhnya yang bernama Roger. Tidak di sangka justru Roger sudah menghilang sebelum Zico berhasil membalaskan dendamnya.


"Bos, gawat!" ujar pria itu dengan wajah panik.


"Apa Roger tahu kita di sini?" tanya Zico dengan eskpresi santai. Berbeda jauh dengan lawan bicaranya.


"Bukan, Bos." Pria itu berusaha mengatur nafasnya agar bisa bicara dengan tenang. Dia duduk di kursi yang ada di dekat Zico. karena merasa kasihan jika memberikan pria itu minum.


"Apa kau sudah bisa menceritakannya sekarang?" tanya Zico penasaran.

__ADS_1


"Bos, ini menyangkut Nona Eren."


"Eren? Apa yang sudah dia lakukan?"


"Ternyata pria yang sudah kita culik adalah pria yang akan menikah dengan saudara kembar Nona Eren. Anak buah Big Boss Turner telah berhasil menangkap orang-orang kita. Namun karena mereka segera bunuh diri, mereka belum sempat mengatakan kalau anda terlibat dalam penculikan pria bernama Rivan itu. Tapi ini ni gawat Bos! Jika kita sampai ketahuan, Big Boss Turner pasti akan menuduh kita bekerja sama dengan Nona Eren. Semua ini akan merusak reputasi anda. Selama ini di mata Big Boss Turner Anda adalah sosok pria yang selalu bisa dipercaya. Apa jadinya jika dia tahu kalau anda terlibat dalam penculikan calon menantunya?" Nada bicara pria itu semakin tinggi. "Nona Eren sudah menjebak kita, Bos. Saya yakin, Nona Eren sudah merencanakan semua ini. Dia pasti tahu kalau anda menikahinya karena sebuah bisnis. Dia sengaja menjebak anda agar Big Boss Turner tidak membantu anda untuk mengalahkan pasukan Roger. Tanpa bantuan anak buah Turner kita tidak akan pernah berhasil mengalahkan Roger, Bos!"


Zico mengepal kuat tangannya. Bahkan rahangnya sampai mengeras. Pria itu merasa sakit hati ketika tahu kalau Eren telah menjebaknya. Padahal yang sebenarnya terjadi tidak seperti itu.


Pria itu segera beranjak dari kursi yang ia duduki. "Baik, Bos."

__ADS_1


***


Di sisi lain, Eren masih ada di dalam mobil untuk menunggu informasi dari bawahannya. Dia belum tahu harus mencari Elma kemana karena mereka tidak memiliki petunjuk apapun saat ini. Seorang wanita tangguh berjalan mendekati mobil Eren. Wanita itu masuk ke dalam lalu memandang Eren dengan wajah khawatir.


"Bos, maafkan saya," ucapnya dengan wajah menyesal.


Eren memandang wanita tersebut sebelum geleng kepala. Tiba-tiba saja dia memeluk wanita itu dan menangis sedih. "Aku takut. Bagaimana keadaan Kak Elma sekarang? Dia sangat lemah. Aku takut dia kedinginan. Aku takut dia jatuh sakit."


"Maafkan saya, Bos. Karena terlalu fokus dengan pernikahan anda sampai-sampai saya mengabaikan keselamatan Nona Elma." Wanita itu mengusap pipi Eren untuk menghilangkan air mata yang menetes. "Nona Elma pergi ke hutan yang sama tempat Rivan di buang. Seharusnya mereka bertemu. Tetapi kabar terbaru yang saya dapatkan, Rivan sudah berhasil kembali ke rumah. Sedangkan Nona Elma di bawa pergi oleh anak buah Yola. Dia pasti sengaja menangkap Nona Elma agar anda mau menyerah."

__ADS_1


"Sekarang kita harus bagaimana? Aku tidak memiliki pilihan apapun selain menuruti apa yang diinginkan oleh Yola. Bagiku yang terpenting adalah nyawa Kak Elma. Setelah Kak Elma berada di tempat yang aman, kita akan pikirkan lagi cara untuk menghancurkan Yola dan pengikutnya!"


Wanita di depan Eren mengangguk setuju. "Baiklah, Bos. Saya akan temui pasukan Yola. Saya akan tanya sebenarnya apa yang mereka inginkan dari anda!"


__ADS_2