PUTRI UNTUK PANGERAN

PUTRI UNTUK PANGERAN
Apa Yang Terjadi?


__ADS_3

Cloud, jangan bilang kau menginginkannya.


Entah apa yang terjadi padanya, dia tiba-tiba saja bersikap seagresif ini. Dia mulai mendekatkan wajahnya ke wajahku. Sedikit membungkuk untuk meraih bibir ini. Tapi, segera kutahan bibirnya agar tidak bergerak lebih jauh. Namun, dia seolah tidak terima. Tanganku dipegang olehnya lalu dia pun menarik pinggulku. Sontak wajahku amat berdekatan dengan wajahnya. Cloud mencium bibirku.


Ciuman ini seperti ungkapan pembalasan atas keberangkatan Rain yang menjemputku ke Negeri Bunga. Bibir lembut itu pun mulai kurasakan hingga membuat hormon ketertarikan lebih kuat di antara kami. Cloud kemudian mengusap telingaku. Usapan yang begitu lembut hingga membuat saraf sensorik di tubuhku beraksi. Pada akhirnya dia pun mulai terhanyut sendiri. Dia mulai melepas jubahnya, pakaian kerajaannya sambil terus menciumku. Aku pun tersadar dengan apa yang dilakukannya. Aku menghentikannya.


"Cloud, apa yang terjadi?!" tanyaku sesaat setelah bibir kami menjauh.


Cloud menatapku dengan pandangan mata berbinar-binar. "Aku mencintaimu, Ara. Tak lama lagi kau akan menjadi istriku." Dia memegang daguku.


"Cloud ...."

__ADS_1


Aku pun merasa kami sudah semakin intens. Dia bertelanjang dada di hadapanku, sedang aku hanya mengenakan kemben dan leging pendek ini. Sepertinya dia memang benar-benar menginginkanku.


Dia mendekat lagi dan ingin menciumku. Aku pun menahan dadanya yang bidang itu. "Cloud, nanti Rain datang!" Aku memperingatkannya.


Cloud memegang kedua tanganku yang memegang dadanya. "Rain sedang sibuk mengatur barisan, Ara. Jangan pikirkan dia saat bersamaku." Cloud pun semakin menjadi-jadi. Dia mencium leherku.


"Cloud ...."


"Cloud, jangan!"


Pada akhirnya aku meminta dia untuk menghentikan ulah nakalnya ini. Namun, Cloud menggelengkan kepala. Dia tidak terima atas penolakanku.

__ADS_1


"Cloud, ah!"


Aku pun mulai merasakan getaran-getaran aneh di dalam tubuhku saat bibirnya mengecup-ngecup leher ini. Dia juga menggigit kecil telingaku. Lidahnya bermain-main di sana hingga membuatku kegelian. Dan Cloud menyukai itu. Dia memegang tanganku dengan eratnya. Lalu akhirnya dia pun menciumku kembali. Dia mengajak ku bercumbu di tengah deru napas yang menggebu.


Esok harinya...


Suasana pagi ini tampak ramai oleh para penghuni istana dan juga prajurit Angkasa. Seluruh prajurit tampak berbaris di depan istana dengan persenjataan lengkap. Mereka menunggu titah raja untuk pengangkatan putra pertamanya. Ya, hari ini Cloud akan diangkat menjadi raja.


Pengangkatan raja ini ternyata tidak membuat pesta besar-besaran. Cukup sederhana seperti pelantikan pada umumnya. Namun bedanya, Cloud akan diarak keliling kota dengan menggunakan kereta kuda. Raja Sky sendiri yang akan memperkenalkan Raja Angkasa selanjutnya. Dia adalah Cloud, diplomat ulung yang dimiliki negeri ini.


Aku sendiri belum bisa bersanding dengannya karena belum menikah. Mungkin juga ada maksud tertentu kenapa Cloud diangkat menjadi raja secepat ini. Tapi setahuku, raja akan tetap mengawasi kinerja putranya. Dia juga akan mengangkat beberapa menteri baru untuk menggantikan pekerjaan Cloud yang terdahulu. Entah bagaimana, kuharap yang terbaik untuk negeri ini.

__ADS_1


Selamat atas pengangkatanmu, Cloud. Berikan yang terbaik untuk negeri ini.


__ADS_2