
Aku berdiri bersama para menteri dan juga pejabat tinggi negeri ini di depan para prajurit yang berbaris dengan banyaknya. Tak lama Cloud pun keluar dari lantai tiga istana lalu berdiri bersama raja di teras balkonnya. Dia melambaikan tangannya ke arah kami seraya tersenyum bahagia. Seketika aku pun jadi ingat apa yang dilakukannya kemarin padaku. Bagaimana dia mengeluarkan sisi lain dari dirinya di hadapanku.
"Ara, ini nikmat sekali."
Masih teringat jelas bagaimana Cloud memperlakukanku di atas kasur. Aku berbalik membelakanginya dan dia pun menghujamiku dengan gelora cintanya. Dia seperti tidak sadar lagi siapa dirinya. Dia terus bergerak maju dan mundur di belakangku. Hingga akhirnya dia mengajak ku bercumbu. Cumbu rayu disertai lidah yang berpadu. Tidak ada yang mau mengalah dan saling menyerang lawannya.
"Sebentar lagi, Ara ...."
Dan akhirnya calon Raja Angkasa itu menuntaskan hasratnya. Dia kemudian memelukku dengan erat dari belakang. Dia membenamkan wajahnya di bahuku. Dia pun berkata jika akulah segalanya. Dan aku hanya bisa berharap hal itu memang benar adanya.
__ADS_1
Sebagai seorang manusia pastinya tidak lepas dari salah dan khilaf. Begitu juga dengan diriku yang terhanyut suasana. Dan anehnya, tubuhku seperti menginginkan hal yang lebih dari itu. Logikaku tak sempat lagi bermain. Aku pun membiarkannya menikmati tubuh ini. Tanpa harus memasukkan sesuatu yang memang belum saatnya. Kami telah khilaf bersama.
"Selamat pagi untuk para penghuni istana Angkasa. Salam bahagia untuk kita semua."
Menteri dalam negeri, Count membuka acara pelantikan ini dengan ucapan salam kepada kami. Acara pengangkatan Cloud sebagai raja pun dimulai. Tampak Raja Sky yang ikut mendampingi putranya. Ratu juga berada di sana dengan jubah kebesarannya. Namun, wajah ratu tampak jutek sekali. Seperti tidak memedulikan pandangan orang lain.
"Hari ini Raja Sky akan mencetuskan titah berkenaan dengan masa depan Angkasa. Kepada Yang Mulia diipersilakan untuk memulainya." Tuan Count mempersilakan raja untuk segera mendeklarasikan Cloud sebagai raja.
Rain ...?
__ADS_1
Saat itupun aku jadi terheran dengan sikapnya. Tapi Rain dengan segera melirikku. Dia tersenyum manis yang membuatku bersalah. Ya, aku telah melakukan kesalahan besar terhadapnya.
Jangan sampai dia tahu apa yang terjadi kemarin.
Sungguh aku ingin kembali ke duniaku bersama Rain. Karena kalau di dunia ini, tetap saja bingung untuk memilih. Apalagi aku ini tidak enakan orangnya. Aku tidak ingin menyakiti hati siapapun. Tapi sayangnya, Rain juga tidak mau diajak tinggal di duniaku.
Dia bilang tugas dan tanggung jawabnya sangat tinggi di sini. Aku jadi bingung harus bagaimana dengan hubungan ini. Aku tidak tahu langkah apa yang harus kuambil selain menuruti jalan cerita kami. Aku merasa bersalah kepada dirinya.
"Hari ini dengan resmi aku mengangkat putraku, Cloud sebagai Raja Angkasa yang baru. Hal-hal yang berkaitan dengan urusan kerajaan, akan sepenuhnya dialihkan kepada putraku. Dan kalian bisa memanggilnya dengan sebutan Yang Mulia mulai saat ini. Terimalah raja kalian selanjutnya, Cloud Sky!"
__ADS_1
Raja mencetuskan lalu mengangkat tangan putranya. Cloud pun tersenyum dan membungkukkan badannya ke arah kami. Wajah Cloud tampak berseri-seri kali ini.