PUTRI UNTUK PANGERAN

PUTRI UNTUK PANGERAN
Panggilan


__ADS_3

Rain berencana untuk kembali ke Terusa lusa ini. Aku pun mengumpulkan banyak buah surga di setiap harinya. Hari pertama berhasil mendapatkan lima buah, hari ke-2 tujuh, hari ke-3 sembilan. Dan ini adalah hari ke empat. Entah berapa buah yang berhasil kudapatkan nanti.


"Duhai pohon surga. Izinkanlah aku memetik buahmu. Sungguh aku sangat membutuhkannya sebagai cadangan makanan dan juga persiapan obat-obatan di kala berpergian. Maka berikanlah kepadaku buahmu."


Begitulah hal yang kuucapkan kepada pohon surga yang ada di hadapanku. Aku datang sendiri dengan menaiki kuda istana ke bukit ini. Dan ya, tidak ada rasa takut lagi pada diriku untuk berpergian sendirian. Karena aku tidak ingin merepotkan kedua pangeranku. Apalagi Cloud yang sudah amat sibuk dengan tugas barunya. Sedang Rain ikut membantunya. Aku pun belajar mandiri tanpa mereka. Tapi, entah mengapa hari ini terasa aneh sekali. Aku merasakan sesuatu yang tak biasa di dekat sini.


Energi ini ....


Sejak hari ke dua, aku datang sendiri ke bukit pohon surga tanpa ada pengawalan. Tapi di hari ini aku merasakan hal aneh di sekitarku. Kulihat pohon surga juga seperti diterpa angin kencang. Padahal cuaca tampak cerah tak bermendung. Bulu kudukku pun mulai merinding saat menantikan buahnya jatuh. Namun, pohon surga tidak juga menjatuhkan buahnya. Hingga akhirnya...


"Nona Ara."

__ADS_1


Suara seseorang itu kudengar dari arah belakangku. Aku pun harap-harap cemas untuk menghadap ke asal suara itu. Suara seseorang yang sepertinya kukenal. Aku pun mencoba untuk tidak menghiraukan. Tapi entah mengapa tubuhku seperti tergerak sendiri untuk melihatnya. Dan akhirnya...


Beberapa saat kemudian...


Sayup-sayup kudengar suara deburan ombak yang menerjang keras bebatuan pantai. Entah ada di mana gerangan aku sekarang, sepertinya aku jatuh pingsan. Atau mungkin ini adalah mimpi yang sedang kualami. Entahlah, aku juga belum dapat memastikan. Lebih baik kubuka mata untuk melihatnya lebih jelas.


"Ini ...?"


Ya, aku hanya mampu mengingat kejadian sebelumnya di mana sedang berada di bukit pohon surga. Berniat mengambil buah surga untuk kukumpulkan sebagai cadangan persediaan pergi ke Terusa. Namun, ada suara seseorang yang memanggilku. Dan setelah itu hal aneh mulai kualami kembali. Tubuhku seperti tergerak sendiri untuk melihat ke arah orang yang memanggilku itu. Lalu aku pun tidak ingat apa-apa lagi.


"Sebenarnya ini ada di mana?"

__ADS_1


Kulihat sekeliling seperti kamar mewah yang besar. Perabotan kaca dan juga tirai mewah untuk menutupi jendela. Lampu hias bak kristal bening tersusun rapi di atas sana. Sepertinya aku sedang berada di istana. Tapi, aku tidak tahu sedang berada di istana siapa. Lantas aku pun beranjak bangun untuk menuju jendela.


"Di mana ini?"


Dan alangkah terkejutnya aku saat melihat ke arah luar jendela. Ternyata sedang berada di dekat lautan yang luas. Entah di mana gerangan ini berada, aku pun mencoba untuk membuka pintu teras ini. Namun, saat itu juga ada seseorang yang menggerakkan gagang pintu kamar yang kutempati. Aku pun lekas melihatnya. Dan ternyata...


"K-k-kau ...?!"


Saat itu juga detak jantungku melaju kencang. Aku tak percaya dengan apa yang kulihat ini. Bagaimana mungkin kami bisa bertemu kembali? Apakah ini hanya halusinasi?


Ya Tuhan, sebenarnya apa yang terjadi?

__ADS_1


__ADS_2