
Riuh tepuk tangan mewarnai pengangkatan Cloud sebagai Raja Angkasa selanjutnya. Kulihat Rain pun bertepuk tangan atas pengangkatan kakaknya. Sedang aku ... aku memerhatikan keduanya secara bergantian. Aku jadi memikirkan nasib keduanya jika mau dimadu olehku. Apakah tidak bisa satu saja? Tapi bagaimana dengan yang lainnya?
"Rain." Aku pun mencoba menegur Rain.
"Habis ini temani aku ke Terusa." Rain pun berkata padaku.
"Terusa?" Sontak aku terkejut. "Apakah ini tugas baru?" tanyaku segera.
Rain tersenyum kecil. "Menurutmu?" Dia malah balik bertanya padaku.
"Rain, kau suka membuat orang penasaran." Aku mencoba mencubitnya.
"Sst. Jangan sekarang. Nanti saja miliki aku sepenuhnya." Dia pun mengingatkanku.
__ADS_1
Seketika aku tersadar jika sedang berada di upacara pelantikan. "Ups, maaf." Aku pun segera meminta maaf padanya.
Rain tertawa tertahan. Dia kemudian meremas pinggulku dari samping. Tanpa peduli ada prajurit yang melihatnya atau tidak dari belakang. Sepertinya setelah ini Rain yang akan mengajak ku bercinta. Oh, tidak. Aku harap hal ini hanya mimpi belaka.
Keberangkatan ke Terusa....
Tiga jam setelah pengangkatan Cloud menjadi raja, Raja Sky mengajak kami untuk makan siang bersama. Dan kini kami telah bersantap siang dan sedang mendengarkan perintah raja selanjutnya. Yang mana perintah itu tampak tidak disukai oleh Cloud.
"Ayah, Ayah tidak bisa membiarkan Ara pergi ke Terusa bersama Rain. Ara akan menjadi ratuku."
Raja menghela napasnya. "Kau fokus terlebih dahulu dengan pekerjaanmu sebagai raja yang baru. Biarkan Rain bersemangat melatih pasukan di Terusa bersama Ara. Toh, Ara juga sudah bisa berpedang maupun memanah. Bukan begitu, Nona?" Raja beralih kepadaku.
Cloud mengepalkan tangannya. Dia menoleh ke arah Rain yang duduk di sisi kiriku. Pandangan matanya menyiratkan kekesalan yang besar. Tapi apa yang diperintahkan oleh ayahnya adalah mutlak. Cloud masih butuh bimbingan sang ayah untuk memimpin negeri ini. Sedang Rain membutuhkan aku untuk menyemangatinya.
__ADS_1
"Baiklah. Kalau begitu kami segera berangkat. Aku ucapkan selamat untukmu, Kakak." Rain mengucapkan selamat kepada Cloud atas pengangkatannya sebagai raja.
Cloud diam saja. Tapi gemuruh di dalam hatinya itu bisa kurasakan.
"Hati-hati di jalan. Jaga keselamatan kalian." Raja pun berpesan kepada kami.
Aku mengangguk. Membungkukkan sedikit badan ini kepada raja dan juga Cloud, Raja Angkasa yang baru. Lalu kemudian melangkahkan kaki keluar ruangan bersama. Namun sebelum sempat, Cloud menarik tanganku.
"Ara." Dia menghentikan langkah kaki ini dan juga Rain. "Hati-hati. Aku menunggumu." Pada akhirnya dia juga harus merelakanku.
Aku mengangguk seraya tersenyum padanya. "Doakan kami." Lalu melepaskan tangannya yang memegang tanganku.
Kulihat raut wajah Cloud amat tidak menginginkan hal ini. Tapi mau bagaimana lagi, ini sudah perintah untuk kebaikan negeri. Tugas berat akan kami emban demi kesejahteraan rakyat. Dan kami sebagai yang terpilih pun harus mengemban amanat dengan baik. Semoga saja semuanya berjalan lancar. Aku berharap itu.
__ADS_1
Di perjalanan...
Malam sudah tiba, tapi kami belum juga sampai di Terusa. Saat ini kami baru sampai di dermaga. Berniat menyeberangi lautan yang gelap. Namun, Rain memerintahkan para prajurit untuk beristirahat di penginapan yang ada di sini. Penginapan yang lumayan untuk diinapi.