
"Ara, kenapa kau berada di kamarnya? Kau bisa di kamarku atau di kamar lantai tiga." Cloud tampak tak terima jika aku berada di kamar adiknya.
"Dia menjagaku. Dia merawatku, Bodoh." Rain pun mulai menunjukkan sifat aslinya kepada Cloud.
Cloud melirik tajam ke arah adiknya. Dia lalu berjalan di antara kami. Sontak Rain pun segera pindah ke sampingku. Dia tidak ingin kakaknya menghalangi.
"Tadi utusan Negeri Bunga datang dan memberikan sesuatu padaku, Ara. Dan ternyata, sesuatu itu ditujukan untukmu. Mungkin surat ucapan terima kasih dari Raja Bunga." Cloud menuturkan. Dia seperti melupakan apa yang terjadi barusan.
Aku mengangguk. Bersamaan dengan itu Cloud juga memberikan suratnya padaku. Kami akhirnya sampai di meja makan kediaman Rain ini. Kami pun duduk bersama dengan aku yang berada di tengah-tengah mereka. Dan ya, segera saja kubuka surat yang ditujukan padaku ini.
__ADS_1
"Hei, kau hanya meminta pelayan menyajikan makanan ini?" tanya Rain kepada kakaknya saat melihat sajian makan malam yang minimalis.
"Ini makanan ala barat. Porsinya memang kecil. Kau juga sedang sakit. Apa kuat makan banyak-banyak?" tanya Cloud kepada adiknya.
Keduanya saling bercakap-cakap sambil menungguku membuka pita surat ini. Ya, surat yang kuterima ini seperti map lamaran kerja yang ada pitanya. Dan ya, aku pun segera melepas pita tersebut untuk membaca apa isi suratnya. Surat yang terdiri dari tiga lipatan. Aku pun membuka satu per satu lipatannya. Namun, saat sampai pada lipatan ke tiga, saat itu juga aku terkejut. Aku berteriak sekencang mungkin.
"Aaaaa!!!"
"Ara, ada apa?" Cloud tampak panik melihatku.
__ADS_1
"Ara, kau baik-baik saja?" Rain pun tampak mencemaskanku.
Sungguh aku tidak tahu apa yang terjadi. Aku juga tidak tahu harus berkata apa lagi. Tapi yang jelas aku melihat sesuatu yang amat menyeramkan sekali. Membuat detak jantungku melaju kencang tak terkendali. Hingga akhirnya napas ini ikut terengah-engah karenanya. Aku melihat ular hitam melebarkan mulutnya ke arahku saat membuka surat itu. Sontak saja aku membuang surat itu jauh-jauh.
Beberapa saat kemudian...
Sepertinya aku memang benar-benar butuh istirahat. Bagaimana tidak, aku mengalami hal yang aneh beberapa hari ini. Dan ya, kini tabib istana baru saja memeriksaku. Dan katanya tekanan darahku sedang rendah. Yang mana hal itu dikarenakan kurang tidur malam. Dan aku tidak bisa menafikan hal yang dikatakan oleh tabib. Karena kenyataannya memang begitu.
"Nona Ara harus relaks sejenak. Pikiran Nona sedang tidak stabil saat ini. Hal itu membuat tubuh kelelahan dan menimbulkan efek yang tidak-tidak. Mungkin Nona bisa pergi merelaksasikan diri dengan berjalan-jalan sebentar. Buang beban yang ada di pikiran sehingga hidup terasa lapang."
__ADS_1
Tabib istana yang berusia senja itu memaparkan bagaimana keadaanku yang sebenarnya. Tentu saja hal ini membuat Rain dan Cloud cemas dan saling melirik satu sama lain. Tatapan mereka seperti saling menyalahkan karena akhir-akhir ini aku ditugaskan dengan banyak pekerjaan. Tapi ya, aku menerimanya. Mungkin memang membutuhkan relaksasi sejenak.