Putri Yang Hilang 2

Putri Yang Hilang 2
Hanum 12


__ADS_3

Esok sore hari nya, seperti yang ku ucap kan semalam, aku pun menyambangi rumah yang di huni imam


Ketika aku kesana, imam begitu terkejut dengan kedatangan ku kembali rumah nya


'' assalamualaikum..'' salam ku pada nya yang terbengong seorang diri di teras rumah


'' kenapa balik..'' tanya nya lesu


" di jawab dulu salam ku kek, bukan langsung bertanya seperti itu.." semprot ku


Hehehe


" iya.. Lupa.."


ia sambil cengengesan saja, membuat ku mendengus kesal pada nya


'' mau ambil tas dan baju ku..'' saut ku singkat


'' oh..'' jawab nya tanpa menoleh ke arah ku


Aku hanya diam saja, aku pun masuk ke dalam tanpa memperduli kan ia, sengaja ku luang kan waktu ku untuk mengambil semua barang milik ku


Agar nanti aku tidak repot-repot lagi kemari, seperti apa yang ia katakan sebelum nya kepada ku


'' mau kemana..'' tanya nya ketika aku keluar dengan tas ku


'' mau balik lah, mau ngapain lagi..'' saut ku menatap nya sedikit heran


'' aku lapar, dari semalam bibi yang mengantar makanan ku tak kunjung mengantar kan apa pun kemari..'' ujar nya sedikit lesu


ku Hela nafas panjang, sedikit iba juga melihat nya yang memelas menahan lapar, aku pun meletak kan tas ransel ku asal


'' mau di masakin apa, di dapur gak ada apa pun..'' ujar ku menatap nya


'' masak mie instan aja gak apa... Kalau sendirian gak selera makan..'' saut nya antusias


'' menyebal kan...'' ucap ku kesal


Aku pun berjalan ke arah dapur dan mencari di mana keberadaan mie instan tersebut, setelah menemukan nya aku pun mulai pokus memasak


Untung mama sedikit mengajar kan ku tentang memasak, kalau tidak, entah lah, entah mau jadi apa nanti nya rumah tangga ku


'' ini sudah selesai..'' ujar ku ketika mie sudah matang dan ku taruh di atas meja


'' terima kasih..'' saut nya ketika ia duduk di meja makan


'' sudah kan, aku hendak pulang, taksi ku sudah menunggu sejak tadi..'' ucap ku kemudian


'' kau mau pulang.. Bagai mana makan malam ku nanti..'' ujar nya menatap ke arahku

__ADS_1


'' mana aku tau, aku sudah memasak kan mu sore ini, lebih baik beli saja sana, di luar sana kan banyak yang jual makanan langsung jadi..'' ucap ku memberi saran


sejenak ia mengaduk mie instan tersebut tanpa ia makan dan aku hanya memperhatikan nya saja


'' aku tidak bisa memakan masakan luaran..'' saut nya singkat membuat ku jadi bingung sendiri di sini


'' Hem... Menyusah kan ku lagi, sudah lah, biar ku kirim nanti dari tempat mama..'' putus ku kemudian


Aku tidak mau ambil pusing dengan nya, toh bukan kah diri ku tidak di anggap di sini, untuk apa aku berlama-lama di sini,


'' benar kah..'' tanya nya antusias


'' hemm...'' saut ku singkat


'' terima kasih..'' ujar nya lagi


ia pun kini terlihat sibuk dengan mie dalam mangkuk tersebut, aku pun membiar kan nya, dan berlalu pergi dari hadapan nya


mungkin hanya makan malam saja yang akan ku kirim, selebih nya terserah dia mau apa, aku tak perduli


ku angkat kembali tas ransel ku dan membawa nya pergi, kali ini aku tak mau berhenti jika ia menyuruh ku lagi


Sampai di dalam taksi, tak ada yang menyetop ku, jadi aku lebih leluasa untuk pergi tanpa ada penghalang


entah lah, entah mau di buat bagai mana pernikahan kami ini, aku sendiri bingung harus mengatakan apa pada nya


tiga puluh menit perjalanan menuju ke rumah mama, kini aku sudah berdiri di teras rumah mama dengan pemandangan mama yang bingung menatap ke arah ku


'' kenapa ma..'' jawab ku


'' kenapa kau membawa tas ransel begitu, apa kalian bertengkar atau kau terusir dari sana..'' tanya mama penuh selidik


kalau sudah begini, aku harus jawab apa coba kepada mama, jadi bingung sendiri harus mengatakan apa


'' heem... anu ma.. Kakak ingin pulang saja, rindu rumah...'' ujar ku berbohong kepada mama ku ini agar tak menghawatir kan ku


'' kenapa suami mu tidak ikut serta, tidak baik pergi dari rumah tanpa sepengetahuan suami mu..'' ujar mama menasehati ku yang ku balas cengiran kuda saja


harus kah aku mengatakan yang sejujur nya kepada mama, apa mama akan berkata begitu lagi pada ku nanti


Atau mama tidak perduli sama ku kelak, mama tidak tau saja, anak nya ini sudah terusir oleh suami nya sendiri


Apa mungkin aku tega memberitahu perihal ini kepada ke dua orang tua ku, mungkin hati ku tidak Setega itu


'' malah cengengesan pula..'' ucap mama geleng kepala melihat ku


'' Hanum masuk dulu ma,, mau mandi..'' ujar ku pamit dari hadapan mama berusaha untuk melarikan diri


takut nya terlalu lama di dekat mama malah yang ada nanti mama banyak bertanya yang tidak akan bisa ku jawab nanti

__ADS_1


'' kalau lapar mama tadi masak asam pedas di belakang..'' ujar mama sebelum aku beranjak dan berjalan ke dalam rumah


'' oke ma..'' saut ku singkat


mama memang sering masak asam pedas kesukaan ku, apa lagi asam pedas nila, membuat ku ingin makan lagi, dan makan lagi


Setelah ku langkah kan kaki ku masuk ke dalam, dan berjalan ke arah kamar yang biasa ku tempati,


sudah beberapa hari ini aku tidak bisa tidur nyenyak karena pertanyaan mama yang tak mampu untuk ku jawab


'' haaaa.... Rebahan memang tiada dua nya..'' ku hempas kan tubuh ini di atas ranjang yang tidak terlalu besar, namun cukup nyaman untuk ku seorang


Tok...


Tok


tok..


'' Siapa lagi ini..'' gumam ku bangkit dari rebahan ku,


'' mengganggu saja..'' ujar ku lagi


aku tau siapa pelaku yang mengetuk pintu kamar ku ini, dengan nada ketukan yang sedekimian rupa


ingin rasa nya ku tampol saja wajah nya agar ia tak berani mengganggu macan yang sedang tidur begini


'' ada apa..''' tanya ku galak setelah berhasil membuka pintu


Memperlihat kan wajah goufor dengan cengiran nya saja, yang mana membuat ku sedikit mencabik kan bibir ku kesal menatap ke arah nya


'' hehehe... Temani main..'' ajak nya menatap ku sambil menaik turun kan kedua alis nya


'' main kemana... Ke mbak.. Lala saja sana, kakak lagi mau istirahat dan mandi..'' usir ku cepat


'' mbak Lala hari ini gak ada masuk kerja, kata nya anak nya lagi sakit..'' ujar goufor masih memandang ke arah wajah ku


'' iisss... Mana bisa gitu, kakak mau mandi.. Sudah sama kakak yang lain saja..'' usir ku lagi berharap ia mau pergi


'' kakak yang lain pada kuliah, bang Ihsan juga sudah pergi lagi dua hari yang lalu..'' ujar goufor


'' sama mama sana ..''


'' mama marah, tadi aku pecah kan akuarium di sudut sana...'' aku nya


Membuat ku menatap tak percaya ke arah goufor, sudah sebesar ini masih saja membuat ulah


'' eh... Tunggu dulu, akuarium yang mana .'' tanya ku cepat


...****************...

__ADS_1


Jangan lupa like komen hadiah dan vot juga ya


Karena setiap dukungan kalian sangat berarti untuk penulis


__ADS_2