Putri Yang Hilang 2

Putri Yang Hilang 2
Hanum 14


__ADS_3

" Tanya-tanya sama orang, lagian kan mudah mencari alamat sini, tinggal pakai Mbah Google aja sudah sampai.." saut nya sambil tersenyum kuda menatap ku


Hem... Gak heran sih, jika ia bisa sampai di sini, apa lagi mengingat bidang usaha papa yang menjibung di daerah sini


Belum lagi usaha mama yang meningkat pesat tepat di samping rumah, memudah kan siapa saja mencari alamat rumah ini


Kami sejenak terdiam ketika menikmati makan malam yang sudah terlambat jauh


Biasa nya makan malam itu sekitar jam tujuh sampai jam delapan, ini sudah pukul sepuluh malam


Selesai makan, aku pun memberes kan piring kotor dan meletak kan nya di wastafel karena besok pagi pasti ada yang membersih kan nya


" Habis makan, mata ku terasa pedas..," ujar nya menatap ku


" Pedas kenapa, apa mata mu terkena cabai.." saut ku sambil berjalan ke ruang tamu


Di Sana sudah tak ada mama dan lain nya, mungkin mereka sedang sibuk dengan urusan mereka masing-masing


" Kau pulang lah, aku sudah mengantuk.." usir ku pada nya


Lihat lah, ia malah cengengesan kembali menatap ku, membuat ku jengkel saja melihat nya


" Aku di suruh menginap di sini sama mama.." ucap nya tanpa dosa dan duduk di sofa


" Apa...? Kamu menginap, yang benar saja.." ujar ku terkejut mendengar perkataan nya


" Ya.. mama yang menyuruh ku..." Saut nya pula


" Terserah kau saja lah, aku sudah mengantuk.." ucap ku kesal


Melihat nya yang duduk, aku inisiatif melarikan diri ke kamar meninggal kan nya seorang diri di ruang tamu


" Mau kemana.." sial nya tangan ku langsung di cekal oleh nya


Membuat ku tak bisa melangkah kan kaki karena di tahan oleh nya


" Mau tidur lah, mau ngapain lagi coba.." sungut ku kesal sambil menepis tangan nya


" Aku ikut.." ujar nya


Ia pun bangkit dari duduk nya dengan posisi tangan nya masih mencekal pergelangan tangan ku


" Tidak mungkin aku menolak penawaran mama mu, karena niat awal, aku hanya ingin menagih janji makan malam ku, tapi kau tidak kunjung mengantar nya kan.." ujar nya sebelum melangkah kan kaki


" Astagfirullah.. aku lupa.." saut ku memutar tubuh ku ke arah nya

__ADS_1


" Aduh..."


Bukan nya menatap nya, malah kening ku terbentur oleh dagu nya


" Gimana sih, jalan gak lihat-lihat.." sungut ku kesal sambil menahan sakit


" Kamu nya aja yang memutar badan mengenai ku.." saut nya terkekeh kecil


Tak menghirau kan nya, ku putar kembali tubuh ku dan melangkah ke kamar milik ku


" Masih sakit tidak.." tanya nya setelah kami sampai di kamar


" Tau ah.." sungut ku menghempas kan tubuh ku ke atas ranjang


" Eh..eh..eh.. jangan baringan dulu, habis makan juga.." lerai nya menarik tangan ku agar terduduk


" Kenapa sih... Orang udah ngantuk juga.." sungut ku


" Gak boleh, minimal dua puluh menit setelah makan baru boleh berbaring.." ujar nya lagi memberitahu ku


Entah lah, aturan dari mana yang ia dapat kan itu, aku hanya menurut saja, sebal juga sebenar nya mendapat perutaran seperti itu


" Mama dulu pernah bilang, setelah makan itu gak boleh langsung baringan nanti terkena apa ya.. kok aku lupa ya.." ucap nya sembari berpikir


" Terlalu banyak aturan kamu.." sungut ku kesal


Detik kemudian, ia merogoh saku celana. Nya dan mengambil ponsel kesayangan nya


" Minta no kamu dong... Biar gak susah kalau mau sesuatu.." ia pun menjulur kan ponsel nya ke hadapanku


" Gak mau ah,, minta no karena butuh aja.." tolak ku secara spontan


" Ya.. gimana ya... Mau melepas kan mu gak mungkin, karena kita baru saja menikah dan tidak semudah itu mengubah status kita kembali, walau pun pernikahan kita karena terpaksa.." ujar nya pula


Sejenak aku pun berpikir mengarah kesana, benar juga yang di ucap kan oleh nya, terkadang tua nya usia tidak mendewasakan kita bahkan di usia muda pun bisa berpikir dewasa


" Jadi.. kau mau nya bagai mana.." tanya ku pula


" Bagai mana jika kita membuat perjanjian saja, karena aku juga masih memiliki kekasih.." jawab nya


Yang mana perkataan terakhir nya membuat ku sedikit tersakiti, walau pun belum ada cinta yang tumbuh di hati ku,


Akan tetapi sakit juga di kala mendengar pengakuan nya barusan, bagai kan tersayat hati ini


" Bagai mana kalau aku tidak mau.." putus ku

__ADS_1


" Jangan gegabah mengambil keputusan, setidak nya tunggu tiga bulan lebih pernikahan kita ini, baru mengambil keputusan untuk berpisah.." saut nya


" Atur saja, aku tak mau ambil pusing dengan peraturan mu, tapi yang ku mau, kita tidak saling bersentuhan walau pun kita satu atap.." putus ku memberi syarat pertama yang harus di setujui


" Aku setuju dengan ide mu, besok pagi aku akan membuat surat perjanjian kita dan sore nya aku akan membawa nya kepada mu.. bagai mana.." tanya nya pula


" Oke.. aku setuju.. asal kan isi perjanjian nya tidak di luar nalar.." jawab ku cepat


" Tidak akan.." saut nya cepat


" Baik lah, atur saja.." saut ku cuek


" Oh.. iya, aku belum memperkenal kan diri dengan baik..'' ujar nya pula


'' tidak usah, asal kan kau baik aku pun menghargai mu..'' jawab ku asal.


yang mana membuat nya tercengang atas penolakan ku tadi, sebenar nya kau geli sendiri melihat nya namun aku menahan tawa ku agar tidak tertawa


Malam semakin larut aku dan imam sama-sama mulai memejam kan mata, sebenar nya ada sedikit rasa canggung yang ku rasa kan, tapi tidak mungkin aku mengusir anak orang tengah malam begini


***


esok pagi aku bergegas bangun begitu mendengar suara azan berkumandang, ku gerak kan badan ini namun terasa sangat berat membuat ku urung bangkit


'' astagfirullah hal'azim berat sekali tubuh ku..'' keluh ku lirih


Aku tak tau benda apa yang menimpah ku saat ini, ku coba untuk membuka mata ku perlahan, dan melihat benda apa yang menimpah ku saat ini


'' astagfirullah.. Tangan siapa ini..'' ucapku panik setengah mati


ku toleh ke arah samping, Astagfirullah ternyata aku melupakan sesuatu, saat ini aku tidur tidak sedang sendiri, melain kan ada imam di samping ku


'' hei.. Bangun, tolong lepas kan pelukan mu pada ku..'' ujar ku menggoyah kan lengan nya


'' eh.. Maaf..'' ujar nya, ia pun menjauh dari sisi ku, dengan cepat aku bergeser dan turun dari ranjang ini


Aku bergegas ke kamar mandi untuk menunai kan sholat subuh dan akan membantu mama di dapur setelah nya


'' aku mau pulang..'' ujar imam terduduk di atas ranjang


Setelah aku selesai sholat, ku lihat imam sudah duduk di tepian ranjang dan menatap ke arah ku


...****************...


Jangan lupa like komen hadiah dan vot nya ya,

__ADS_1


Karena setiap dukungan kalian sangat bermanfaat untuk penulis


__ADS_2