Putri Yang Hilang 2

Putri Yang Hilang 2
hanum 19


__ADS_3

Sesampai nya di tempat yang di tuju, Kahfi memarkir kan mobil nya di salah satu mall terbesar di kota A ini,


'' mau apa sih kemari..'' tanya ku mulai jengah, soal nya sedari tadi pertanyaan ku tak kunjung terjawab


'' ayo masuk saja, nanti kakak juga tau..'' jawaban yang sama terlontar dari kahfi sejak tadi membuat ku mulai jengah kepada nya


dengan langkah malas ku ikuti langkah kaki Kahfi yang menuju masuk ke dalam mall dan membawa ku ke sesuatu tokoh perhiasan


'' kenapa kemari, mau membelikan mama emas sebagai kado.. tapi mama masih lama ulang tahun nya .'' ucap ku menatap nya penuh selidik


'' bukan untuk mama lah, dua bulan lalu aku sudah mengirim kan mama hadiah,..'' ujar nya semakin membuat ku penasaran


'' kak pilih kan satu cincin yang cantik dan manis, yang pantas untuk cewek..'' pinta Kahfi padaku


'' mau untuk siapa .'' ku tatap wajah nya sejenak sebelum ku toleh kan pandangan ku ke arah jejeran emas yang berada di dalam steling


'' untuk gadis pujaan ku..'' ujar nya sambil tersenyum malu


'' wah.. sudah ada incaran ya..'' todong ku cepat, membuat Kahfi bertambah malu


'' sudah cepat pilih kan saja mana yang paling bagus..'' ucap nya menyuruh ku


'' anda harus memberi penjelasan setelah ini tuan..'' ucap ku pada nya


'' tentu saja, nanti sepulang dari sini, ikut lah dengan ku pulang ke rumah, semua keluarga telah menanti mu di rumah.. bawa serta suami mu..'' ujar Kahfi


'' wah.. ada rencana apa ini, kenapa kau tidak berbicara sebelum nya..'' ujar ku bertambah heran kepada nya


kenapa semua keluarga sudah berkumpul di rumah, sedang kan aku tak tau sama sekali, ada acara apa di rumah


'' eh..Hanum...'' sapa seseorang membuat ku menoleh ke arah nya, karena suara nya amat familier bagi ku


sejenak ku toleh kan arah pandang mata ku ke arah sebelah kanan, yang terdapat seseorang yang tengah menyapa ku tadi


'' eh.. Karin, sedang apa kau di sini..'' tanya ku sambil tersenyum lebar kepada Karin


ternyata Karin lah orang yang memanggil ku, sahabat ku sejak sekolah menengah atas dan hingga lulus kuliah


'' tidak menyangka, aku bisa bertemu dengan mu, aku sedang memilih perhiasan untuk pertunangan ku dengan kekasih ku..'' ucap Karin sambil tersenyum bahagia


melihat teman bahagia, aku pun ikut bahagia melihat nya tersenyum senang,


'' wah.. kapan kau akan bertunangan, kenapa tidak mengabari ku..'' tanya ku antusias

__ADS_1


tidak mungkin ku melewatkan hari bahagia sahabat ku sendiri yang sejak aliyah dan kuliah bersama


'' maaf kan aku Hanum, aku melupakan mu, untung kita berjumpa di sini, sekalian saja aku mengundang mu ya..'' ujar nya sambil tertawa malu


'' kapan akan di laksanakan hari bahagia mu itu..'' tanya ku lagi


'' nanti ku kabari melalui wa kau tenang saja..?'' ucap Karin membuat ku hanya mengangguk saja


'' kau dengan siapa kemari, dan ada keperluan apa..'' tanya Karin menatap ke arah belakang ku, yang terdapat Kahfi sedang berdiri dengan gagah nya di balik badan ku


'' oh.. ini? kenal kan, ini Kahfi...


belum sempat ku menerus kan perkataan ku, dan terdengar sayup-sayup suara orang menyebut nama ku


'' Hanum..'' ujar seseorang dengan nada lirih, aku pun menoleh ke sumber suara yang menyebut nama ku itu


Ia baru saja bergabung dengan Karin, tapi nada suara nya tidak asing bagi ku, 5idak mungkin aku melupakan suara ini


'' eh... Yang,, ini kenalin teman aku, dan ini...''


'' Kahfi..'' saut Kahfi sambil tersenyum ramah


'' oh.. Kahfi toh nama nya..'' ujar Karin terkekeh kecil


ketika aku melihat seseorang yang berada di samping Karin, rasa nya dada ini terasa sesak, dan nafas ini terasa tercekat ketika melihat mas imam berada di dekat karin


aku hanya menatap nya sejak tadi tanpa berkedip, apa kah ia tau apa yang ia lakukan saat ini kepada ku, apa kah memang ini yang ia ingin kan


'' eh.. iya,, saya imam Rahardian..?'' ujar nya menjulur kan tangan kepada ku sedikit ragu


melihat nya seperti itu, aku hanya bisa tersenyum getir ketika mas imam malah berpura-pura menjulur kan tangan nya untuk berkenalan kepada ku


baik lah, aku akan ikuti permainan mu kali ini mas, kau sendiri yang pura-pura tidak mengenal ku,


dan apa tadi? mereka akan bertunangan, ingin rasa nya aku berteriak di depan Karin sahabat ku ini, bahwa aku ini adalah istri dari kekasih nya itu


'' Hanum..'' saut ku singkat


ia sejenak menatap ku dengan tatapan bingun dan entah lah, aku tidak bisa membaca pikiran nya saat ini


biar lah mas imam ingin berbuat apa, aku akan mengikuti permainan nya saja, sampai di mana ia bisa berpura-pura dan bersandiwara belaka


'' imam..''

__ADS_1


'' Kahfi..'' saut Kahfi menjulur kan tangan nya ke arah imam


'' kalian lanjut saja mencari yang cocok, saya dan dia mencari di tokoh yang lain saja, di sini kurang cocok seperti nya..'' ujar ku berpamitan kepada Karin dan juga mas imam


'' oh.. kalau begitu, sampai jumpa di lain waktu..'' ucap Karin sedikit bingung denganku


'' ayo Kahfi, kita cari di tokoh lain saja..'' ajak ku pada Kahfi


kahfi sempat mencuri pandang ke arah wanita tadi, dan melirik ke arah ku dengan tatapan tidak bisa di artikan


'' tapi kak? kita belum melihat sedikit pun di sana, kenapa kakak menyimpul kan hal seperti itu..'' ujar Kahfi sedikit bingun dengan ku


'' sudah ikut saja..'' ajak ku, sambil menarik tangan nya agar menjauh dari tokoh emas tadi


karena ada mas imam di sana, dan tak mungkin aku mengatakan hal demikian kepada Kahfi dan juga Karin


akan menimbulkan masalah baru nanti nya, jika aku sudah berada di rumah sepi terasa seperti neraka dan di tengah hutan tersebut


'' tidak biasa nya kakak seperti itu, apa ada masalah, antara kakak dan kak Karin..'' ujar Kahfi memang mengetahui siapa karin


'' tidak ada, ayo cepat, jadi


atau tidak mencari perhiasan nya..?'' ucap ku seraya menatap nya


'' tentu jadi dong, kakak gimana sih.'' ucap Kahfi kesal


membuat ku terkekeh kecil atas kekesalan nya yang terlontar dari mulut nya


ku rangkul Kahfi sambil berjalan meninggal kan tokoh emas yang pertama kami datangi, karena ada nya mas imam di sana,


tidak mungkin aku bertahan di sana, yang ada aku nanti nya bingung harus mengatakan apa


tak ku sadari ternyata mas imam melihat kepergian kami, ia terus saja menatap ke arah mana kami pergi


entah apa tujuan nya, namun aku masa bodoh dengan itu semua, apa ia tidak kembali semalaman karena ini


karena ia ingin bertunangan dengan sahabat ku sendiri, sungguh luar biasa, meninggal kan aku demi wanita lain....


...****************...


Jangan lupa untuk like


Dan komentar yang baik,

__ADS_1


Hadiah dan vot


Karena setiap dukungan kalian sangat berarti untuk penulis


__ADS_2