Putri Yang Hilang 2

Putri Yang Hilang 2
Hanum 37


__ADS_3

" Namun bisa juga menjauhkan yang sudah dekat tepat di samping mas, karena ketidak mauan kita berdua.."


" maka Gunakanlah perjodohan ini dengan bijak mas, karena tidak ada lagi Pengingat yang abadi di dunia ini selain Allah, karena kita di persatu kan memalui perjodohan ini atas dasar jodoh oleh Allah,.dan juga kita bisa berpisah karena ketidak cocokan bersama mas.." ucap ku panjang lebar


" sekarang terserah sama mas, kalau memang mas mau pisah..ayo.." ajak ku lagi pada nya


  seketika mam imam langsung menoleh ke arah ku dengan cepat secepat kilat


  " sudah mama meninggal kan ku, aku terusir dari rumah, Karin menikah dengan lelaki lain, sekarang kau juga hendak meninggal kan ku.." ujar mas imam lirih, membuat ku di ambang prustasi


  " lalu apa mau mas..aku bicara panjang lebar begitu mas hanya diam saja dan ketika aku mengajak berpisah, mas malah marah, lalu aku harus bagai mana mas, kesabaran ku sudah habis mas.." ucap ku berlinang air mata


Air mata yang ku tahan sejak lama akhir nya terjatuh juga, karena aku sudah tidak kuat lagi menghadapi sikap mas imam yang seperti ini


saat ini aku berada di Pase bosan dan lelah menghadapi kehidupan ku dengan mas imam, ingin rasa nya aku lari sejauh mungkin dari kehidupan ini


Dan Ketika aku menunduk ke bawah, ku rasakan pergerakan diri nya di samping ku, karena saat ini kami sedang duduk di atas sofa kamar


Setelah makan malam bersama, aku memutus kan untuk ke kamar saja ketimbang bergabung kembali bersama keluarga besar ku


Ku kira mas imam akan pergi keluar kamar ketika aku sudah mulai marah pada nya seperti biasa,


namun kali ini berbeda, mas imam mendekat ke arah ku dan langsung mengangkat tubuh ini


Membuat ku terpekik kaget atas tindakan nya barusan


  " turun kan aku mas.." ujar ku meronta minta turun ketika mas imam mengangkat ku


  '' tidak akan..'' saut mas imam lirih


Membuat ku menghela nafas panjang ketika ia malah kekeh mengangkat ku dan membawa ku ke atas ranjang


'' mas mau apa.. Turun kan aku..'' ujar ku lagi


  " mengunci mu agar tidak pergi dari ku.." sautan singkat ku dengar dari mas imam


Jujur aku bingung dengan apa yang ia ucap kan barusan, mengunci ku agar tidak pergi dari nya, apa maksud nya


 " apa maksud mas.." tanya ku bingung


  Tapi mas imam hanya diam saja tanpa menjawab pertanyaan ku, membuat ku sebal saja


Perlahan tapi pasti tubuh ku mendarat di atas ranjang, sejenak ku tatap wajah nya. ada yang aneh menurut ku, ketika melihat wajah mas imam yang terus menatap ku

__ADS_1


Perlahan mas imam mendekat kan wajah nya ke arah ku, dan saat itu juga aku panik seketika


'' mas mau apa..'' panik ku menatap mas imam yang malah mendekat kan wajah nya ke arah ku


Tapi mas imam diam saja ketika aku sudah panik, ia malah mengunci ku ketika aku hendak bergerak


'' jangan mendekat mas..'' panik nya bukan main ketika mas imam malah merapat kan tubuh nya ke arah ku


cup..


Satu kecupan mendarat di pipi ku, membuat ku langsung memegang sebelah pipi ku dan menatap mas imam sedikit takut


'' mas kenapa sih, aku takut ini loh..'' aku ku jujur pada nya


Ia malah terkekeh kecil mendengar ocehan ku, membuat ku mengerang kesal kepada mas imam


secepat kilat aku bergerak ingin turun dari ranjang ketika melihat senyum aneh nya, bagai mana tidak, ia begitu menyeram kan menurut ku


'' mau kemana..'' tanya nya malah mengungkung tubuh ku dengan cepat


Sudah aku panikan, ia malah mengurung ku, semakin panik lah diri ku ini, aku menatap kesal ke arah mas imam


Entah bagai mana cerita nya ia malah menguasai diri ku ini sampai di mana aku harus pasrah di buat oleh ke adaan


di mana kini malam pertama yang lama tertunda terjadi karena mas imam tak ingin melepas kan ku


***


mentari telah terbit begitu terang, ketika aku bangun tubuh ini rasa nya semua kaku dan sakit semua


Seperti di terjang badai, semua tubuh ku rasa nya mau remuk, mas imam benar-benar melakukan malam pertama hingga jam tiga subuh


'' ya..Allah kenapa sesakit ini tubuh ku..? Keluh ku ketika aku hendak duduk


'' ini lagi, tangan nya kenapa memeluk ku begitu erat..'' ucap ku menyingkir kan tangan mas imam dari atas perut ku


Namun pergerakan kecil yang ku perbuat membuat mas imam terkejut dan terbangun dari tidur nya


'' mau kemana..'' tanya mas imam dengan suara lirih kas bangun tidur,


'' mau mandi mas, aku sudah terlambat hendak sholat subuh..'' ujar ku pelan


Seketika ia menggeliat kan tubuh nya, ku kira ia akan tertidur lagi, namun ketika aku menurun kan ke dua kaki ku

__ADS_1


Mas imam malah membopong tubuh polos ku ke arah kamar mandi


'' mas.. Turun kan aku,, aku masih bisa jalan sendiri..'' pinta ku pada mas imam


Tidak hanya karena itu juga, aku malu ketika mas imam malah membopong tubuh polos ku ini, karena ini kali pertama aku berpenampilan seperti ini


'' yakin bisa jalan.'' tanya nya seperti itu


Membuat ku mengerut kan kening bingung ketika mas imam malah melontar kan pertanyaan seperti itu


'' yakin lah, aku kan masih punya kaki mas..'' ucap ku mendongak menatap nya


Akan tetapi mas imam tidak mau menurun kan ku, ia malah membawa ku ke kamar mandi dan menurun kan ku di dalam kamar mandi


alhasil, kami mandi berdua dengan mas imam di bawah shower dan aku di dalam bak mandi milik ku


Selesai mandi aku pun menunai kan sholat subuh ku yang sudah tertunda dan setelah aku mandi besar


'' mau sarapan di sini atau di kamar saja..'' tanya mas imam ketika aku sudah selesai berhias


'' mau sarapan bareng keluarga aja, nanti kalau makan di kamar, di kira aku sakit lagi.. Sama mama dan papa..'' ujar ku


'' pakai hijab nya..'' suruh mas imam


Membuat ku bingung, biasa nya aku tidak menggunakan hijab, kalau hanya keluarga ku saja, namun berbeda ketika keluarga besar ku datang, Aku akan menggunakan hijab ku


'' kenapa mas, apa ada tamu yang datang..'' tanya ku mengerut kan kaning ku


ia malah terkekeh kecil menatap ke arah ku, perlahan ia berjalan dan menunjuk salah satu di area leher ku,


Seketika aku menatap arah tunjuk tangan nya ke arah kaca, dan membuat ku mata ku mekar seketika


'' leher ku kenapa ini.'' tanya ku panik


Yang di tanya malah menertawa kan ku, membuat ku semakin sebal menatap ke arah mas imam.


...****************...


Jangan lupa untuk like sebanyak-banyaknya


Dan beri kan komentar yang baik di setiap episode


Hadiah dan juga vot

__ADS_1


Karena setiap like dan komen kalian sangat berarti untuk penulis,


tentu untuk penyemangat dalam menulis agar lebih rajin lagi up nya


__ADS_2