Putri Yang Hilang 2

Putri Yang Hilang 2
Hanum 33


__ADS_3

setelah keramaian telah redup, lelah pun sedikit berkurang, kini mas imam tengah di sidang oleh papa dan mama di ruang tamu


Aku hanya jadi penonton setia saja, bola mata ku seakan berpindah ke Kanan dan ke kiri menatap mereka yang saling lempar kata


  " bagai mana nak imam, apa kah kau sanggup untuk menerus kan pernikahan kalian, atau mau berhenti sampai di sini saja.." ujar papa membuka suara


" aku bingung pa.." ucap mas imam


sautan macam apa itu, tidak memuas kan sama sekali bagi ku


  " tidak ada yang perlu di bingung kan, papa ingin keputusan yang tegas dari kamu, papa gak mau anak papa tersakiti hanya karena kamu.." ujar papa lembut


Mas imam nampak bingung sekali, ia seperti nya berpikir keras entah jalan mana yang harus di ambil nya


  " walau pun kalian berpisah, papa tidak akan melepas kan mu begitu saja, karena mama dan papa sudah berjanji akan menjaga mu seperti anak sendiri, jadi pikir kan dari sekarang. Kamu mau mengambil keputusan seperti apa.." ujar mama pula


sedang kan mas imam menatap mama dan papa secara bergantian, mungkin ia bingung dengan perkataan mama


  " maksud nya bagai mana ma.." tanya mas imam


  " kamu tetap jadi anak kami, karena kami sudah memegang amanat untuk menjaga mu sampai kapan pun itu, sampai kamu bisa mencari kebahagiaan mu.."


" kalau kamu memilih berpisah dengan anak mama, mama terima keputusan kamu, yang penting kamu tidak lagi menyakiti anak mama." ujar mama


  mungkin ada rasa bersalah di raut wajah mas imam yang tak bisa di jelas kan, sedang kan aku hanya memilih diam,


Karena permasalahan ku sudah ku serah kan kepada mama dan papa, aku tak mau ikut campur dalam hal ini


  " kami tidak melarang mu untuk melamar Karin, jika kamu mau bersama dengan nya, papa akan melamar kan nya sebagai keluarga mu, tapi papa pinta, kamu segera lepas kan anak papa dengan baik.." ucap papa lagi


  sungguh mertua yang luar biasa, tak ingin melihat anak nya tersakiti dan tak ingin melihat menantu nya menderita


   " aku sudah tidak ada hubungan lagi dengan Karin pa, Karin telah blok aku dari sosial media nya mau pun pribadi.." ujar mas imam tertunduk lesu


  " jadi? sekarang kamu ambil keputusan apa.." tanya papa


  " seandainya, jika aku bertahan dengan anak papa, apa papa dan mama masih mau menerima ku sebagai menantu lagi.." tanya mas imam sedikit takut dan menunduk


Ia mengalih kan pandangan nya dari mama dan papa, mungkin ia malu atas perbuatan nya tempo hari


  " lihat bagai mana cara kamu memperlakukan anak papa dengan baik, kalau kamu masih sama seperti yang kemarin-kemarin, mungkin papa akan menolak mu sebagai menantu.." ujar papa

__ADS_1


Sungguh membosan kan di sini, rasa nya aku ingin beristirahat saja di kamar, karena aku sudah lelah juga berada di sini hanya menjadi patung yang tak berguna


  " kalau mama dan papa masih mau menerima ku, aku janji tidak akan mengulang kesalahan ku yang lalu, kalau memang aku tidak menepati janji ku, papa bisa ambil semua bidang usaha ku dan juga semua aset ku yang papa pegang saat ini.." ujar mas imam meyakin kan mama dan papa


" ma.. Pa, Hanum boleh ke kamar tidak, Hanum sudah mengantuk.." akhir nya aku buka suara juga


Karena duduk di sini tanpa berbicara membuat ku terserang jenuh seketika


  " kamu ngantuk kak, baru juga jam berapa ini.." ujar papa melirik arloji nya


  " eh.. Sudah jam sepuluh malam ma, ayo tidur.." ajak papa tiba-tiba saja berdiri dari duduk nya


" loh.. Ini pembahasan nya bagai mana ma..pa.." tanya mas imam menatap kepergian papa dan mama dengan bingung


 karena pembahasan belum juga usai, mama dan papa sudah meninggal kan nya begitu saja


  " lanjut besok saja, lebih baik kau San Hanum pergi tidur saja, agar besok lebih enak pembahasan nya." saut papa


'' PESAN PAPA KEPADA MENANTU PAPA''


'' PAPA Lah Yang pertama kali memeluk putriku adalah aku.''


''Yang pertama merawat putriku adalah aku.''


''BUKAN KAMU.?


'' Tetapi, Aku berharap kamu ( menantuku )


akan menjadi orang yang menemani putriku


seumur hidupnya.''


'' Jangan kau sakiti dia, apalagi perasaannya... Dan apabila suatu hari nanti..kamu tak mencintainya lagi., Jagan beritahu dia..?


'' Tapi beri tahulah kepadaku.,Aku akan membawanya " PULANG "


'' Tidak ada hubungan tanpa perdebatan., Apapun masalahnya..Semoga selalu di berikan jalan keluar, Tanpa harus saling meninggalkan.. Karena.?


'' Wanita yang kini menjadi istrimu, adalah bidadari kecil yang dulu sangat dicintai oleh papa.., Sesekali lihat dengan hati ketika istrimu sedang mengabdikan dirinya kepadamu.


'' mama yang melahirkannya dengan bertaruh nyawa. papa yang menafkahi dan mengurusnya hingga besar bahkan hingga lulus berpendidikan.

__ADS_1


'' dan ⁣Ketika ia dewasa, Hanum dengan ikhlas diserahkan kepadamu untuk kau jadikan istri.


'' Bukan melayani orang yang pernah membesarkannya, Tapi justru mengabdikan dirinya di separuh sisa hidupnya kepadamu.


'' Lihat istrimu, dia bukan wanita yang lahir langsung besar dan dewasa, Dia lahir dan besar oleh perjuangan, Ada darah, keringat dan air mata, ⁣Lalu? pantaskah engkau memakinya ketika ia melakukan kesalahan kecil ?⁣ Lalu? pantaskah engkau menyakiti hatinya ?⁣ ujar papa panjang lebar pada mas imam sebelum merangkul mama untuk masuk ke dalam kamar meninggal kan kami berdua


Sedang kan Kahfi sudah masuk ke kamar sejak tadi, Ihsan jangan di tanya, pasti nya ia sudah kabur bersama teman-teman nya


sedang kan asik ku yang lain, sudah tertidur sejak tadi, di mana ke dua kembar dan adik kecil ku sudah tidur selepas shalat isya


  " kau mau kemana.." tanya nya pada ku ketika aku sudah beranjak


  " mau masuk ke kamar, mau apa lagi, kan tadi aku juga sudah bilang, mau masuk ke kamar ." saut ku menoleh sejenak ke arah nya


  " aku ikut.." ucap mas imam berdiri dari duduk nya mengikuti langkah kaki ku


" aku masih punya kesempatan kan, untuk memperbaiki kesalahan ku pada mu.." ujar mas imam ketika aku sudah duduk di tepian ranjang


  " tergantung perlakuan mu, kalau kau masih begini saja, lebih baik lepas kan aku.." ujar ku menarik selimut batas perut


  ku dengar helaan nafas mas imam yang begitu dalam dan menatap ke arah ku sejenak


 " aku janji, aku akan memperbaiki kesalahan ku pada mu." ucap mas imam tertunduk lesu


Aku yang melihat nya, ia seperti tidak ada semangat nya sama sekali, ia seperti ragu akan pernyataan yang ia buat


  " janji bagi ku itu tidak lah hal yang paling penting, aku hanya butuh bukti, bukan janji " ujar ku pada nya


Seketika ia mendongak menatap ke arah ku yang tidak jauh dari sofa, karena aku kini sedang di atas ranjang


...****************...


Jangan lupa untuk like sebanyak-banyaknya


Dan beri kan komentar yang baik di setiap episode


Hadiah dan juga vot


Karena setiap like dan komen kalian sangat berarti untuk penulis,


tentu untuk penyemangat dalam menulis agar lebih rajin lagi up nya

__ADS_1


__ADS_2