
'' mari ikut saya sebentar, ada yang mau di bicarakan oleh pasien kepada anda..'' ujar suster tersebut dengan ramah nya
Mama pun mengangguk sebentar dan mengikuti langkah kaki suster masuk ke dalam ruangan
tak berapa lama, ada seorang anak muda yang terburu-buru masuk ke dalam ruangan yang sama,
Aku dan papa saling tatap melihat ke arah pemuda tersebut, mungkin kini usia nya tidak beda jauh dari Kahfi adik ke dua ku
'' maaf semua boleh masuk ke dalam, atas permintaan pasien..'' ujar suster yang tadi memanggil mama
Hanya tinggal kami bertiga, pemuda tadi menerobos masuk ke dalam tanpa permisi lebih dulu
Kami bertiga bergegas masuk ke dalam seperti permintaan perawat tadi,
'' baik sus..'' ucap papa menggenggam tangan ku masuk ke dalam ruang rawat Tante Ica
setiba nya di dalam, ketegangan pun mulai terjadi, di mana semua menatap ke arah ku penuh harap
Sedang kan pemuda tadi, ia terlihat menangis di hadapan Tante Ica sambil menggenggam tangan Tante Ica
'' bagai mana ini, apa kah kamu bersedia kak..'' mama datang mendekat ke arah ku
'' maksud nya bagai mana ini ma..'' bingung tentu saja aku dan juga dengan papa
'' Tante Ica meminta kamu menjadi menantu nya hari ini..'' ujar mama menangis sedih
sejenak ku Hela nafas panjang sebelum mengambil keputusan yang benar dan tepat, apakah diri ini sudah siap atau belum
'' bagai mana? apa sudah bisa di mulai..'' ujar seseorang pada kami ketika aku dan papa saling tatap
'' apa nya yang bisa di mulai.'' tanya papa tentu saja heran
sedang kan aku tak kalah bingung nya dengan papa yang kini menatap ke arahku
'' ijab kabul nya, karena permintaan dari ibu Ica untuk terakhir kali, Ica ingin melihat anak nya menikah di hadapan nya saat ini juga..'' ujar om Malik mendekat ke arah kami
'' tapi bagai mana ini, tidak ada persiapan sama sekali..'' ujar papa kebingungan
'' saya sudah menyiap kan nya jauh-jauh hari pak.. Maaf kan saya..'' ujar suami dari Tante Ica terlihat sungkan
'' bagai mana ini nak..'' tanya papa menatap ku penuh iba
__ADS_1
'' terserah mama dan papa saja..'' ucap ku mengambil keputusan
Sebenar nya aku belum siap sama sekali, apa lagi aku belum mengenal nya sama sekali,
'' tapi ini harus dengan persetujuan kamu nak..'' ujar papa dengan lembut
'' Hamm... Hanum ikhlas kok pa,, asal kan Hanum masih boleh berkunjung ke rumah mama dan papa saja..'' ujar ku sedikit tegang
Bagai mana tidak, sebentar lagi status ku sudah berubah, tidak lagi gadis, melain kan akan menjadi istri orang
'' mana mungkin papa melarang kamu bertemu ke rumah, itu hunian kamu sejak kecil..'' ujar papa lembut sambil membelai rambut ku yang terlapisi hijab
lihat lah, sekedar untuk memastikan siapa suami ku ke depan nya saja aku tidak sanggup, apa lagi mendengar kalimat lantang yang terucap dari para saksi yang mengatakan sah pernikahan ku saat ini
Setelah kata sah terucap, ketegangan kembali terjadi, bagai mana tidak, Tante Ica yang notabene nya sebagai ibu mertua ku
Kini telah Menghembus kan nafas terakhir ketika kata sah terucap dari para saksi
lihat lah suami ku yang tadi nya berjabat tangan dengan papa ku, kini ia menangis simpul di depan ibu mertua ku yang sudah memejam kan mata untuk selamanya
'' innalilahi wa innailaihi rojiun... ibu Ica sudah menghembus kan nafas terakhir nya. Semoga keluarga yang di tinggal kan ikhlas dan sabar serta tabah menerima semua ini.'' ujar dokter setelah memeriksa denyut nadi ibu mertua ku sudah tidak ada lagi
'' innalilahi wa innailaihi rojiun...'' ujar ku ketika mendengar perkataan sang dokter
tak berapa lama, semua di suruh menunggu di luar oleh perawat, mereka bertugas membersih kan almarhum Tante Ica
tapi sejak tadi, yang ku heran kan, kenapa tidak ada raut wajah kesedihan di mata suami nya
menjadi tanda tanya besar di hati ku sejak pagi tadi, namun tidak mungkin aku mencampuri urusan keluarga ini
'' kamu mau ikut ke rumah mama dulu, apa mau ikut suami kamu..'' tanya mama sejenak
karena hari ini juga ibu mertua ku akan di makam kan di tempat terakhir nya beristirahat
'' mama mau kemana..' tanya ku
'' mama mau pulang sebentar mau ganti baju dan nanti ke rumah mertua mu..'' ujar mama
sejenak aku berpikir, untuk apa aku menetap di sini, lihat lah semua tidak ada yang memperdulikan aku
'' lebih baik aku ikut mama saja pulang..''' pinta ku
__ADS_1
''oh... Kalau begitu ayo, sebelum nanti tenaga kita di butuh kan..'' ujar mama
Aku pun mengangguk samar sebelum mama berpamitan sebentar kepada suami dari ibu mertua ku
Setelah nya kami pun benar-benar pergi meninggal kan rumah sakit ini sebelum nanti kembali ke rumah almarhumah
'' beneran ini ma.. Mau pulang lebih dulu..'' tanya papa setiba nya kami di mobil
'' iya pa, sekalian mau titip pesan sama Aisyah, agar mau menjaga goufor..'' saut mama
Papa hanya mengangguk saja, dan sekilas menatap ke arah ku
'' kakak juga ikut pulang, apa kamu sudah pamitan dengan suami mu..'' tanya papa pula kepada ku
'' iya pa.. di sini tidak ada teman..'' ujar ku
'' pamit lebih dulu kepada suami mu, tidak enak meninggal kan nya begitu saja,..'' suruh papa kepada ku
Sepersekian detik, aku terdiam sejenak, sebelum berjalan ke dalam kembali mencari keberadaan suami yang tak ku kenali itu
'' om.. Kemana..'' ucapan ku menggantung, karena aku tidak tau siapa nama suami ku
'' oh.. Suami kamu, ada di sebelah sana..'' tunjuk om Malik
Aku pun mengikuti arah tunjuk om Malik, dan melihat, ia sedang duduk berdua dengan seorang wanita yang mencoba menenang kan nya
Ku urung kan langkah kaki ku, namun sedikit ragu, jika aku kesana, hal apa yang akan ku ucap kan kepada nya
Sementara kami tidak saling kenal sama sekali, jangan kan saling Kenal, bertatapan muka saja kami belum pernah
'' kenapa kembali..'' tanya om Malik
'' gak papa om,, saya hanya mau pamit pulang saja niat nya, tapi ada teman nya, biar lah, saya pamit dengan om saja..'' ucap ku pada om Malik
om Malik hanya mengangguk samar dan melihat ke arah suami ku berada, aku hanya me.utar langkah kaki ku kembali ke tempat papa dan mama berada
'' sudah pamitan nya kak..'' tanya papa
'' sudah pa..'' saut ku tentu saja aku berbohong pada papa
'' ayo kalau sudah..'' ajak papa
__ADS_1
Aku pun masuk ke dalam mobil tanpa berpamitan sama sekali, lagian hanya berganti baju saja, tidak akan lama kan
...****************...