Putri Yang Hilang 2

Putri Yang Hilang 2
Hanum 34


__ADS_3

" sudah tidur mas, lanjut besok saja, aku sudah benar-benar mengantuk.." ujar ku melirik ke arah nya


mata ku sudah empat sekali, sudah tak bisa di tahan kan, karena biasa nya aku akan tidur cepat jika sudah kelelahan


" aku tidur di mana.." tanya mas Imam celingukan melihat isi kamar ku


" gak tau? Terserah kamu aja mas, di situ juga terserah kamu, di ranjang juga terserah kamu.." ujar ku langsung merebah kan diri dan menarik selimut menutupi tubuh ku


Mas imam terlihat masih berpikir, namun tidak ada tanda-tanda ia akan naik ke atas ranjang, biar kan lah, aku sih masa bodo, lebih baik aku tidur saja


***


menjelang subuh aku terbangun dari tidur ku, dan mendapati mas imam tengah memeluk ku


" haah.. Ini kebiasaan tidur memeluk ku.." ujar ku kesal menghempas kan tangan nya menjauh dari ku


karena aku menghempas kan tangan nya, terlihat mas imam terkejut bukan main dengan apa yang ku lakukan


" ada apa ." ujar nya langsung terduduk


" mas imam sih, tidur pakek peluk aku segala, emang nya aku ini guling.." sungut ku kesal kepada nya


Terlihat ia masih kebingungan karena efek terkejut bangun dari tidur, nyawa nya belum terkumpul sepenuh nya,


" iya kah.." ucap nya sambil garuk-garuk kepala


" jelas nya iya.." ujar ku beranjak turun dari ranjang


" maaf, aku gak sengaja." ucap nya lirih


" gak apa, kali ini ku maaf kan, tapi tidak untuk lain kali.." kesal ku


Aku berlalu masuk ke kamar mandi untuk mandi dan berwudhu, karena kumandang azan subuh sudah terdengar nyaring


" mau salat subuh ya.." tanya nya ketika aku keluar dari kamar mandi


" iya.. kenapa mas.." jawabku


" tunggu sebentar, aku mau ikut salah berjamaah.." pinta nya


Terpaksa ku urung kan niat ku untuk melakukan salat lebih cepat, ku langkah kan kaki ini untuk mengambil perlengkapan solat lebih dulu


Tak bersalah lama mas imam pun keluar dari kamar mandi dalam ke adaan sudah pres dan bersih


Ia pun melangkah kan kaki nya ke arah depan tempat yang sudah ku sediakan untuk nya


ini bukan kali pertama saja aku sholat berjamaah dengan nya, karena mas imam memang sering mengajak mu solat subuh berjamaah


Selesai solat, aku mencium tangan nya seperti biasa dan memberes kan kembali perlengkapan solat ku

__ADS_1


Begitu juga dengan mas imam, ia pun memberes kan sajadah nya dan memberikan nya kepada ku


" mau kemana.." tanya nya ketika aku hendak keluar dari kamar


" mau ke dapur, kenapa mas.." aku menoleh sejenak ke arah nya


" oh.. Aku pikir mau kemana, aku mau lari pagi, kamu mau ikut aku tidak." tanya mas imam menawar kan diri


" gak ah.. Mas, aku mau bantu masak aja, karena mama lagi kurang sehat.." ujar ku pada mas imam


ia hanya mengangguk kecil, kami pun keluar dari kamar bersama, aku ke arah dapur dan mas imam ke arah pintu depan


" pagi semua, ku kira belum ada orang.." ucap ku melangkah mendekat ke arah dapur


Di sana sudah ada Naila dan Kahfi ada juga Aisya dan Aisyiah, si kembar ini memang tidak bisa di tebak


Kadang mereka sudah di rumah setiap hari, terkadang mereka tak pulang berhari-hari, pagi ini mereka sudah standby di dapur,


" pagi juga kak.. Nyenyak tidur.." tanya Aisyah


" tidur ya.. Nyenyak, kalau gak nyenyak itu gimana konsep nya.." celetuk ku pula


Ku lirik ke arah Naila yang tertunduk malu, ada apa dengan nya, membuat ku penasaran saja


" naila,.." panggil ku sambil menyentuh lengan nya lembut


" eh.. Iya kak, ada apa.." tanya nya langsung mendongak menatap ku


" kamu kenapa, kok pipi nya bersemu merah begitu.." aku ku jujur


karena aku itu tidak pandai dalam berbohong, ketika mendesak saja aku baru berbohong


hahahaha


Tiba-tiba saja dua kembar itu tertawa lepas, membuat ku beralih menatap ke dua nya sedang kan Naila tertunduk kembali


" kenapa kalian berdua tertawa, ada yang lucu.." tanya ku menatap bingung mereka berdua


" kakak yang lucu.." celetuk Aisyah


" kenapa dengan kakak.." aku masih heran dengan mereka, apa yang mereka tertawa kan dari ku


" hahaha.. Kakak lucu sekali sih, lihat tuh, kak Naila jadi malu kan karena ulah kakak.." saut Aisiyah masih menertawa kan ku


" hah.. Naila malu kenapa.." tanya ku polos


" kak Naila yang tidak bisa tidur nyenyak.. Karena ulah bang Kahfi." celetuk Aisyah pula


Seketika aku baru tersadar, Hem. Tidur ku memang nyenyak tapi tidak dengan Naila, wajar saja kan, mereka kan baru saja menikah

__ADS_1


" pantas saja wajah nya bersemu merah, ya. ampun Naila, tidak usah malu begitu kepada kami, biasa saja.." ujar ku pada Naila


Kasihan juga Naila ini di ledekin oleh dua kembar grensek yang tidak tau aturan jika sedang meledek orang


" jangan di terus kan kak, aku kan jadi malu.." ucap Naila menutupi wajah nya


aku yang melihat nya jadi seperti orang bodoh, ternyata sepolos polos nya aku, masih ada yang lebih polos lagi


Akhir nya kami berempat tertawa ria di dapur, pekerjaan dalam memasak, bukan nya semakin cepat, malah semakin lama


Bagai mana tidak, kami asik bersenda gurau sambil memasak, di mana bisa masak nya cepat


" kenapa dengan wajah mu dek.." Kahfi mendekat dan meneliti wajah Naila


Kami bertiga menahan tawa agar tidak meledak di depan Kahfi, takut nya Naila akan bertambah malu nanti nya


" ih.. Abang, jangan di tanya, sana pergi.." usir Naila


membuat Kahfi menatap ke arah kami bertiga sambil bertanya lewat pandangan ada apa dengannya, begitu lah tatapan Kahfi kepada kami


kami bertiga hanya mengedik kan bahu saja tanpa bersuara, terlihat Kahfi kebingungan dengan Naila


" Abang mandi saja sana, aku masih belum selesai.." usir Naila lagi, ketika Kahfi ingin mendekati nya


Mungkin Naila tidak mau bertambah malu lagi di depan kami bertiga


" kalian mandi saja sana, pekerjaan biar kami bertiga yang menyelesai kan.." ucap ku menyuruh mereka agar nanti bisa berkumpul bersama saat makan


Hahahaha...


Gelak tawa ke dua nya pecah, membuat ku dengan cepat menoleh ke arah samping kanan ku


" ada apa dengan kalian berdua.." tanya ku menoleh ke arah dua kembar tersebut


Sedang kan Naila kembali tertunduk malu


" kalian jangan gitu ah.. Kasian tuh kakak ipar kalian.." ucap ku menatap ke dua nya tajam


Seketika mereka mereda kan suara tawa mereka karena tatapan ku


" oh.. Jadi kalian nih.. Sumber nya, yang membuat istri Abang malu.." ujar Kahfi berjalan mendekat ke arah mereka berdua


...****************...


Jangan lupa untuk like sebanyak-banyaknya


Dan beri kan komentar yang baik di setiap episode


Hadiah dan juga vot

__ADS_1


Karena setiap like dan komen kalian sangat berarti untuk penulis,


tentu untuk penyemangat dalam menulis agar lebih rajin lagi up nya


__ADS_2