
" aku gak mau tau, Pokok nya kakak buat kan sama aku soto ayam.." paksa nya pada ku
" ya.. ampun Naila, bikin ribet aja sih kamu ini.." sungut ku
Alhasil, aku mengalah dengan nya, mau tak mau aku pun membuat kan soto ayam untuk nya
Walau pun kami berdua yang mengerjakan nya, tapi ini pekerjaan yang sangat melelahkan bagi ku
Hingga menjelang magrib, baru lah kami selesai dari dapur, tentu nya kami tidak hanya memasak soto ayam saja,
Aku juga membuat lauk lain, mana selera aku makan dengan soto ayam saja, bisa-bisa Nasih ku sangkut di tenggorokan ku
Mas imam sejenak memperhatikan ku ketika aku masuk ke dalam kamar, namun aku tidak memperduli kan nya
Ku laksana kan tugas ku yaitu mandi dan sholat magrib setelah nya aku keluar kembali tanpa menegur mas imam
Sampai selesai makan malam dan solat Isa, seperti biasa, aku menemani goufor tidur malam ini
Tapi aku memilih mengunci pintu kamar goufor agar tidak ada yang masuk ke dalam kamar nya
" kenapa di kunci kak.." tanya goufor sejenak memperhatikan ku yang mengunci pintu kamar nya
" Kakak mau tidur di kamar mu saja malam ini, kakak malas keluar masuk lagi..," ujar ku sambil berjalan ke arah ranjang
Ia hanya diam saja dan memperhatikan ku, setelah aku naik, ia pun mulai meringsek ke sisi kanan ku
Mungkin ia sudah mengantuk berat, karena jarang sekali goufor bergadang malam, kalau ada tugas saja baru ia bergadang dengan papa
Sampai jam sepuluh malam, terdengar ketukan pintu kamar goufor, namun aku mengabai kan nya,
Sedang kan goufor sudah terlelap sejak tadi pertama kali aku naik ke atas ranjang nya
" hanum.. buka pintu nya.." itu suara mas imam, mau apa ia mengetuk pintu kamar goufor malam begini
Aku tak menyahuti nya, namun mata ku tak terpejam sampai ketika goufor menggeliat kan tubuh nya
Mungkin ia terganggu dengan suara ketukan pintu di luar sana yang mana mengganggu tidur nya
" kak.. siapa itu.. aku ngantuk kak.," Ujar goufor menggoyah kan lengan ku
" tidur lagi aja, biar kan saja..," saut ku pada goufor
Ku lihat ia memejam kan mata nya kembali setelah aku mengatakan agar ia tertidur kembali
__ADS_1
Namun ketukan di pintu terdengar lagi, membuat ku mendengus kesal sekali, apa sih mau nya, tinggal tidur di kamar sendiri saja susah.. gumam ku kesal
Membuat orang tidur terganggu saja, apa ia tidak tidur selarut ini
Ku langkah kan kaki ku dengan malas ke arah pintu kamar goufor dan membuka kunci nya
" ada apa.." tanya ku kesal bukan main
" Ayo pindah ke kamar.." ajak mas imam pada ku
" malam ini aku ingin menemani goufor tidur, pergi lah ke kamar dan tidur sendiri.." suruh ku pada mas imam
" tidak bisa begitu Hanum, apa kau masih marah pada ku.." ujar nya menahan pintu kamar goufor yang semula ingin ku tutup kembali
" tidak, kan sudah ku bilang, aku ingin menemani goufor tidur malam ini.." ucap ku berdecak kesal
Ia sejenak menghela nafas panjang sebelum bergerak mendekat ke arah ku dengan langkah cepat
Aku yang tidak siap, menjadi bingung harus berlari ke arah mana, apa lagi mas imam dengan cepat mengangkat tubuh ku
" lepas mas.." suruh ku meronta-ronta minta turun
'' tidak akan..'' saut mas imam
mas imam tidak mau melepas kan ku, ia malah membopong ku membawa ku keluar dari kamar goufor
" turun kan aku mas, aku mau tidur di kamar goufor.." ujar ku lagi
Namun mas imam tak mendengar kan permintaan ku, ia malah menutup pintu kamar goufor secara perlahan dan membawa ku ke kamar ku
Setelah sampai di kamar, mas imam melepas kan ku dan mengunci pintu kamar dan menyembunyikan kunci nya
Aku yang melihat itu memilih naik ke atas ranjang meninggal kan mas imam, biar kan saja dia mau apa
Akan tetapi mas imam malah mengikuti ku naik ke atas ranjang, dengan cepat pula aku menarik selimut dan menutup tubuh ku semua dengan selimut
Perlahan tapi pasti, mas imam naik ke atas ranjang dan membuka selimut yang menutupi seluruh wajah ku
Ia membalik kan tubuh ku dengan paksa, sehingga aku menghadap ke arah nya, membuat ku mendengus sebal
" kamu salah paham Hanum, tentang aku dan Karin.." ujar mas imam
Namun aku tak ambil pusing, memilih diam dan membalik kan badan ku lagi memunggungi nya
__ADS_1
'' dengar kan mas dulu Hanum, semua itu tidak seperti apa yang kamu lihat..,'' ujar mas imam lagi,
tapi seakan telinga ku ini tuli tak mau mendengar apa yang terlontar dari mulut nya, karena bagi ku, cukup mata ku yang melihat bagai mana mas imam dengan Karin
'' Hanum... Kamu dengar mas tidak..'' tanya nya lembut
Tapi aku tak perduli, ku pejam kan mata ku erat-erat berharap mata ini mau terpejam dan telinga ini tak mendengar kan
Tapi sayang berulang kali pun aku mencoba, tetap saja mata ini tidak mau tidur dan telinga ini seakan ingin mendengar kan apa yang di ucap kan nya
'' Hanum.. Mas mohon.. Dengar kan mas dulu..'' ujar mas imam lagi membalik kan tubuh ku dengan paksa
Aku yang tidak siap siaga harus rela menatap ke arah nya,
'' Karin memang meminta mas kembali melanjut kan pernikahan yang sempat batal, tapi mas tolak Hanum..'' ujar mas imam mencium pelipis ku
reflek aku pun menghapus nya dengan cepat, aku tak mau di sentuh oleh nya lagi, kalau bisa aku akan membentengi diri ku
'' segitu nya ya.. Gak mau di sentuh oleh mas.. Kamu jijik ya.. Sama mas..'' ujar mas imam menghisap pelipis ku sambil tertawa geli
aku tak merespon nya melain kan memejam kan mata kuat-kuat berharap aku akan tertidur cepat
'' Hanum...'' mas imam menggoyah kan lengan ku
tapi aku tetap mengabai kan nya biar saja kali ini akh jahat pada nya, siapa suruh ingkar janji pada ku
'' hei..'' ujar nya lagi
tapi aku tetap diam, hingga mas imam menciumi seluruh wajah ku membuat ku menepis nya berulang kali
'' minggir tidak, aku gak mau di sentuh oleh mu mulai dari sekarang..'' ujar ku garang
Membuat mas imam terdiam menatap ku dengan kemarahan ku
'' Hanum.. Aku bisa jelas kan masalah Karin..'' ujar mas imam menatap ku sedih
...****************...
Jangan lupa untuk like sebanyak-banyaknya
Dan beri kan komentar yang baik di setiap episode
Hadiah dan juga vot
__ADS_1
Karena setiap like dan komen kalian sangat berarti untuk penulis,
tentu untuk penyemangat dalam menulis agar lebih rajin lagi up nya