Putri Yang Hilang 2

Putri Yang Hilang 2
hanum 22


__ADS_3

" jangan pacaran dulu, sekolah yang bener aja dulu, lihat kakak dan Abang mu, masih banyak yang belum menikah.." ujar ku sambil menempeleng kepala nya pelan


" apa sih kak, sakit tau.." ujar goufor mengelus kepala nya


saat kami sedang bersanda gurau, dan saling mengejek tentang goufor yang sudah memiliki tambatan hati


tiba-tiba saja papa datang ke dapur mencari ku yang sedang duduk bersandar manja berbantal kan Kahfi, dan beralas kaki kan Ihsan yang ada di bawa ku


" kak, ada telpon dari suami mu.." ucap papa menyerah kan ponsel ke tangan ku


" angkat aja sih pa, kan nelpon nya di ponsel papa.." saut ku cuek akan suami ku


" papa udah angkat ini, suami mu ingin berbicara langsung pada mu, kata nya rindu kamu.." ujar papa sambil tersenyum mengejek ke arah ku


'' apa sih pa..'' ujar ku mencabik kan bibir ku sedikit kesal


dengan malas-malasan aku bangkit dari tempat ternyaman ku meraih ponsel milik papa yang sejak tadi di sodor kan kepadaku


" sana tuh, suami nya lagi nelpon." suruh Kahfi menyorong kan tubuh ku agar berdiri


" jangan kemana-mana nanti aku kembali lagi.." ujar ku pada Ihsan dan kahfi


mereka berdua hanya menganggukan kepala nya saja, ketika aku menuding kan tangan ku ke arah ke dua nya


sedang kan ke dua adik perempuan ku, hanya menatap malas ke arah ku yang mengancam dua adik laki-laki ku


'' kakak tuh, kalau gak ngancam gak bisa hidup kali ya..'' celetuk Aisyah


'' diem deh kamu..'' sarkas ku


'' eh.. Malah debat, itu di ladeni dulu suami nya..'' ujar papa menyodor kan ponsel nya kembali kepada ku


dengan malas, aku pun meraih nya dari genggaman papa, membawa nya sedikit menjauhi keluarga ku yang tengah berkumpul ramai


'' hallo assalamualaikum..mas .'' ucap ku menempel kan ponsel papa ke daun telingaku


Dan kurasa sudah cukup jauh aku berjalan meninggal kan sekumpulan keluarga ku dan mencari tempat yang sepi


'' waalaikumsallam..'' saut mas imam dari seberang sana


'' ada apa mas..'' tanya ku sedikit malas

__ADS_1


'' kamu di rumah papa gak ngabarin saya..'' ujar mas imam membuat ku mendengus sebal kepada nya


'' gak sempat, lagian kenapa mesti mengabari kamu mas .'' tanya ku tanpa berbasa basi terlebih dahulu


'' heh... Aku ini masih suami mu, seharus nya kamu pergi dari rumah pamit terlebih dahulu sama saya dan kenapa kamu tidak memberi kabar ke saya kalau kamu pulang ke rumah orang tua mu..'' aku di berondong pertanyaan yang sangat memuaskan bagiku


'' oh... Ternyata aku masih punya suami, ku pikir aku sudah tidak memiliki suami .'' saut ku terkekeh kecil menanggapi kemarahan mas imam pada ku


'' kenapa kau berkata seperti itu Hanum..'' ujar mas imam mengerang kesal mendengar jawaban ku


'' Ya.. Bagai mana ya, memang seperti itu lah kenyataan nya bukan..'' ucap ku santai


'' jangan kurang ajar Hanum, mau bagai mana pun aku masih tetap suami mu..'' ujar nya dengan suara lantang dari seberang sana


Membuat ku menghela nafas panjang ketika mendengar kan teriakan nya kepada ku, apa kah seperti ini memiliki suami


Apa sebenar nya salah ku, apa karena aku menerima lamaran ke dua orang tua nya, apa karena perjodohan yang tak kami ingin kan ini terjadi


Membuat ku seperti boneka hidup yang seenak nya saja di permainkan oleh mas imam, ia berucap sesuka hati nya


'' apa kah mas menelpon ku hanya untuk mengumpati ku terus menerus..'' tanya ku kesal pada nya


'' salah ku ya, memang semua salah ku.. Aku pun seperti orang bodoh ketika menerima lamaran ke dua orang tua mu, dan memaksa ku untuk menikah dengan mu, semua itu memang salah ku..'' ujar ku sedikit sinis


'' kau pasti telah membuat citra ku buruk di depan keluarga mu kan..'' tuduh nya secara terang-terangan


'' asal kau tau ya..? aku tidak pernah memburuk kan mu di depan ke dua orang tua ku maupun keluarga ku, aku tetap menjaga rahasia keluarga ku walau bagai mana pun, aku tidak seburuk yang kau pikir kan..'' ucap ku lantang


Habis sudah kesabaran ku, ketika ia ingin di hargai, apa kah dia mau menghargai ku, namun di sisi lain, tepat nya di keluarga ku, ia ingin di hargai


Menyebal kan sekali, permainan macam apa yang sedang mas imam peran kan untuk ku saat ini


'' aku akan kesana..'' ujar nya sambil mematikan panggilan


Membuat ku langsung menatap ke arah ponsel papa yang telah terhenti panggilan telepon nya


Membuang nafas kasar, ku hembus kan berulang kali, dan menarik nya nafas kembali, begitulah seterusnya ku lakukan


ketika ku merasa nafas ku mulai teratur, dan pikiran ku sudah mulai tenang, kini ku menatap jauh ke arah kolam yang di penuhi ikan ternak milik mama


Berjalan gontai ke arah dalam dan berjalan kembali ke kerumunan keluarga ku yang berada di dapur, dan sebagian lagi berada di ruang tamu.

__ADS_1


'' pa.. Ini ponsel nya..'' ucap ku seraya menyodor kan ponsel milik papa


'' sudah selesai berbicara nya..'' tanya papa ketika aku mengembalikan ponsel milik papa


'' sudah pa..'' saut ku


aku pun berjalan kembali ke arah dua adik ku tadi, di mana kini mereka berdua memperhatikan ku dengan intens sekali


'' kenapa wajah murung sangat..'' ujar Ihsan cekikikan melihat raut wajah ku yang tidak bersahabat


'' apa sih,, biasa aja kalee...'' saut ku acuh tak acuh


'' kak.. Mau mie instan gak..'' aisiah muncul dari arah meja dapur sambil membawa satu mangkuk mie instan buatan nya


'' mana.. Sini..'' ujar ku melambai kan tangan pada aisiah...


'' ih.. Jangan makan mie instan kak, nanti melar baru tau rasa..'' ejek Kahfi


'' masa bodo .'' saut ku mengacuh kan peringatan dari Kahfi


'' kabur aja yok bang..'' ajak Ihsan kepada Kahfi


'' mau kemana.. Pamali keluar malam-malam.." ujar nenek Dania melerai Ihsan dan kahfi


" apa sih nek, orang mau ke halaman belakang saja kok?" saut Ihsan


" aku nya jangan di tinggal sih ." ucap ku kepada mereka berdua


" kakak ini, selalu saja mengikuti kami berdua, padahal ada Aisiah dan Aisyah, tapi selalu saja kami yang di intilin terus ." protes Ihsan


" gak seru kalau sama mereka berdua, tukang ngadu.." ujar ku terkekeh kecil sambil memperhatikan dua adik gadis ku tersebut yang langsung manyun menatap ke arah ku


...****************...


Jangan lupa untuk like


Dan komentar yang baik,


Hadiah dan vot


Karena setiap dukungan kalian sangat berarti untuk penulis

__ADS_1


__ADS_2