Putri Yang Hilang 2

Putri Yang Hilang 2
Hanum 35


__ADS_3

Siang ini papa mengumpul kan kembali anak-anak nya terutama Kahfi dan Ihsan, begitu juga aku dan mas imam


Sedang kan aisiyah sudah pergi ke kafe, dan Aisyah pergi ke perhotelan mengurus anak cabang entah di daerah mana saja


Aku pun kurang tau perhotelan itu, yang sering ku kunjungi adalah cabang usaha mama dan cabang kafe papa


Kalau pabrik, aku memang berminat kerja di sana sebagai karyawan biasa, namun sayang nya itu semua tidak berjalan mulus seperti rencana awal ku


   " begini.. Papa ada rencana ingin membangun kan rumah untuk kalian di lokasi depan, karena depan sudah terbengkalai, dan papa sudah membeli nya.. Bagai mana menurut kalian..'' tanya papa menatap kami satu persatu


Hem.. Aku jadi menatap mama penuh curiga, kenapa secepat itu lahan yang terbengkalai di depan rumah sudah berpindah tangan ke mama dan papa


   " bagai mana Kahfi Ihsan, apa kalian setuju. Kalau adik kalian sih.. Terserah papa dan mama..'' ujar papa


'' kalau kami sih, setuju-setuju saja pa, tapi untuk saat ini, Kahfi mana ada duit, semua duit Kahfi sudah habis untuk acara resepsi dan hanya tinggal uang pegangan saja..'' ujar Kahfi


   '' papa gak minta dana sekarang, tapi? Kalau rumah nya sudah selesai.. Kalian ada uang di situ lah bayar sama papa..'' ujar papa pula memberi penengah


  '' aku juga ikut papa aja, nanti kirim saja berapa semua habis nya, insyallah Ihsan ada uang..'' ujar Ihsan memberi keputusan nya kembali pada ma


'' kalau kamu imam, bagai mana..'' tanya papa pula ke mas imam


  '' aku juga termasuk pa..'' mas imam melongo menatap papa


'' kamu ini bagai mana sih, kamu juga bagian dari keluarga ini, jika kamu pisah dari Hanum pun, kamu tetap tidak di lepas tangan begitu aja..'' papa menatap intens ke arah mas imam


'' eh... Begitu ya..'' ujar mas imam


entah lah, aku hanya bertopang dagu sambil menatap ke arah mereka semua yang ada di ruang tamu


Ku lihat papa hanya geleng kepala melihat kebingungan mas imam di sini,


'' aku gimana baik nya saja, kalau pun aku di taruh di sini, palingan pulang balik ke kampus dan tempat kerja..'' saut mas imam


Ia seperti tidak bersemangat sama sekali, entah karena mas imam di putus kan oleh kekasih tercinta nya atau memang kurang enak badan


Seketika aku langsung menaruh telapak tangan ku ke kening mas imam, sampai yang punya badan menoleh ke arah ku


'' ada apa..'' tanya nya heran

__ADS_1


'' ku pikir mas demam, tapi tidak demam sama sekali, masih baik-baik aja sih .'' ujar ku menurun kan tangan ku


'' aku sehat kok.. Gak demam juga..'' ujar mas imam bergantian memegang pelipisnya


'' ku pikir tadi mas demam, Soal nya dari tadi, ku lihat mas banyak melamun dan seperti orang putus asa..'' ujar ku menatap ke arah papa


'' lagian sedari tadi kamu melamun aja, gak semangat gitu ngebahas masalah rumah..'' aku ku jujur saat melihat nya hanya diam saja ketika papa mengajak nya kompromi


'' gak lagi ngelamun kok? Cuman lagi pokus dengerin papa ngebahas tentang rumah aja..'' saut nya


Tentu saja sautan nya itu bohong, aku tau tatapan mata nya yang tidak pokus ke arah pembahasan papa dan mama


'' jadi gimana ini, mau di lanjut, atau mau berhenti sampai di sini saja..'' tanya papa menatap kami berdua secara bergantian


'' kalau aku terserah papa aja, kalau mas imam ingin berpisah dari ku, kakak hanya minta satu hal, rumah aku di sebelah Kahfi dan juga Ihsan, aku mau di bangunin rumah di tengah-tengah mereka berdua aja..'' ujar ku serius


'' tapi kita kan masih bersama Hanum..'' ujar mas imam menatap ku melotot


Mungkin ia tak percaya atas apa yang ku ucap kan pada papa barusan,


'' itu terserah kamu, papa sih.. terserah kalian saja, mau bertempat di mana, tapi setiap anak papa, pasti papa bangun kan rumah di seberang, mulai dari kakak sampai adik bungsu goufor..'' ujar papa dengan tegas


mungkin ia sedari tadi menyimak antara percakapan keluarga ini


'' terserah kalian, tapi papa tidak memaksa kalian membayar tiap bulan nya, tapi semua modal yang papa masuk kan ke dalam rumah itu nanti nya, akan papa total..'' ujar papa pula


'' aku kalau bulan depan, belum bisa kasih dana pa.. Mungkin bulan depan nya lagi, itu pun kalau ekonomi ku stabil..'' ujar Kahfi


aku tau posisi dia sekarang, karena Kahfi sudah berumah tangga, apa lagi dia sekarang sudah menjadi kepala keluarga


'' itu terserah kalian, papa hanya mendahulukan saja dulu, kalau kalian bantu dana cepat ya.. Papa terima, kalau gak beri juga gak ada masalah sama papa..'' ujar papa pula


'' aku mungkin tiap bulan aja pa..'' ujar ku


Karena aku pun memiliki pekerjaan, walau pun hanya karyawan di pabrik milik opa, tapi kan lumayan juga hasil nya


'' aku mungkin begitu juga pa sama seperti yang lain, aku akan menyicil tiap bulan nya..'' saut mas imam lirih


'' itu terserah kamu, kan sudah papa bilang dari awal, papa tidak memaksakan kalian harus mengembalikan kepada papa..'' ujar papa menoleh ke arah mas imam

__ADS_1


'' kalau aku juga sama pa..'' ujar Kahfi


'' jadi mau ini kan..'' tanya papa


Kami serempak mengangguk kan kepala, tidak aku Kahfi Ihsan dan juga mas imam, kami semua mengiyakan atas apa yang di ajukan oleh papa


Karena menurut kami, ide papa sangat bagus dan menarik juga, tinggal di rumah sendiri kan membuat diri ini akan mandiri


'' oke kalau begitu, hari ini akan mulai perobohan rumah itu dan di rombak baru, kalian pilih saja desain yang kalian mau..'' ujar papa kepada kami


'' emang nya boleh request ini pa..'' tanya Kahfi menatap ke arah papa


'' ya.. Boleh, terserah kalian mau seperti apa, tinggal pilih bentuk dan model, nanti papa kasih ke tukang bangunan nya..'' ujar papa kepada kami


'' wahh.. Dek.. buat dek seperti apa konsep rumah impian kamu, Abang ngikut aja..'' ujar Kahfi kepada istri nya


'' kenapa harus aku, apa Abang gak keberatan kalau aku yang pilih bentuk dan model nya..'' tanya Naila polos


membuat kami terkekeh kecil menatap ke arah istri Kahfi yang terlalu polos sekali mengatur ku


'' hemm.. Ada gak ya.. seperti kakak ipar ini ya..Allah, aku mau jodoh seperti ini..'' ujar Ihsan pula


Membuat atensi kami menoleh ke arah Ihsan semua


'' apa kamu bilang barusan..'' tanya Kahfi sudah dengan nada nyolot


'' hemm.. Kumat deh, sudah seperti papa kalian saja sifat Kahfi ini..'' celetuk mama


Yang di sambut gelak tawa oleh kami semua


...****************...


Jangan lupa untuk like sebanyak-banyaknya


Dan beri kan komentar yang baik di setiap episode


Hadiah dan juga vot


Karena setiap like dan komen kalian sangat berarti untuk penulis,

__ADS_1


tentu untuk penyemangat dalam menulis agar lebih rajin lagi up nya


__ADS_2