Putri Yang Hilang 2

Putri Yang Hilang 2
Hanum 59


__ADS_3

Tiga hari berlalu, dengan ke adaan kami berdua mulai membaik begitu juga dengan Kahfi, ia telah kembali pulih dari sakit nya


'' ini gimana papa kamu sayang, masak mama yang sakit papa juga sakit, gak nyambung kan.. Kayak gak bahagia banget itu papa kamu menyambut kalian..'' ujar papa menggendong salah satu anak Kahfi yang rewel sejak tadi


'' bukan gak bahagia pa...Kahfi hanya kaget saja..'' ucap Kahfi lirih


Aku 6ang mendengar nya hanya terkekeh kecil begitu juga dengan Naila, sedang kan mama masih sibuk Menganti kan popok anak kembar ku


'' iya pa.. Naila jadi tersinggung dengan bang Kahfi, padahal bang Kahfi yang terlalu bersemangat kemarin membuat mereka..'' ungkapan polos Naila seperti protes membuat ku sedikit terhibur


'' udah tuh nai.. Kalau Kahfi nya gak mau urus anak nya, kasih aja ke panti asuhan, dan tinggalin aja itu Kahfi, biar dia hidup sendiri aja..'' celetuk mama


Membuat Kahfi menatap melotot ke arah mama atas apa yang di ucap kan mama kepada Naila


'' memang nya boleh gitu ya.. Ma..'' ucap Naila mengerjap kan mata nya lucu


Aku yang melihat nya geli sendiri, padahal mama dan papa tidak Setega itu, mereka saja sangat bahagia di beri cucu sekaligus banyak begitu


'' gak boleh, kamu jangan dengerin mama itu, mana mungkin aku gak mau urus anak aku, memang aku lagi sakit beneran ini, bukan karena anak..'' bantah Kahfi tak terima dengan ide mama


'' boleh-boleh aja.. Nanti mama yang buat panti asuhan nya, kalau kalian mau titip gak apa..'' ujar mama terkekeh kecil


aku jadi ikut tertawa sendiri mendengar penuturan dan perdebatan antara anak dan mama itu


***


hari ke empat, kami sudah di perboleh kan pulang ke rumah, dengan catatan harus sering kontrol kembali mengecek kesehatan kami terutama luka kami


mama dan papa sangat bersemangat memboyong kami pulang ke rumah, sampai mama menyuruh semua anak nya datang ke rumah sakit untuk membantu membawa cucu-cucu nya


'' ma.. Aku agak gilo ini.. Takut nya jatuh dari tangan..'' ujar Ihsan menggendong salah satu anak ku


'' jangan dong, yang hati-hati.. Mama marah loh.. Kalau sampai cucu mama jatuh..'' ancam mama

__ADS_1


Ihsan hanya memanyun kan bibir nya pertanda kesal kepada mama, ketika mendengar ancaman mama barusan


'' aku bawa yang mana ini..'' tanya Aisiyah


'' iya. Aku juga bawa yang mana ini..'' saut Asiyah pula


'' kalian berdua bawa anak bang Kahfi aja, biar papa bawa yang satu nya, mana bawa si imut ini..'' ujar mama mengelus pipi anak perempuan ku


'' ye.. Itu sih.. Mau nya mama..'' ujar Kahfi


Karena hanya anak ku yang terlalu cantik di antara ke empat nya, karena anak Kahfi semua nya berjenis kelamin laki-laki semua


'' iya dong, walau pun gak ada mirip nya sama mama.. Tapi alis nya ini loh, punya mama ini..'' ujar mama menunjuk alis anak perempuan ku


'' iya ya.. Anak ku kok gak ada yang mirip aku sih, kenapa semua mirip Naila ya.. Cuman ***** nya aja yang mirip punya ku..'' ujar nya menatap ke tiga anak nya


Membuat yang lain tertawa lepas seketika mendengar ungkapan Kahfi yang sedikit nyeleneh menurut ku


'' kalau laki-laki ya.. Harus nya mirip mama nya, berbeda dengan perempuan, pasti mirip papa nya, lihat Kakak mu itu, yang mana tidak mirip papa, bahkan postur tubuh nya pun mirip papa..'' tunjuk papa pada ku


'' masa iya pa..'' saut mas imam yang sejak tadi hanya diam saja, ia tiba-tiba saja mendekat ke arah anak perempuan ku


sejak empat hari aku di sini, mas imam tidak pernah meninggal kan kami bertiga kecuali makan dan mandi, selebihnya ia bertahan membantu mama mengurusi anak-anak nya


'' ya.. Itu sih menurut papa, kamu lihat saja anak kamu sendiri, kan kamu bisa menilai nya..'' suruh papa pula


mas imam melongok melihat wajah anak perempuan nya itu, yang ia tatap hanya menatap nya melotot saja


'' eh.. Iya ya.. Mata nya mirip aku, hidung nya wajah nya, cuman alis nya yang berbeda, sama kayak mama... Dia mirip kayak almarhum mama ku..'' ujar mas imam yang baru menyadari bentuk wajah anak perempuan nya


aku hanya menggeleng kepala tanda kesal pada nya, kenapa baru hari ini ia menyadari bentuk tubuh dan pipi anak nya itu kenapa tidak di awal saja


'' biasa nya sih, masih mau berubah-rubah, sampai empat puluh hari sih kata nya..'' ujar mama pula

__ADS_1


'' begitu ya ma..'' ujar mas imam mengagumi bentuk wajah anak nya yang sangat mirip dengan nya


Kahfi yang sejak awal terlihat kesal tidak ada yang mirip dengan nya, kini ia baru tau, bahwa anak cowok tidak akan meniru nya kini ia terdiam dan tersenyum memandangi wajah anak nya yang di bopong onti-onti nya


sampai nya di rumah, kami pun masih di buat dalam satu ruangan, alasan nya sangat sederhana, biar mama dan papa lebih mudah mengasuh nya


Karena mama dan papa tidak mau ada pengasuh yang mengurusi ke lima cucu mereka, mereka berdua ingin ikut andil dalam mengurusi cucu mereka


Sedang kan ke dua orang tua Naila sempat meminta Naila untuk mereka urusi, namun papa tidak memberi izin karena kata papa memang seharus nya Naila ini adalah tanggungan nya


Alhasil mama dan papa Naila mengalah, dan mereka hanya sesekali menjenguk kemari kalau ada waktu senggang saja


'' aku mau ke kamar mandi pa..'' ujar ku pada papa


'' aduh.. Ini anak Kahfi malah rewel, siapa sih nama nya, kenapa belum ada nama mereka, papa jadi bingung ingin menyebut nya apa..'' tanya papa pada Naila


'' bang Kahfi belum memberi tahu kan ku pa..'' ujar Naila tertunduk


'' biar saya saja yang membantu Hanum..'' ujar mas imam beranjak dari duduk nya dan mendekat ke arah ku


bukan nya aku tidak bisa berjalan, namun ketika sudah berbaring untuk bangkit itu terasa sakit dan nyeri


perlahan mas imam mengangkat tubuh ku secara perlahan dan aku mulai menurun kan ke dua ku dari atas ranjang


'' sudah mas,, aku bisa sendiri..'' ujar ku mengusir nya


Karena aku sangat risih dengan bantuan mas Imam, ia bukan siapa-siapa ku lagi kecuali mantan suami ku


'' yakin bisa sendiri ..'' tanya nya meyakinkan ku


Aku hanya mengangguk samar dan perlahan berjalan ke arah kamar mandi yang tidak terlalu jauh dari ranjang


sedang kan mama tengah menyiap kan susu untuk ke lima bayi itu, papa sibuk mengurusi ke lima cucu nya

__ADS_1


aku perlahan berjalan keluar setelah aku selesai di kamar mandi, pemandangan pertama kali nya yang aku lihat adalah wajah sinis Karin sedang berdiri menatap mas imam mengasuh anak nya


...****************...


__ADS_2