
" tidak Hanum, memang sedari awal aku yang ingin melepas kan diri dari nya, tapi nyata nya sampai sekarang entah apa yang membuat ku bertahan dengan nya, padahal mama nya tidak pernah merestui ku sebagai menantu nya.." ujar Karin pula
Ini bagai mana sih konsep nya, kenapa aku jadi yang bingung sendiri di sini, apa aku saja atau memang pemikiran ku yang dangkal tetang menjalin kasih
" kenapa kalian tidak di restui oleh mama nya imam.." tanya onti bunga kepo
" karena sejak awal Tante ica sudah mengatakan bahwa telah ada calon menantu yang di idam kan nya, dan sampai mati pun Tante Ica tidak merestui ku.." saut Karin
" apa kak karin tidak tau, kalau tante Ica sudah meninggal.." Ihsan bersedekap tangan menatap ke arah Karin yang ada di dekapan ku
" haa.. apa aku tidak salah dengar.." Karin mendongak menatap ke arah mas imam
Ku rasa terlalu banyak kebohongan di sini, Karin saja tidak tau bahwa calon mertua nya sudah meninggal
" maka dari itu, kau jangan mundur, aku yang akan mundur, aku tidak mau menjalani hubungan yang rumit menurut ku, apa lagi mas imam sangat mencintai mu.." ujar ku pada Karin
Aku memang sengaja mengatakan hal itu, apa tanggapan mas imam ke depan nya, apa ia akan mempertahan kan ku atau mau melanjut kan hubungan nya kembali dengan Karin
Tapi itu sangat mustahil bagiku, seorang pria jika sudah jatuh cinta kepada satu wanita, ia akan memperjuangkan nya sampai kapan pun itu
Di sini aku yang terlalu berharap agar mas imam mau memperjuangkan ku, sedang kan mas imam sama sekali tidak mengingin kan ku
" aku sudah tidak berminat melanjut kan hubungan ini, apa lagi Tante Ica sudah tidak ada..." Ucap Karin tertunduk lesu
" tapi Yang.."
Baru lagi mas imam membuka suara, tapi sudah di bantah oleh Karin dengan cepat
" sudah kubilang sejak awal Yang, aku sudah tidak mau menerus kan hubungan kita, ini terlalu rumit untuk ku, aku tak mau hubungan kita menjadi bayang-bayang ibu mu, aku selalu merasa bersalah jika terus bersama mu, sudah sejak awal ibu mu berkata secara baik-baik kepada ku, tapi apa? Kau yang selalu ingin hubungan kita tetap berlanjut kan, dengan alasan kita akan membujuk meminta restu, namun hasil nya nihil, kita sudah berpacaran selama tiga tahun lama nya, aku menyerah aku tak mau lagi melanjut kan hubungan kita.." putus Karin sepihak
Aku yang mendengar nya jadi melongo, selama itu mereka berpacaran tapi malah aku yang menikahi kekasih nya
Sungguh luar biasa sekali aku ini, penghancur hubungan sahabat ku sendiri dalam sekejap
berakhir sama sekali tidak baik, aku yang berharap di lepas kan nyata nya malah aku pula yang di suruh bertahan
tak mau ambil pusing, aku menatap ke arah mas imam sejenak, kemudian berpamitan pergi, biar kan saja mereka menyelesai kan masalah ini
'' kau mau kemana kak..'' tanya Ihsan ketika aku melepas kan Karin setelah ku lihat ia sedikit tenang
__ADS_1
Seketika atensi semua orang menatap ku, biar lah mereka berpikir lain tentang ku, aku ingin menenangkan diri lebih dulu
'' mau ke toilet, kenapa? Mau ikut.'' tanya ku melirik nya
'' gak mau..'' ujar Ihsan geleng kepala
Setelah nya Ihsan tak lagi bertanya, aku pun berjalan keluar dari ruang istirahat keluarga ini, tak ingin berlama-lama di sini
Meninggal kan keramaian adalah pilihan terbaik ku, untung nya ini masih setengah sepuluh, jadi masih banyak grab dan lain nya yang berseliweran
ku henti kan satu taksi dan naik ke dalam nya, tak perduli acara Kahfi yang masih ramai, aku ingin mencari ketenangan ku sejenak
'' mau kemana neng..'' tanya sopir taksi yang membawa ku
Sejenak aku berpikir, kemana aku akan pergi, pulang ke rumah itu bukan tujuan utama ku
karena aku ingin menyendiri sementara waktu, ingin. Menenangkan diri dari orang-orang yang akan bertanya tentang rumah tangga ku
'' cari hotel terdekat saja pak..'' ujar ku pada pak supir taksi tersebut
Ia hanya mengangguk mantap dan membawa laju kembali mobil taksi nya dengan aku yang diam saja di belakang
setelah membayar tarif pak supir, aku pun bergegas masuk ke dalam hotel, dan mencari kamar
'' mau menyewa kamar yang bagai mana buk..'' tanya resepsionis dengan ramah kepada ku
'' yang biasa saja, tapi sekira nya nyaman untuk saya tidur..'' ujar ku pada nya
'' baik lah buk, tunggu sebentar..'' ujar nya
Aku hanya mengangguk saja, dan ketika resepsionis memberi ku kunci, aku pun menerima dan berjalan ke kamar yang telah di tunjukan pada ku
Biar lah malam ini aku menghindar dari semua nya, bukan aku tak mau menghadapi semua masalah
Namun mau bagai mana, sedang kan mas imam tak ada tanggapan apapun, yang mana membuat ku hanya bisa menatap kesal sedih menjadi satu
***
Pagi yang cerah ketika aku terbangun, matahari sudah menyingsing tinggi ketika aku membuka mata
__ADS_1
'' ah... Aku kesiangan..'' ucap ku berdecak kesal
dengan cepat ku langkah kan kaki ke arah kamar mandi guna untuk sekedar membersih kan wajah ku
mungkin di rumah tengah mencemas kan ku, sedang kan aku di sini keenakan tidur
'' bisa-bisa nya aku tertidur nyenyak tanpa beban..'' ucap ku seorang diri sambil menertawa kan diri ini
ku langkah kan kaki ku keluar dari hotel dan mencari kendaraan umum, entah itu taksi atau ojek pun jadi
Beruntung nya ketika aku keluar dari hotel, ada taksi yang baru saja menurun kan penumpang, aku pun dengan cepat mengambil kesempatan itu
Sesampai nya di rumah, ketika aku membuka pintu, semua mata tertuju pada ku, membuat ku bingung dan merasa bersalah
'' assalamualaikum..'' ucap ku ketika masuk
'' waalaikumsallam..'' saut mereka semua serempak
Terlihat ada lelah di wajah mereka yang saat ini menatap ku tanpa ekspresi
'' dari mana saja kamu kak..'' tanya papa menatap ku tajam
Papa tidak pernah menatap ku seperti itu, mungkin papa takut terjadi apa-apa dengan ku, karena aku tidak ada mengabari salah satu keluarga ku
'' maaf pa.. Hanum kesiangan bangun..'' cicit ku, kalau sudah begini, aku kan jadi merasa bersalah
'' ya.. Allah, ketiduran kamu bilang, ketiduran di mana, kamu gak tau ya.. Kalau papa dan yang lain nya mencari kamu sampai pagi..'' papa dengan cepat menghempas kan langsung tubuh nya di sofa sambil memijak kening
'' kamu gak tau betapa pusing nya kami mencari kamu, sedang kan yang di cari walah ketiduran.. Ya.. Allah kak, kenapa gak kasih kabar ke papa atau yang lain nya, ini malah ponsel nya di matikan lagi..'' sungut papa
...****************...
Jangan lupa untuk like
Dan beri komentar yang baik kalian di setiap episode
Hadiah dan juga vot
__ADS_1
Karena setiap like dan komen kalian sangat berarti untuk penulis, agar lebih rajin lagi up nya