
" sudah bangun.. gih.. mandi sholat subuh.." ujar nya berlalu ke arah lemari pakaian milik nya
Aku yang setengah tersadar hanya mengangguk saja tanpa menjawab perkataan nya
Setelah nyawa ku terkumpul aku baru berjalan ke arah kamar mandi, selesai mandi berwudhu dan shalat tanpa menegur mas imam sama sekali
Biar lah kali ini aku diam saja, karena setiap kali aku buka suara akan perdebatan yang ku dapat kan dari mas imam
Ku lihat pun mas imam tak banyak bertanya, ia kembali banyak diam setelah bertemu Karin semalam
Hingga aku berangkat bekerja, mas imam pun tak menegur ku sama sekali, aku pun memilih dia saja
Sesampai nya di kantor di sambut oleh mbak iren yang tengah panik karena dokumen nya hilang entah kemana
" kepiye iki... Aduh Hanum, tolongin mbak mu Iki to.." ujar nya,
Bukan nya iba, mbak iren malah melawak menurut ku dengan bahasa nya itu, membuat ku tertawa geli
" malah ketawa sih.. mbok yaa.. di tolongin ini loh.." ujar mbak iren mendengus kesal pada ku
Aku tak menjawab melain kan meninggal kan mbak iren yang kebingungan karena data keuangan ia lupa menaruh nya
" lah.. malah di tinggalin sih.." dengus nya sebal
Aku memutar badan menatap ke arah mbak iren dengan tersenyum saja, biar saja ku kerjai kali ini mbak iren
Hingga siang hari mbak iren tetap mendatangi ku ke dalam ruangan ku karena berkas yang ia simpan lupa menaruh nya di mana
" mbok ya.. mbak mu ini di bantu toh.. dek.." ujar nya membaut ku yang semula lelah kini tertawa menatap nya
" apa sih..mbak, berkas gitu aja bisa hilang.. mbak nya taruh di mana sih ." Saut ku cuek
Tangan ku sibuk memberes kan berkas-berkas yang berserakan, agar tersusun rapih kembali
" malah santai aja.. nanti bapak mu marah gimana ini.." ujar mbak iren kepalang bingung
Aku hanya tertawa terbahak, bukan nya iba kau malah menertawa kan nya
" ketawa lagi ketawa lagi.." ujar nya kesal menatap ku
" bukan gitu mbak, lihat nih.. kerjaan ku banyak banget loh.." ujar ku pada mbak iren
__ADS_1
" nanti tak bantuin deh.. kerjaan kamu, asal kan kamu mau bantu mbak mu ini loh.." ujar mbak iren
Setelah berpikir sejenak, lumayan juga jika mbak iren mau membantu pekerjaan ku, lagian kasian juga sedari tadi mbak iren ku kerjai terus menerus
" ya..udah deh,, mau di bantu nyarik di mana sih.." saut ku sambil memberes kan pekerjaan ku yang tinggal sedikit lagi
" semalem tuh.. seingat mbak, taruh nya di atas meja kerja mbak,, tapi kenapa bisa ilang ya.. Sampek semua mbak bongkar tapi gak Nemu juga itu berkas.." adu mbak iren
" nanti mbak nya salah taruh.." saut ku berjalan keluar ruangan mengikuti langkah mbak iren
Kami berdua pun mencari secara perlahan di dalam laci juga di atas meja kerja mbak iren, sampai aku mengingat sesuatu
" mbak terakhir taruh di sini, seterus nya mbak gak ingat apa pun lagi selain menaruh di sini.." tunjuk ku ke arah meja yang ia tunjuk tadi
" iya.. karena mbak terburu-buru mau ke kamar mandi, selebih nya mbak gak ingat lagi di mana menaruh nya.." ujar mbak iren
" kayak nya udah sama papa deh mbak, seinget aku, semua berkas udah aku kumpulin dan aku taruh di meja kerja papa.." saut ku mengingat sesuatu
" yang bener kamu . Tapi kenapa mas Kahfi minta berkas keuangan sama mbak.." ujar nya lagi
" kapan minta nya mbak, Kahfi hari ini gak ada masuk loh.." ujar ku
Karena hari ini Kahfi gak masuk ke kantor, ia sedang memantau perkembangan perhotelan yang di pegang oleh Aisyah
" Oalah.. goblok nya.. goblok nya, udah aku kasih ke kamu ya.. mas Kahfi minta nya kan hari Sabtu ya.. kenapa baru ingat sih.." ia menepuk jidad nya sendiri membuat ku hanya bisa geleng kepala
" janji loh.. mbak, bantuin pekerjaan ku.." ucap ku menagih janji pada mbak iren
" gini nih.. akibat kelalaian sendiri, jadi dobel kan kerja nya.." gerutu nya kesal
" aku gak mau tau loh mbak, mbak sendiri tadi yang janji.." ujar ku lagi
" tapi kan kamu gak ada bantu nyarik sih.." ujar mbak iren
" tapi mbak sudah janji loh.. gak boleh tuh mbak ingkar janji Loh ya.. sama Hanum.." saut ku cepat agar mbak iren tak mengelak lagi
Sebenar nya bukan salah ku juga sih menagih janji nya, siapa suruh mbak iren lupa akan berkas itu yang sudah di berikan kepada Kahfi
***
Lelah dengan drama mbak iren dan sore ketika aku hendak pulang, namun tanda-tanda mas imam ingin menjemput ku tidak ada sama sekali
__ADS_1
" mau pulang num.." tanya mbak iren mendekat ke arah ku
" iya mbak, mau pulang, mbak sama siapa.." tanya ku kembali pada mbak iren
" Mbak sih biasa, sama pacar, mana sih orang nya ini.." ujar mbak iren celingukan melihat ke arah luar gerbang
" kamu sama siapa num.." tanya mbak iren lagi
" sendiri mbak, Hanum bawa motor kok.." ujar ku
Niat nya semalam di antar oleh mas imam, tapi ternyata mas imam malah lebih dulu meninggal kan ku
" yang hati-hati loh.. bawa motor nya.." ujar mbak iren mewanti-wanti ku
" Tenang aja mbak, udah handal kok ini..." saut ku menolak tertawa kecil kepada mbak iren
" Ya.. udah kalau gitu, mbak duluan ya.." ujar mbak iren
" iya mbak, hati-hati di jalan mbak.." ucap ku pada mbak iren
Karena ini sudah larut sore, aku memilih berjalan ke arah parkiran setelah melihat Mbak iren beranjak menjauh dengan kekasih nya
Aku jadi penasaran dengan mas imam, apa kah ia lupa akan janji nya hari ini yang akan ziarah ke makam ibu nya, atau ia membatal kan nya
Sudah lah, tidak mau ambil pusing, lebih baik aku yang akan pergi sendiri ke sana
Toh aku sudah lama juga tidak berziarah ke makam mama Ica, walau pun sudah tidak ada di dunia, aku tetap akan mendoa kan yang terbaik untuk mama ica
Sesampai nya di pemakaman umum yang ada di daerah tempat tinggal mama Ica, aku berjalan masuk ke dalam dan mencari di mana makam mama mertua ku itu
Tapi baru saja aku berjalan masuk, langkah ku tinggal sedikit lagi, aku terkejut, di sana ada mas imam dan juga Karin
...****************...
Jangan lupa untuk like sebanyak-banyaknya
Dan beri kan komentar yang baik di setiap episode
Hadiah dan juga vot
Karena setiap like dan komen kalian sangat berarti untuk penulis,
__ADS_1
tentu untuk penyemangat dalam menulis agar lebih rajin lagi up nya