
'' eh.. Eh.. Eh.. Kenapa malah nangis di situ sih..'' ujar aisiyah menatap heran ke arah ku
'' capek-capek mancing, ikan nya hilang..'' adu ku sambil meratapi ikan ku yang telah hilang
'' ada apa..'' mas imam seperti terburu-buru ke dapur begitu juga dengan Kahfi
Mereka terlihat panik mendengar suara heboh ku, yang mencari ikan, kenapa aku sampai sembrono ini menaruh ikan asal saja
'' apa yang jadi tangisan sih ini.. Udah pada gedek juga..'' ujar Kahfi menatap aku dan aisiyah bingung
'' bukan aku bang, ini aja aku kaget denger kak hanum nangis sedih gini..'' lapor aisiyah pada Kahfi
'' lah.. Kamu kenapa kak..'' tanya Kahfi heran menatap ku yang masih meratapi ikan ku yang hilang
'' ikan ku hilang.. U..u.dah.. Capek-capek nyarik.. Gak tau nya hi..Lang..'' ujar ku sambil sesunggukan
Sedih rasa nya hasil tangkapan sendiri hilang begitu saja ketika belum menikmati hasil nya sedikit pun
'' ya.. Allah, aku kira apa.. Gak tau nya ikan..'' saut mas imam berdecak kesal
'' besar loh mas.. Tadi dapet ku, mau ku masak besok niat nya jadi asam pedas..'' ujar ku mengadu pada mas imam
'' gak mau tanya dulu sih.. Main nangis aja, lihat nih.. Heboh satu rumah gara-gara kamu..'' sungut mas imam
Mungkin ia tengah kesal kepada ku, bukan lelah mencari nya, aku saja tadi sampai mengomel pada mas imam karena aku tidak dapat sama sekali
'' tadi kan.. Aku taruh di sini mas..'' ujar ku pula pada nya
'' ya.. Mas pindahin lah, kedalam kulkas, siapa yang mau ngerjain malam-malam begini, sedang kan kita kan sudah pada lapar semua..'' ujar mas imam berjalan ke arah kulkas
Dan dengan cepat mas imam membuka kulkas di dalam nya terdapat ikan yang sudah sedikit membeku karena mas imam memasuk kan nya langsung ke dalam freezer
'' Alhamdulillah... Masih ada..'' ujar ku berdiri dan mendekat ke arah kulkas
'' ya.. Allah kak.. Kalau pun ilang kan tinggal beli saja kan bisa..'' saut Kahfi berdecak kesal
'' beli memang cepat, tapi hasil mancing itu lebih nikmat, kamu gak tau sih.. Bagai mana bosan nya menunggu hasil tangkapan sendiri..'' sungut ku
'' bang.. Jadi makan di luar enggak nih..'' Naila datang dari arah depan dan melihat kami satu persatu
'' eh..dek,, sudah selesai kah..'' tanya Kahfi mendekat ke arah Naila
'' sudah dari tadi, kami berdua sedang menunggu kalian, tapi kalian malah kumpul di sini, apa kita makan di rumah aja nih..'' tanya Naila
__ADS_1
'' makan apa di rumah, gak ada apa-apa, kamu mau makan bahan mentah..'' ledek Kahfi
Tentu saja Naila menggeleng keras atas apa yang di ucap kan oleh Kahfi pada nya
Drama ikan berakhir karena goufor mengatakan perut nya tengah lapar berat, akhir nya memilih untuk bergegas pergi
Kami hanya membawa satu mobil saja dengan mas imam yang mengemudikan nya sedang kan Kahfi dan Naila berada di belakang bersama yang lain
Setelah menempuh perjalanan dua puluh menit, akhir nya kami sampai di tempat langganan mas imam,
untung nya sampai sana semua sudah terhidang tinggal melahap saja, karena kami sudah memesan di awal melalui panggilan telepon mas imam
" ayo makan.. kata nya sudah lapar berat.." ajak mas imam kepada semua nya
Ia memang usia nya lebih muda dari Kahfi, namun semua nya harus memanggil nya Abang karena dia suami ku
" boleh di makan sekarang ini bang.." tanya goufor pada mas imam
" tentu saja boleh, pilih yang mana pesanan mu.." Ujar mas imam
Sedang kan goufor langsung menatap semua makanan dengan intens, dan mengambil pesanan nya sendiri, begitu juga dengan aisiyah dan yang lain nya
" pesanan ku mana ini.." tanya ku ketika semua sudah kebagian dan giliran ku yang tak dapat bagian
" aku sudah lapar.." ujar ku memegang perut ku
" makan punya Kahfi aja dulu kak.. biar Kahfi yang pesan ulang.." ujar Kahfi pada ku
Sedang kan kami menatap Kahfi secara bersamaan
" gak usah Kahfi, biar Abang tanya kan aja kebelakang, kenapa bisa pesanan Abang kurang.." ujar mas imam
Kahfi menarik piring nya kembali dan mas imam berdiri dari duduk nya hendak beranjak pergi
" makan pesanan mas aja dek.." suruh mas imam pada ku
Aku menilik pesanan nya, memang cukup menggugah selera, namun aku sudah terlanjur kecewa berat dengan pesanan ku yang malah tidak ada
" aku tunggu pesanan ku aja.." ujar ku menolak
Mas imam mengangguk samar dan berlalu ke arah dapur meninggal kan meja kami
Namun sudah lima belas menit pesanan tak kunjung datang bersamaan dengan mas imam
__ADS_1
Membuat ku bingung dengan nya, sedang kan perut ku sudah tak tertahan lagi, akhir nya aku memilih memakan pesanan mas imam
Sampai habis pun tak kunjung datang juga begitu juga dengan mas imam
" kenapa lama sekali ya.. kak.." tanya Kahfi heran
" itu lah, apa ada masalah di dapur.." tanya ku sedikit heran
" entah lah, aku tak pernah makan di sini, kakak tau sendiri kan, kita biasa nya makan di kafe kita sendiri.." ujar Kahfi apa ada nya
" iya.. kakak juga sama dengan mu.." saut ku bingung
" coba kakak lihat kebelakang saja, apa mas imam masih di belakang atau sudah pergi.." ucap ku pada Kahfi
Ia hanya mengangguk dan menatap kepergian ku, sedang kan Naila dan aisiyah hanya diam dan memperhatikan ku pergi
.
Sesampai nya di dapur, aku bertanya tentang keberadaan mas imam, ia tak juga ada di belakang,
Mereka mengatakan mas imam tak ada kebelakang menanyakan tentang pesanan kami yang kurang
Bahkan mereka sangat terkejut dengan pesanan kami yang kurang dan akan segera membuat nya kembali
" kemana mas imam pergi nya .." gumam ku seorang diri berjalan balik ke depan
Namun baru separuh perjalanan aku mendengar suara keributan di lorong mengarah ke kamar mandi
Aku yang awal nya ingin mengabai kan nya, acuh dan tak perduli, seketika ku henti kan langkah ku
Ketika aku mendengar suara yang sangat familiar bagi ku, bagai mana tidak familiar
Di sana masih ada mas imam dan juga seorang wanita yang ku kenali juga, aku hanya menatap nya sementara dari jauh untuk memastikan
Penglihatan ku benar atau salah, apakah itu benar mas imam dengan Karin atau memang penglihatan ku bermasalah
Ku coba mendekat, semula aku yang tak mau ikut campur, namun kali ini aku penasaran,
" ada apa dengan mereka berdua..," gumam ku mendekat ke arah mereka berdua
" aku minta maaf tidak memperjuang kan mu kemarin.." ujar Karin sesunggukan di dekapan mas imam
...****************...
__ADS_1