
'' jangan kak, nanti lepas infus nya..'' ujar Naila melerai ku
Naila berlari panik ke arah luar meninggal kan ku seorang diri, membuat ku terbengong jadi nya
Kenapa malah Naila yang panik, yang awal nya aku yang panik, kini malah Naila yang melari kan diri
Lucu sekali Naila ini, sampai aku melupakan rasa panik ku ketika melihat infus yang tertancap di tangan ku
'' ini bang.. Kak Hanum mau melepas kan infus nya..'' ujar nya masuk dengan Kahfi dan juga mas imam ada di sana
Mereka bertiga terlihat panik ketika masuk ke dalam ruangan ku, tapi melihat ku yang duduk diam mereka malah menatap ke arah Naila bergantian
'' kamu ini dek.. Bikin panik orang aja, lihat tuh, kak Hanum nya aja santai..'' omel Kahfi menghela nafas menatap istri nya
Naila malah mendekat ke arah ku, ia berulang kali mengecek pergelangan tangan ku sampai tangan ku di angkat berulang kali oleh nya
'' jangan dek.. nanti kak Hanum nya kesakitan..'' ujar Kahfi melerai Naila menarik nya mendekat ke samping kanan Kahfi
'' tadi mau di cabut bang, maka nya Naila lari nyariin Abang..'' adu Naila menatap ke arah Kahfi
'' apa nya yang di cabut, mana berani kakak, tadi kakak hanya panik saja .'' aku ku jujur
Kasian juga Naila sedari tadi dapat Omelan dari Kahfi, sudah orang nya begitu, kena Omelan terus sejak tadi
" syukur lah, kalau infus nya tidak jadi di cabut, aku sudah panik bukan main tadi..'' aku Naila polos
sungguh adik ipar yang polos, padahal aku hanya panik saja sudah tertancap jarum infus di tangan ku
Ku lihat sekeliling ku hanya ada kami berempat, ku lirik sekilas mas imam dan ia memasang wajah cemas pada ku
Biar lah terserah dia mau apa, yang awal nya aku tak ambil pusing dengan semua, eh.. Malah aku jatuh pingsan pula
'' kakak sudah sadar bang, kalau gitu kami pamit pulang dulu, nanti kalau ada apa-apa kabarin aja, apa ada yang perlu di ambil kan.'' tanya Kahfi pada mas imam
'' tidak ada, tapi kalau ada yang kemari, tolong suruh bawa kan ganti saja.. Karena Abang terburu-buru semalam..'' pesan mas imam pada Kahfi
'' hanya itu saja kan bang..'' tanya Kahfi lagi
'' iya..'' saut mas imam
kemudian Kahfi berjalan mendekat ke arah ku, sedang kan mas imam berjalan ke arah sofa tunggu
__ADS_1
Aku tidak terlalu memperhatikan nya, aku hanya pokus menatap infus yang tertancap di tangan ku
Bagai mana bisa ini terpasang di sini, sampai aku tidak merasakan nya,
'' kak.. Kami pulang dulu ya.. Nanti kalau ada apa-apa kami balik lagi, cepat sembuh ya kak.. Biar bisa berkumpul di rumah..'' ujar Kahfi sambil memeluk ku
'' kalian mau pulang, kakak sama siapa di sini, bagai mana nanti goufor tidur, tidak ada yang menemani..'' saut ku
'' masih sakit begini, masih sempat-sempatnya memikir kan tidur goufor, kan ada aisiyah sih.. Di rumah, aku juga ada..'' ujar Kahfi
'' jangan kasih tau mama sama papa ya.. Kalau kakak ada di sini..'' seru ku
Aku takut mama dan papa panik mendengar kabar ku yang berada di sini, namun Kahfi diam saja, tak menjawab perkataan ku barusan
'' kakak pokus ke kesembuhan kakak saja, jangan mikirin yang aneh-aneh, biar cepat pulih..'' ujar Kahfi mencium pucuk kepala ku dengan sayang
Sebenar nya enggan menyuruh Kahfi pulang, tapi aku tak mau egois karena ada Naila yang juga butuh istirahat di rumah
'' kakak udah sembuh kok..'' saut ku manyun
'' mana ada sembuh masih ada ini nya..'' kekeh Kahfi
Aku langsung memukul lengan nya pelan yang mendapat kekehan kecil dari kahfi
Entah lah, apa kah Naila tidak cemburu melihat Kahfi memperlakukan ku dengan lembut, semoga saja Naila tidak seperti itu
setelah berpamitan, Naila dan Kahfi pun pulang, tinggal lah aku dan mas imam di sini, aku memilih membaring kan tubuh ku kembali tak mau menatap ke arah mas imam
Terdengar ada suara langkah kaki keluar dari ruangan ku, sejenak ku lirik ke arah mas imam, ia sudah tidak ada di sana
Sejenak ku Hela nafas panjang sebelum menutup mata ku kembali, tapi tak berapa lama, dokter datang menghampiri ku
'' permisi,, saya mau periksa dulu..'' ujar dokter tepat di dekat ku
dengan segera ku buka mata ku perlahan dan menatap ke arah dokter yang memeriksa ku
'' ada keluhan..'' tanya dokter menatap ke arah ku sambil tersenyum
'' ada dok, kepala ku pusing sekali ya..'' ujar ku mengeluh pada dokter yang memeriksa ku saat ini
'' apa karena baru bangun dari pingsan, atau sudah lama begini..'' tanya dokter terkekeh kecil melirik ku
__ADS_1
'' sudah lama sih dok,, itu pun kalau pagi aja.. Sama sore aja..'' saut ku apa ada nya
'' tidak apa-apa itu buk, nanti saya resep kan vitamin dan obat lain nya,.. ada keluhan lain selain pusing..'' tanya dokter lagi
'' tidak ada dok, hanya itu saja..'' saut ku cepat
'' baik lah, kalau begitu saya permisi dulu..'' ujar dokter berlalu pergi
Ia bercakap-cakap sebentar dengan mas imam, lalu beranjak pergi meninggal kan ruangan ku
Di ruangan ku hanya ada hening dan sunyi, tidak ada suara sedikit pun, dan aku pun memilih diam saja
Satu jam berlalu hanya hening, dan di saat ketika ada seorang perawat yang membawa kan makanan untuk ku
'' permisi...'' ujar nya sambil tersenyum
aku sejenak menoleh ke arah nya dan mempersilah kan nya masuk ke dalam
'' ini makan nya.. Dan jangan lupa obat nya di minum ya..'' ujar suster dengan ramah dan menaruh makanan ku di atas meja
'' baik sus., terima kasih..'' saut singkat
ia hanya tersenyum saja, lalu berlalu pergi keluar dari ruangan ku, mungkin ia akan mengantar makanan yang lain nya
Setelah kepergian suster, aku pun mencoba meraih makanan ku, tak mau merepot kan orang lain, biar lah aku yang berusaha sendiri mengisi perut ku
'' biar ku bantu..'' mas imam mendekat ke arah ku mengambil alih piring yang ku ambil tadi dari meja dengan susah payah
'' gak perlu, aku masih bisa sendiri..'' jawabku cuek dan menarik piring ku kembali
'' masih marah.. Heem..'' ujar mas imam mengelus pucuk kepala ku
dengan cepat ku tepis tangan nya yang berada di atas kepala ku, entah kenapa perasaan kesal ku masih ada
...****************...
Jangan lupa untuk like sebanyak-banyaknya
Dan beri kan komentar yang baik di setiap episode
Hadiah dan juga vot
__ADS_1
Karena setiap like dan komen kalian sangat berarti untuk penulis,
tentu untuk penyemangat dalam menulis agar lebih rajin lagi up nya