
'' pagi juga mbak iren .. apa kesibukan hari ini..'' tanya ku sambil tersenyum ramah kepada mbak iren
'' hanya mengecek kontrak saja, selebih nya sudah di tangani mas Kahfi..'' ujar mbak iren membuat mata ku mekar seketika mendengar nama Kahfi
kemana anak itu sudah lama aku tidak bertemu dengan nya
'' kemana orang nya sekarang mbak..'' tanyaku cepat kepada mbak iren
'' ada di ruangan nya mbak..'' ujar mbak iren sambil menunjuk ke arah ruangan milik Kahfi
dengan cepat aku pun meluncur ke sana, meninggal kan mbak iren setelah menerima dokumen yang menumpuk darinya
braaakkkkk....
'' astagfirullah hal'azim kak... bikin kaget aja..'' ujar Kahfi mengelus dada nya karena terkejut aku mendorong pintu nya terlalu keras
membuat ku terkekeh kecil melihat nya terkejut, aku sungguh merindukan adik ku yang dulu sering ku jahili ini
'' maaf.. memang sengaja..'' ujarku terkekeh kecil sambil berjalan ke arah nya
'' CK.. memang dasar..'' gerutu nya sedikit kesal kepada ku
'' kapan sampai..'' tanya ku duduk di hadapan nya
seketika ia menoleh cepat ke arah ku yang menatap nya secara intens sambil menyodor kan tangan ku kepada nya
'' baru tadi malam sampai, pagi di suruh kerja saja sama papa. menyebal kan..'' umpat nya sambil membuang muka
membuat ku tertawa lepas ketika Kahfi mengeluh kan tentang diri nya yang langsung jadi kacung papa ketika baru sampai di sini
'' malah ketawa lagi..'' ujar nya memandang ku sebal
'' udah biasa kali, papa kan memang selalu begitu..'' ucap ku menatap nya sambil menahan tawa ku
'' kak, dengar-dengar Kakak sudah nikah ya..'' tanya Kahfi dengan nada serius
'' bahas nanti aja setelah makan siang..'' ujar ku menanggapi perkataan nya
ia hanya mengangguk kan kepala nya saja, dengan dia mulai kembali pokus pada dokumen yang menumpuk di hadapan nya begitu juga dengan ku
sampai siang hari, kini kami berdua bernafas lega ketika pekerjaan kami telah selesai dan Kahfi mengajak ku makan siang di kafe yang dekat dengan pabrik opah
'' sejak kapan ada cabang baru di sini..'' tanya Kahfi memandang kafe yang tengah berdiri kokoh tidak jauh dari pabrik opah
'' setengah tahun terakhir ini, melihat pabrik semakin berkembang pesat ayah berencana mendiri kan kami Di sini.. dan akhir nya berdiri deh..'' ucap ku terkekeh kecil seraya merangkul nya masuk ke dalam
__ADS_1
'' siapa yang berjaga di sini..'' tanya Kahfi
seperti sudah berjaga di pos ronda saja, membuat ku memandang nya langsung dengan tatapan yang susah di arti kan
'' kenapa menatap ku seperti itu..'' ujar Kahfi dengan nada datar
'' sudah seperti apa saja, kau bilang berjaga, yang benar saja...'' ucap ku terkekeh kecil menatap nya
'' hehehe... maksud ku, siapa yang bertanggung jawab di sini..'' ulang Kahfi sambil cengengesan
'' nah gitu dong, itu baru benar..'' ucap ku berjalan ke dalam dengan terus merangkul Kahfi
sudah seperti orang berpacaran saja, kalau orang tidak mengenal Kahfi mungkin semua yang memandang kami adalah sepasang kekasih
namun tidak dengan wajah kami berdua yang sedikit banyak memiliki kemiripan
'' jawab dong kak, siapa yang berjaga di sini..'' tanya nya lagi penasaran
'' Aisyah...'' saut ku singkat
'' loh... kenapa Aisyah kemana pergi nya Ihsan..'' tanya Kahfi memandang ke arah ku
'' pindah sekolah, terlalu banyak keributan yang ia ciptakan sehingga papa memindah kan nya sekolah..'' ucapku memandang ke arah nya
'' pindah kemana kak..'' dengan cepat ia menoleh ke arah ku
'' wah..wah..wah.... terlalu banyak perubahan yang ku lewat kan, tidak ada satu pun yang bercerita pada ku..'' ujar nya sambil geleng kepala
'' kau sekolah terlalu jauh, ya gitu deh, tidak ada berita satu pun yang bisa kau dengar kan..'' ucap ku seraya terkekeh kecil
'' eh.. kak.. bang, ada di sini...'' ujar Aisyah yang melintasi bangku kami di mana kami terduduk
'' kamu baru pulang kuliah..'' tanya ku memandang nya lekat ketika di punggung nya masih ada tas ransel dan di tangan nya ada buku-buku
'' iya kak..'' saut Aisyah sambil menyalami kami berdua
'' adik yang pintar..'' komen Kahfi sambil mengelus pucuk kepala aisyah yang terbalut hijab
'' sudah pesan makanan belum kak..bang .'' ucap nya menatap kami berdua secara bergantian..
'' belum nih, Abang lapar..'' ucap Kahfi seraya mengelus perut nya
'' tunggu sebentar, biar Aisyah pesan kan..'' ujar Aisyah meletakan buku nya di meja kami dan berjalan pergi meninggal kan kami berdua
'' tambah besar saja Aisyah..'' komen Kahfi yang menatap kepergian Aisyah
__ADS_1
'' nama nya juga di kasih makan, jelas gedek lah..'' saut ku singkat
'' iya ya.. aku terlalu lama belajar di negri orang, Samapi pertumbuhan keluarga ku saja aku tidak tau..'' ucap Kahfi geleng-geleng kepala
'' demi masa depan sih..'' ujar ku singkat
'' ya..''
'' kak... kenapa kakak bisa menikah tidak mengabari ku sama sekali..'' tanya Kahfi menoleh ke arah ku
'' entah lah, kakak sendiri saja masih bingung dengan semua ini..'' ujar ku seraya tertunduk lesu
'' kakak bahagia dengan pernikahan kakak ini..'' tanya nya penasaran
'' kenapa kau bertanya seperti itu..'' ucap ku mendongak cepat kepada nya
'' kakak seperti tidak bersemangat ingin menceritakan perihal pernikahan kakak yang tak ku ketahui ini..'' ucap Kahfi
membuat ku menghela nafas panjang dan berat, entah apa yang harus ku ucap kan tentang pernikahan ku ini,
di satu sisi, pernikahan adalah hal yang sakral dan tidak bisa untuk mainan, di satu sisi, hati ku sakit ketika mengetahui suami ku jalan dengan orang lain
memang tidak sepenuh nya salah nya, namun apa kah di benar kan jika status nya sudah menjadi suami orang tapi masih menjalin hubungan dengan wanita lain
'' terlalu rumit untuk di cerita kan Kahfi.. kakak sendiri aja masih bingung dengan perihal pernikahan dadakan ini..'' ujar ku tersenyum getir
'' pesanan datang..'' Aisyah dengan semangat nya menurun kan makanan untuk kami berdua, sehingga Kahfi enggan bertanya kembali kepada ku.
'' Aisiah di mana Aisyah..'' tanya Kahfi menatap lekat Aisyah
'' mungkin belum kembali dari kampus nya bang .'' jawab Aisyah santai
'' loh... kalian berbeda mengambil jurusan..'' ujar Kahfi bertanya kepada Aisyah
'' tentu saja, apa Abang pikir jika kami kembar kemana-mana selalu bersama..'' ujar Aisyah menatap marah ke arah Kahfi
'' bukan nya kalau kembar itu selalu bersama kemanapun pergi nya ya..'' ujar Kahfi bertanya seperti orang polos saja
'' tidak semua sama bang, menyebal kan sekali, jika selalu berdua kemana pun bersama nya..'' ujar Aisyah terlihat kesal
ia memilih duduk di samping ku dan memakan makanan yang ia bawa tadi
...****************...
Jangan lupa like komen hadiah dan vot juga ya
__ADS_1
Karena setiap dukungan kalian sangat berarti untuk penulis