Putri Yang Hilang 2

Putri Yang Hilang 2
episode 23


__ADS_3

" ya.. Ampun, baru aja mau di baikin, udah di ejek aja.. Sabar-sabar.." ujar aisiah sambil mengelus dada nya


membuat ku dan ke dua adik laki-laki ku tertawa lepas, belum lagi papa yang mendengar curahan hati aisiah yang terlalu lebay menurut ku


" harus banyak sabar ya.. Aisiah.." celetuk om Daren kepada aisiah


" ampun deh om, punya kakak satu ini.." ujar aisiah seakan prustasi memiliki aku sebagai kakak nya


" uluuhh.. Lebay kamu.." ujar ku menonyor kepala nya pelan


Dengan cepat kilat, aku pun merampas mangkok mie instan yang semula ia pegang dan kini berpindah alih ke tangan ku


" jangan di abis kan kak.. Ih.. Resek deh.." ujar aisiah mendekat ke arah ku


" lah.. Kamu tadi yang nawarin kan.." ucap ku melongo ketika aisiah hendak merajuk


" ya.. Memang, tapi enggak di habisin juga kak.." sungut nya


Membuat ku terkekeh kecil melihat raut wajah nya yang masam memandang ke arah ku


" iya..sini, kita kongsi.. Bagi dua ." ujar ku pada nya sambil menaruh mangkok mie di lantai


" sendok aku di mana.." tanya nya celingukan mencari sendok mie


" lah dimana, bukan nya sendok nya satu aja ini.." ujar ku yang ikut celingukan


" tadi adik bawa dua kakak.." sungut aisiah kembali


" lah.. Kalau dua, satu lagi mana.." ucap ku sambil mencari satu lagi


" kakak tuh... Pakai dua sendok sekaligus mungkin ." celetuk nya


" ambil di dapur aja lagi aisiah.." suruh mama pada adik gadis ku


" aisiah yakin tadi bawa dua ma.." ujar aisiah tetap kekeh


" kalau dua, satu nya di mana.." ujar mama ikut mencari


" kakak buang ya.." tuduh nya pada ku


" enak aja, mana ada kakak buang.." saut ku cepat


" jadi kemana.."


" ya.. Kamu taruh mana tadi.." ujar mama lagi

__ADS_1


" di dalam mangkok ma.." saut aisiah


Lima menit perdebatan antara aku dan aisiah tak kunjung menui hasil menemukan sendok tersebut


aku yang tau mau bergerak, aisiah yang tetap kekeh, klop menjadi satu, tidak ada yang mau mengalah sama sekali


" ambil lagi gih.. Ke dapur.." suruh ku pada nya, sambil menyuap kan mie ke dalam mulut ku kembali,


" iss.. Menyebal kan.." umpat nya hendak berdiri


Namun ketika aku mengeluar kan sendok yang berada di mulut ku, ada sedikit terasa aneh,


Aku pun melihat ke arah sendok ku dan terpekik kaget, ternyata aku memakai dua sendok sekaligus


" kenapa sendok nya jadi dua ini.." ucap ku kaget melihat dua sendok di tanganku


" kan... Benar kan dugaan ku, kakak pake dua sendok sekaligus.." sungut aisiah yang ku balas cengiran saja


Membuat seluruh keluarga ku tertawa lepas atas ulah random yang kami lakukan, aku pun tak merasa memakai dua sendok sekaligus tadi


Membuat ku ikut menyuarakan tawa juga, sama seperti yang lain nya


***


'' bawa minum nya kan..'' tanya Kahfi pada Ihsan yang berada di belakang ku


" tentu nya dong, mana tahan, ngemil gak ada minum.." jawab Ihsan


" mau apa di sini sih.." heran ku menatap ke dua adik ku ini


" mau mer***k sedari tadi gak bisa, ada papa di dalam.." ujar Kahfi


" ya..ampun, kamu ngero*** dek.." tanya ku pada mereka berdua


" banyak stres kak, pelajaran numpuk banget, cuma penghilang stres aja kok? saut Kahfi


" tapi kamu sudah lulus sih.." heran juga lama-lama dengan Kahfi ini


" dulu sebelum lulus sering, jadi kecanduan .." saut nya lirih


Aku hanya mengangguk saja, membiar kan mereka berdua dengan benda putih yang terselip di jari mereka berdua


Aku pun mencari tempat ternyaman ku, di mana lagi, kalau bukan berbantal kan Kahfi dan beralas kan Ihsan


" enak banget sih jadi kakak.. Adik nya di jadi kan alas nih.." protes Ihsan

__ADS_1


" gak apa sih dek.. sesekali aja sih, nanti juga gak bisa manja-manja sama kalian berdua.." saut ku merebah kan kepala ku ke paha Kahfi


" sama suami nya sana, udah punya suami sih.." saut Kahfi


" gak nyaman.. Kayak gini.." ujar ku terkekeh kecil


Padahal bukan itu alasan nya, mas imam tidak pernah mau di sentuh sedikit pun oleh ku


Apa lagi aku mau berbuat seperti ini, yang ada dia akan mengamuk besar kepada ku


" kak.. Kenapa Kakak bisa nikah tanpa ngabarin kami lebih dulu.." tanya Ihsan


Kahfi mau pun aku menoleh ke arah nya, sedang kan Kahfi beralih lagi menatap ke arah ku, ia juga ingin jawaban nya sama seperti Ihsan


" di jodoh kan mama papa.." saut ku singkat


" lah.. Kok bisa,? Tanya Ihsan terkejut, sedang kan ekspresi wajah Kahfi, ia lebih menunggu jawaban apa yang akan ku berikan kepada mereka


" alasan mama sih.. kasihan kata nya, teman mama yang sekarang menjadi mertua Kakak itu mengidap penyakit kangker, tapi entah kangker apa kakak gak tau pasti...


" temen mama itu, mengingin kan menantu sebelum ia di panggil sama yang kuasa, sedang kan mertua kakak itu gak setuju sama pacar anak nya yang mau jadi calon menantu nya, jadilah kakak yang di jadi kan korban


Temen mama itu mau nya kakak yang menjadi menantu nya, karena hal itu lah, mama dan papa iba lihat temen mama itu, mau gak mau, kakak di bujuk sama papa dan mama agar menerima lamaran mereka,


" nah... Yang jadi masalah nya, suami kakak itu, gak suka sama sekali sama kakak, suami kakak itu benci sama kakak, papa dan mama tidak tau perihal ini. mau tidak mau, kakak harus merahasiakan hal ini dari mereka


Kakak membuat kan suami kakak pergi sesuka hati nya mencari tempat berlibur, sedang kan kakak berada di rumah terus


Setelah menikah, ini lah kali ke dua kakak bisa berkunjung ke rumah mama dan papa, biasa nya kakak langsung di suruh pulang, sedang kan dia bebas kemana pun yang dia mau.." ucap ku tersenyum kecut


" kenapa tidak kakak tinggal kan saja lelaki seperti itu.." saut Ihsan penuh emosi


" kasian sama sih sebenar nya, soal nya mama sudah tidak ada lagi, sedang kan ayah nya, bukan ayah kandung nya ia hanya ayah sambung yang mengusir nya setelah malam ke delapan, mana mungkin kakak berani lagi menambah kan penderitaan nya, eh.. gak tau nya Kakak yang menderita sendiri, kasian melihat orang lain menderita gak tau nya Kakak yang menderita.." ujar ku terduduk bersandar di bahu Kahfi


" yang sabar ya kak,, semua pasti ada hikmah nya, semua yang kita lalui dengan sabar pasti akan berbuah manis.." ujar Kahfi mengelus pundak ku dengan sayang


...****************...


Jangan lupa untuk like


Dan komentar yang baik,


Hadiah dan vot


Karena setiap dukungan kalian sangat berarti untuk penulis

__ADS_1


__ADS_2