Putri Yang Hilang 2

Putri Yang Hilang 2
Hanum 60


__ADS_3

Karin tiba-tiba saja berdiri di ambang pintu kamar kami, di mana mas imam tidak menyadari ke datangan nya


   '' bagus ya. Kamu Yang,, aku malu di hari pernikahan kita karena kamu tidak datang, dan kamu malah asik-asikan di sini mengurusi anak ****** mu itu..'' ujar Karin dengan suara keras


  membuat mas imam langsung berbalik badan dan melihat Karin ada di sana sedang berkacak pinggang


   '' kamu ngapain kemari..'' ujar mas imam lalu berdiri dan menoleh ke arah ku yang berjalan perlahan


Sedang kan papa jadi sibuk mengurusi cucu nya yang terkejut atas suara lantang yang Karin cipta kan


    '' aduh.. Cucu Kakek terkejut ya..'' ujar papa menimang dua cucu nya yang menangis lepas


sedang kan mas imam berjalan ke arah ku dan membantu ku untuk berbaring kembali dengan memberi ku si cantik ku karena terkejut dengan suara Karin


    '' kamu selesai kan dulu urusan mu dengan nya, papa gak mau ketenangan cucu papa di ganggu oleh siapa pun..'' tegas papa tak terbantah kan


serta tatapan tajam papa layang kan ke arah Karin, papa mulai menatap tidak suka ke arah Karin sejak Karin mengganggu kebahagian anak nya ini


     '' Ayo keluar dari sini, ini bukan tempat kamu untuk marah-marah, aku tak mau anak ku terganggu dengan suara mu itu..'' ujar mas imam menyeret tangan Karin keluar dari kamar ku


Bertepatan itu mama masuk dengan lima botol DOT di tangan nya, mama memandang Karin dan mas imam sekilas sebelum masuk ke kamar ini


   '' mau apa dia, tidak cukup menghancur kan rumah tangga anak kita, ia juga ingin menghancur kan kebahagian cucuk kita pa..'' ujar mama masih sekilas melirik ke arah di mana mas imam menyeret Karin


    '' kalau cara nya terus begitu, papa yang akan maju nanti nya, lihat saja, dia belum tau papa ini sebenar nya..'' ujar papa sinis


Mama dengan cepat menyerah kan dua botol DOT pada papa dan memberikan nya satu pada Naila


Sedang kan Beby ku masih anteng di pangkuan ku, yang satu lagi tak terusik sedikit pun dengan keributan tadi


    '' wah.. Ini jagoan benar-benar deh.. Gak terganggu dengan suara nek lampir..'' ujar ku terkekeh kecil mencolek wajah anak ku yang sedang terlelap


tak berapa lama mas imam muncul kembali dengan panik dan pamit pergi setelah nya


'' aku pamit dulu ya.. Nanti aku balik lagi kemari menemani kalian..'' ujar mas imam mengelus kepala ku dan menciumi pipi ke dua anak nya

__ADS_1


lalu ia pamit ke pada papa dan mama, aku hanya memandang kepergian nya saja tanpa mau mencegah, toh selama ini kami telah berpisah bukan


'' ayo makan, kalian berdua belum ada makan kan, setelah itu minum obat nya dan juga vitamin nya..'' suruh mama memberi ku sepiring Nasih dan serta lauk nya begitu juga dengan Naila



'' ma.. Boleh nggak request makan nya..'' ujar Naila sedikit sungkan pada mama


'' ya.. Naila, kamu mau makan apa..'' tanya papa pula dengan lembut


'' aku mau makan SOP iga.. Boleh nggak .'' ujar Naila sedikit ragu


aku hanya menatap nya saja tanpa mau mencelah permintaan nya pada mama dan papa, toh itu keinginan nya kan


'' boleh dong, nanti mama buatin, apa aja yang pas untuk kamu yang habis sesar begini..'' ujar mama tersenyum lebar


dengan senang hati Naila tersenyum pada mama sangat lebar


'' makasih ma..'' ujar Naila pula


Ya.. begini lah keseharian kami, berdua di kamar dengan lima bayi sekaligus dengan mama dan papa yang sigap mengurusi ke lima cucu nya


Sedang kan Kahfi di beban kan pekerjaan papa begitu juga dengan Ihsan, ia mendadak lulus kuliah karena permintaan papa yang tak bisa di bantah kan


Berbagai alasan Ihsan menolak, namun jawaban papa sangat singkat dan padat sekali di dengar


'' papa buat usaha itu semua kan demi kalian, dan papa ingin istirahat sekarang papa sudah lelah mengurusi semua itu, papa mau menikmati moment saat mengurusi semua cucu papa, kalau kamu mau menikah silah kan, dan papa akan senang hati melamar kan nya dan nanti jika kalian memiliki anak papa akan senang hati juga mengurusi cucu dan menantu papa..'' ujar papa tersenyum sumringah


terkadang aku juga heran dengan papa, ia sigap sekali di Kalam malam hari ketika anak Kahfi tak bisa tidur dan selalu menangis


papa selalu bangun ketika melihat anak dan menantu nya kerepotan mengurusi semua cucu nya


'' papa.. Tapi Ihsan masih kuliah ini loh, tinggal satu semester lagi..'' tolak Ihsan lagi


'' papa pokok nya gak mau tau,namun harus cepat menyelesai kan nya, kamu kebanyakan main sih.. Maka nya gak lulus-lulus terus..'' ejek papa membuat rahang Ihsan jatuh seketika

__ADS_1


Ihsan tak lanjut berbicara pada papa yang tidak bisa di bantah kan, bahkan beban nya bertambah sangat berat ketika melihat wajah lelah nya


***


seminggu sudah berlalu, tanpa ada nya kabar berita dari mas imam, kami pun sudah mulai aktif bergerak dan sudah mulai bisa berjalan dengan lancar


walau terkadang rasa nyeri itu masih ada, namun masih bisa ku tahan kan, aku pun sudah mulai bebas berjalan ke sana kemari


'' mau kemana kak..'' tanya papa yang melihat ku keluar dari kamar


'' mau keluar pa.. Bosan di dalam kamar terus..'' ujar ku


'' jangan jauh-jauh.. nanti anak nya nyariin..'' ujar papa pula



'' belum tau mereka pa..'' saut ku cekikikan


'' sembarangan.. Mereka ya.. Ngerti lah, mana mama nya, walau pun mereka baru lahir..'' ujar papa marah pada ku


'' kakak hanya bosan berada di dalam kamar terus..'' ujar ku pada papa


'' ya.. Udah, kalau gitu pindah ke ruang tamu aja semua nya..'' ujar papa masuk ke dalam kamar yang kami tempati berdua dengan Naila


'' terserah papa aja deh..'' saut ku berlalu berjalan perlahan ke arah depan


aku ingin melihat suasana depan rumah, aku juga ingin mengintip bagai mana jadi nya kini rumah mu, karena sudah lama tidak melihat nya


begitu sampai di luar, aku melirik ke arah depan sana, ternyata rumah ku masih terlihat rapih dari sini


Entah kalau kesana, aku tak tau, ingin rasa nya aku berjalan menyebrang ke Sana, tapi itu tidak mungkin ku lakukan melihat kondisi ku yang seperti ini


'' kak.. Anak nya nangis ini.. apa papa bilang, kamu nya ngeyel sih..'' papa muncul dengan bayi laki-laki di tangan nya, sampai sekarang aku belum juga memberi nya nama, karena aku belum mendapat kan ide yang bagus untuk mana mereka berdua


...****************...

__ADS_1


__ADS_2