
Hari berganti begitu cepat, tidak terasa berjumpa Minggu lagi, kerja pulang.. Kerja pulang, itu lah rutinitas ku setiap hari
Mas imam sempat kembali setelah hari ke lima, namun setelah terbit Pajar, mas imam pergi lagi meninggal kan ku sendiri di rumah
sampai pagi ketika kami bertemu, aku pernah menanyakan tentang ia yang tak kunjung kembali, jawaban nya membuat ku terdiam di tempat
'' ayo lah Hanum, kenapa kau terlalu banyak menuntut tentang hubungan kita bukan kah sejak awal kau sudah tau bagai mana aku kepada mu, bukan kah sejak awal kita sudah membuat perjanjian? kenapa kau seakan payah dalam hal ini..?'' ujar imam ketika kami duduk bersama di gajebo belakang rumah yang kini tengah kami tempati
'' bukan.. bukan begitu mas, apa kah kau tidak tau, bagai mana di posisi ku saat ini, apa kah mas pernah berpikir jika suatu saat orang tua ku tau tentang hubungan kita ini adalah sebuah perjanjian, apa kah mas tidak kasihan melihat orang ku mas..'' tanya ku sambil menghela nafas berat..
entah harus bersikap bagai mana, ketika aku mendapati mas imam yang tak pernah pulang, terkadang meninggal kan ku sendiri sampai berhari-hari seorang diri di rumah
aku tau pernikahan kami adalah sebuah kesalahan yang patal, namun apa kah rumah tangga ku tidak bisa di selamat kan,
'' itu urusan ku Hanum, tugas mu hanya baik saja kepada mereka, dan tidak harus menuruti apa mau mereka, aku tidak ingin kau mengurusi urusan ku..'' ujar mas imam membuat ku terdiam menunduk ke arah bawah
mata ini rasa nya memanas ketika mendapati wajah dingin mas imam
apa salah ku kenapa mas imam sekejam itu pada ku..'' runtuh ku dalam hati
'' aku mau keluar malam ini, kau mau di rumah, atau mau pulang ke rumah orang tua mu, terserah kau tinggal memilih..'' ujar mas imam berdiri dari duduk nya sambil menatap ku sejenak
'' apa alasan ku pulang ke rumah orang tua ku tanpa ada mas ikut andil dengan ku..'' tanya ku mendongak kan wajah ini agar bisa melihat wajah mas imam yang dingin
'' itu urusan mu, setidak nya, aku sudah memberi tahu mu..'' ujar mas imam
membuat ku menghela nafas panjang dan membuang nya secara kasar, kini hanya hening sejenak di antara kami berdua
'' lebih baik aku di rumah saja, aku tidak ingin membuat orang tua ku kecewa untuk kesekian kali nya..'' ucapku menunduk kembali sambil bertopang dagu
Ya.. Lebih baik di rumah saja, karena mama dan papa sudah beberapa kali mendapat kebohongan ku tentang mas imam 6ang tak mau ikut dengan ku
__ADS_1
'' apa kau yakin..'' tanya mas imam memastikan
aku hanya mengangguk saja, mengiyakan perkataan nya, kurasakan langkah kaki semakin menjauh dari ku,
entah lah, aku tidak ingin mendongak kan wajah ku, untuk melihat kepergian mas imam yang berlalu ke dalam rumah
'' Ya.. Allah, sampai kapan aku terus begini, sampai kapan aku tetap menjalani hubungan dalam ikatan namun suami ku tidak bisa menghargai sebuah ikatan suci ini..'' ucapku sambil meratapi nasib ku yang sudah tidak tertolong lagi
berbagai usaha telah ku lakukan Ya Allah, tapi tetap saja suami ku tidak bisa bersama ku, sampai kapan suami ku dalam lingkaran dosa terus menerus..'' ucap ku tanpa terasa air mata ku mengucur deras dari mata ini tanpa bisa di cegah sama sekali
sesakit ini menjalani kehidupan rumah tangga tanpa ada nya cinta, siapa yang salah sebenar nya di sini.
apa kah aku yang salah, apakah aku terlalu lembut kepada mas imam, tidak kah seorang istri harus patuh kepada suami nya, tidak kah surga itu berada dengan suami,
bukan kah ladang pahala terletak di suami, kenapa rasa nya hati ini ingin berontak ketika mengingat seorang istri harus patuh kepada suami
'' lebih baik besok aku bertanya saja kepada pak ustad yang ada di masjid seberang .'' ucapku bertekad dalam hati
setelah lelah berperang dalam hati ku putus kan untuk masuk ke dalam rumah, di dalam rumah, kini ku dapati rumah yang sepi dan kosong
jangan tanya mas imam, ia benar-benar meninggal kan ku dalam rumah ini, ku tatap sekeliling, rumah ini bagai kan penjara bagi ku, karena hanya ada kesunyian di dalamnya
***
pagi ketika aku terbangun untuk menunai kan ibadah solat subuh, setelah semua usai, aku berjalan ke arah luar kamar dan berjalan ke arah kamar mas imam
sudah sepagi ini, namun mas imam belum juga kembali, membuat ku menghela nafas panjang ketika mendapati kamar mas imam yang tengah kosong
lebih baik aku ke dapur saja..'' ucap ku dalam hati dan berjalan ke arah dapur
sesampai nya di dapur, aku pun membuka mesin pendingin dan mengeluarkan sayuran dan juga ikan
__ADS_1
pagi ini aku ingin membuat balado ikan tongkol dan rebus sawi pahit, dengan cepat meluncur ke wastafel untuk membersih kan sayuran dan juga ikan nya
tak lupa membuat bumbu sebagai pelengkap ke masakan ku hari ini, mas imam abai kan saja, terserah dia mau pulang atau tidak
selesai memasak, kini makanan ku sudah terhidang di meja makan, tinggal menyantap nya saja
'' akhir nya selesai juga, Hem.. lebih baik sebagian ku taruh di wadah saja, dari pada siang nanti mencari makanan, kan lebih baik bawa bekal saja..'' ucap ku seorang diri
siapa yang ingin menjawab perkataan ku, tidak ada, hanya angin lah yang berhembus, karena di rumah hanya ada kesunyian saja
selesai sarapan dan beberes aku pun memilih masuk ke kamar dan berhias sekena nya saja
hari ini ada jadwal melihat pabrik yang di kelola papa, hari ini papa hanya memantau kafe saja di bantu dengan dua adik laki-laki ku yang sudah beranjak dewasa
aku memiliki enam bersaudara entah bagai mana cerita nya, namun di usia orang tua ku yang terbilang masih belum tua sudah memiliki enam anak dan sekarang sudah tumbuh dewasa
memikir kan ke lima saudara ku, kini aku rindu ingin seperti dulu lagi, bercanda bersanda gurau dengan mereka
namun itu dulu, sebelum aku menikah dengan mas imam, sekarang rasa nya jauh sekali ketika mengingat masa-bersama dengan keluarga ku
***
tanpa terasa kini kaki ku telah sampai di pabrik pengelolah kelapa sawit, di mana kini terdapat banyak mesin penggiling dan mesin-mesin lain nya
'' pagi hanum..'' sapa mbak iren ketika aku membuka pintu masuk
...****************...
Jangan lupa like komen hadiah dan vot juga ya
Karena setiap dukungan kalian sangat berarti untuk penulis
__ADS_1