Putri Yang Hilang 2

Putri Yang Hilang 2
Hanum 30


__ADS_3

'' maaf pa.. Ponsel kakak kehabisan baterai..'' saut ku lirih


Karena dari semalam aku tidak melihat ke adaan ponsel ku, ketika sampai di hotel baru lah aku melihat nya, ternyata ponsel ku mati, dan ketika ingin mengisi arus aku tidak memiliki charge


  '' kalau kau tak pulang siang ini, mungkin papa akan melapor ke kantor polisi, lagian kenapa kamu bisa pergi tanpa membawa salah satu adik mu, papa dan yang lain nya tengah menghawatir kan mu, mama mu sampai menangis tak henti-hentinya ketika mengetahui kamu tidak ada di keluarga kita..'' ujar papa lirih


   kalau sudah seperti ini, aku benar-benar merasa bersalah kepada seluruh keluarga ku, terutama mama dan papa


  '' jadi mama ada di mana sekarang..'' tanya ku sedikit panik


  '' mama ada, sekarang jawab papa, kamu tidur di mana..'' tanya papa lagi


sedang kan yang lain hanya menatap ku sambil menunggu jawaban yang keluar dari bibir ku ini


'' Hanum ketiduran di hotel pa..'' saut ku pelan sambil menunduk takut jika papa akan murka pada ku


'' sudah lah bang, yang penting sekarang Hanum tidak apa-apa..'' ujar onti Kania menenangkan papa


'' iya bang, lagian Hanum kan sudah dewasa, mana mungkin dia menjerumus kan diri nya sendiri, apalagi sampai bunuh diri..'' celetuk onti bunga,


Namun detik itu juga mendapat kan tatapan tajam dari om Daren Abang nya


'' hehehe.. Kan memang benar sih bang..'' saut onti bunga lagi ketika menyadari tatapan om Daren kepada nya


'' kamu itu loh, punya mulut memang tidak pernah di jaga..'' sungut om Daren


'' ya . Maaf bang..'' saut onti bunga lagi


'' sudah sana masuk ke kamar, lalu mandi, lihat mama mu setelah mandi..'' suruh onti Kania pula pada ku


aku hanya bisa mengangguk saja dan berlalu ke kamar ku, sedang kan yang lain nya aku tak tau kemana mereka pergi nya


Tidak ada ke dua Oma di sana, dan tidak ada mama, aku jadi merasa bersalah main pergi begitu saja


Niat hati ingin menenang kan diri, tidak tau nya malah membuat seluruh keluarga ku cemas bukan main terhadap ku


ketika memasuki kamar, tidak ada yang berubah, tetap sama seperti sebelum ku tinggal ke acara Kahfi semalam

__ADS_1


'' aahh.. Kahfi, bagai mana dengan acara Kahfi, aku melupakan nya juga .'' ucap ku seorang diri ketika sudah berada di kamar mandi


Ini semua gara-gara imam sialan, awas saja kau nanti, aku akan membalas semua perlakuan nya terhadap ku


'' tapi salah ku juga sih, yang main terima menikah dengan nya.. Aahh sudah lah..'' sungut ku berlalu keluar dari kamar mandi


Setelah rapih dan segar, aku berjalan ke arah luar kama, seperti kata onti Kania tadi, aku akan ke kamar mama guna j tuk melihat ke adaan mama


'' mau kemana kak..'' tanya Ihsan ketika aku bersimpangan dengan nya


'' mau ke kamar mama..'' saut ku menoleh sejenak ke arah nya


'' oh..'' sautan singkat ku dengar


Setelah itu ia tak bertanya lagi, aku pun melangkah kan kaki ku ke kamar mama,


'' ma.. Boleh Hanum masuk..'' sambil ku ketuk pintu kamar mama pelan


'' masuk..'' sautan dari dalam ku dengan


Aku pun membuka pintu kamar mama, di sana sudah ada mama yang bersandar duduk di atas ranjang dengan raut sedih ketika memandang ku


'' mama yang seharus nya meminta maaf kepada mu kak, mama terlalu gegabah mengambil keputusan untuk menikah kan mu dengan anak nya Tante Ica, mama minta maaf ya.. Kak..'' saut mama sendu


kalau sudah begini aku jadi tidak tau harus berkata apa, mama sesedih ini karena ku,


'' ma.. Mama gak perlu meminta maaf sama hanum, karena semua itu sudah terjadi, Hanum tidak apa-apa kok ma..'' ujar ku meyakin kan mama


mama memeluk ku dengan erat, dan beberapa kali mengelus kepala ku dengan sayang


Ini lah kelemahan ku, tak bisa melihat mama ku menangis karena ku, aku yang jadi tidak tegaan dengan mama


'' mama merasa bersalah Hanum, mama akan berbicara pada imam, agar imam melepas kan mu, mama gak mau putri kesayangan mama tersakiti..'' ujar mama pula membuat ku terkejut


'' tapi ma.. Apa mama gak kasian sama dia, sudah di tinggal oleh ibu nya, di tambah lagi mas imam terusir dari rumah selepas malam ke tujuh dari rumah ibu nya mas imam di usir oleh ayah sambung nya ma.. Maka nya Hanum memilih bertahan, karena Hanum gak tega melihat nya sendirian ma..'' saut ku pula panjang lebar


eh.. Kenapa aku menceritakan nya kepada mama'' Hem.. Ingin ku pukul saja mulut ku ini karena keceplosan berucap..'' cicit ku dal hati

__ADS_1


lihat lah ekspresi mama, mama menatap ku melotot seakan tak percaya atas apa yang ku ucap kan barusan


'' ayah sambung bagai mana, bukan kah itu suami Ica ayah kandung imam..'' tanya mama cepat


'' entah lah ma, aku juga gak tau, tapi pakta itu ku dengar ketika mama meninggal kan ku malam ke tujuh itu, dan hari kedelapan, om Malik membawa wanita serta anak kecil ketika selepas isya .'' saut ku pula


'' Ica gadis baik-baik, tidak mungkin Ica seperti itu.'' mama geleng kepala melihat ku


'' kakak tidak tau persi asli nya ma, tapi begitu lah yang kakak dengar..'' jawab ku


Mama sampai menutup mulut nya, sedetik kemudian mama mendekap ku lagi memeluk ku dengan sayang


'' jadi mama harus bagai mana..'' tanya mama pula


Mungkin mama juga iba mendengar kisah imam, tapi mengingat ia akan bertunangan membuat ku bingung dan serba salah,


Walau pun Karin memutus kan untuk melepas kan mas imam, namun bagai mana dengan mas imam, apa kah ia mau atau ikhlas melepas kan kekasih nya itu


'' eh.. Ada orang ternyata..'' papa tiba-tiba saja muncul dari ambang pintu dan melihat kami berpelukan


'' pa.. Imam nya ada di mana..'' tanya mama cepat kepada papa


'' tadi sih sudah mau jalan kemari, sempat ketiduran di mobil tadi kata nya.'' ujar papa santai melangkah ke kamar mandi meninggal kan kami


beberapa saat kemudian, papa keluar lagi dan mendekat ke arah kami


'' kamu sih, main pergi aja malam itu, kata nya mau ke toilet gak tau nya melarikan diri, sejak kapan sih.. Papa mengajar kan mu lari dari masalah..'' ucap papa sambil mengusap kepala ku dengan pelan


'' Hanum bukan melarikan diri ya.. Pa..'' sungut ku


'' lalu apa? Sampai membuat papa dan mama cemas, gak tau nya yang di cemas kan tidur nyenyak..'' ujar papa pula


...****************...


Jangan lupa untuk like


Dan beri komentar yang baik kalian di setiap episode

__ADS_1


Hadiah dan juga vot


Karena setiap like dan komen kalian sangat berarti untuk penulis, agar lebih rajin lagi up nya


__ADS_2