Putri Yang Hilang 2

Putri Yang Hilang 2
Hanum 38


__ADS_3

Semenjak malam pertama ku dengan mas imam, kini ia terlihat lebih baik pada ku, entah itu karena ia takut aku tinggal kan entah ada alasan lain nya


Aku hanya mengikuti alur cerita yang ia buat, selagi masih baik menurut ku, aku tak kan pernah mau ambil pusing dengan hal lain nya


Seperti pagi di hari libur ini, di tengah kesibukan ku mengurus pabrik sawit, sedang kan mas imam hanya melanjut kan kuliah nya


Dan di sibuk kan di beberapa usaha milik nya di bidang game online, aku tak pernah mau ikut campur urusan nya di luar sana


Dengan pagi ini, entah ada angin apa mas imam mengajak ku keluar rumah, kata nya hanya sekedar jalan-jalan saja


Aku pun menurut saja yang penting aku tidak di rugi kan di sini dan ia pun tak keberatan membawa ku pergi


'' sudah selesai belum kamu nya..'' tanya mas imam kepada ku


Ia memang masih sama, memanggil ku sesuka hati nya tidak seperti ku, yang menyemat kan panggilan mas di diri nya


'' sudah, mau berangkat sekarang..'' tanya ku menatap ke arah nya


'' iya.. Ke uru siang nanti..'' ucap nya sambil tersenyum


'' ayo..'' ujar ku sambil berdiri dari meja rias ku


Mas imam mengulur kan tangan nya agar aku mau menggenggam uluran tangannya


Mas imam memang sedikit romantis menurut ku setelah aku memberikan diri ku seutuh nya pada nya


Namun aku terkadang sedikit risih di perlakukan seperti itu, karena mulai dari awal aku tak pernah di perlakukan oleh lelaki, karena aku tidak pernah dekat dengan nama nya lelaki


'' sudah seperti menyebrang jalan saja kita ini..'' kekeh ku melirik tangan ku yang di gandeng oleh mas imam


'' kenapa..'' tanya nya menoleh ke arah ku


Namun detik berikut nya ia mengikuti arah pandang mata ku yang tertuju ke arah tautan tangan kami berdua


'' oh.. Ini..'' ujar nya terkekeh kecil lalu mengangkat tangan kami ke atas, aku hanya mengangguk samar mengiya kan


'' agak risih sih.. Sebenar nya..'' ucap ku pada nya


'' gak apa, karena kami belum terbiasa saja, nanti kalau terbiasa juga gak risihan..'' ucap nya sambil tersenyum manis


mas imam lalu membawa ku keluar dari kamar dan berjalan ke arah ruang tamu, namun sesampai nya di ruang tamu,

__ADS_1


Ternyata ada mama sedang duduk santai di sofa tinggal di ruang tamu, sedang memperhatikan kami dari jarak jauh


Aku yang awal nya sudah mulai membiasa kan diri dengan perlakuan mas imam, jadi sedikit risih ketika mama menatap ku


Aku jadi sungkan sendiri melihat mama yang sejak tadi menatap ke arah ku


" pada mau kemana.." tanya Mama ketika melihat aku dan mas imam berjalan ke arah ruang tamu


" mau ajak Hanum jalan-jalan aja ma, mumpung hari libur.." ujar mas imam sopan


Sekarang mas imam sudah mulai banyak bicara kepada keluarga ku tidak seperti bulan sebelum nya,


Ia selalu diam.. dan mengangguk saja ketika di tanya dan ketika bertanya hanya sesekali saja mengeluarkan suara itu pun hanya seperlu nya saja


" mama nanti mau ke rumah opa.. kalian tolong pantau adik-adik ya.. mama di sana mungkin sedikit lama, sekalian mengurus usaha papa juga di sana.." ujar mama menatap ke arah ku


" iya ma,, tenang aja, lagian mereka udah besar juga.." ucap ku mengiyakan


" besar juga harus di perhatikan kak, karena jaman sekarang itu semua apa-apa jadi lebih mudah.." saut mama


'' iya ma.. kakak akan mengusahakan nya sebisa yang kakak mampu..'' saut ku apa ada nya pada mama


Mama hanya mengangguk saja, kami pun berpamitan pada mama dan menyalin nya setelah itu kami berdua pun beranjak pergi


Aku hanya tersenyum malu di perlakukan dengan sebaik mungkin oleh mas imam, aku seperti di ratu kan saat ini


Tidak seperti pertama kali kami menikah, mas imam amat dingin dan ketus terhadap ku berbeda dengan sekarang


Mobil melaju meninggal kan komplek melati di mana papa dan mama tinggal sekarang


Masalah bangunan yang pernah di musawarah kan oleh papa, kini sudah mulai berkerja dengan permintaan kami masing-masing


Walau pun nanti nya rumah kami akan menjadi satu, namun bentu dan gaya nya akan berbeda,


karena di setiap orang meminta hal yang beda dengan yang lain nya, sampai tukang disain nya bingung kami buat


Bayang kan saja, perumahan lima bentu dan gaya berbeda, untung saja mereka di bayar Mahal menuruti keinginan kami, maka nya ia masih bisa bersabar menghadapi kami


'' kita mau jalan-jalan kemana sih..'' tanya ku penuh selidik


'' gak kemana-mana, hanya ke danau yang kemarin saja, mau tes ke ahlian memancing saja, masih bisa atau sudah tidak bisa lagi memancing di sana..'' ujar mas imam

__ADS_1


'' hanya memancing, memang nya tidak ada hal lain gitu .'' tanya ku lagi


Sebenar nya tau akan memancing, aku tidak akan mau ikut keluar begini, sayang nya sudah setengah jalan baru aku tau tujuan kami


'' kamu tenang aja, nanti kamu juga bakal suka kok..'' ujar mas imam


Aku hanya berpikir lurus saja, sudah mau mengajak ku jalan berdua saja sudah bersyukur sekali aku ini


'' tapi kita cari makan dulu, yang bisa di bungkus aja, biar jadi bekal kita..'' ujar mas imam lagi


Aku hanya menuruti perkataan nya, toh kalau mau makan ikan, aku tinggal tangkap saja di kolam belakang rumah,


Tidak perlu repot seperti itu, sampai memancing segala


'' ayo turun..'' ajak nya ketika ia memarkir kan mobil nya di depan serba ada


'' tapi kata nya tidak bisa makan di luaran mas.. Ini kenapa beli makan di sini...'' tanya ku sedikit heran


'' aku kenal sama perjual nya, ini juga yang sering masakin aku kalau bik Ira gak ngantar makanan ke rumah..'' saut nya kemudian


Mungkin mas imam tau mama yang terbaik untuk nya sendiri dan mana yang buruk untuk nya, aku hanya mengangguk saja mengikuti kemauan mas imam


Setelah pesan dua porsi kami kembali ke dalam mobil, dan singgah ke tokoh roti untuk membeli cemilan


'' kalau kita membuat pabrik roti seperti yang tadi bagai mana..'' tanya mas imam menatap ke arah ku


'' gak gimana-gimana sih..'' saut ku


'' di tanyain serius ini.'' tanya mas imam terlihat kesal kepada ku


'' ya.. Gak gimana-gimana sih mas, tinggal bangun aja, kalau mas ada pengetahuan di sana sih..'' saut ku singkat


'' kalau aku memang gak ada pengetahuan sama sekali ke arah sana, karena sejak awal, aku hanya belajar dan belajar untuk pabrik aja, sama kafe papa sih..'' saut ku lagi


...****************...


Jangan lupa untuk like sebanyak-banyaknya


Dan beri kan komentar yang baik di setiap episode


Hadiah dan juga vot

__ADS_1


Karena setiap like dan komen kalian sangat berarti untuk penulis,


tentu untuk penyemangat dalam menulis agar lebih rajin lagi up nya


__ADS_2