
'' Alhamdulillah anak anda sehat tanpa kekurangan apa pun..'' ujar dokter ketika anak ku keluar dari perut ku yang di belah
Aku memang sadar, semua tindakan dokter pada ku semua ku tau, apa pun yang di lakukan dokter pada tubuh ku, aku melihat semua nya
ya.. Aku memang di sesar karena tenaga ku habis ketika pembukaan ke delapan, awal nya semua berjalan normal,
Namun ketika aku melihat mas imam muncul di hadapan ku membuat ku tidak bersemangat
Akhir nya dokter menyarankan untuk melakukan tindakan sesar kepada ku, dan papa dengan berat hati mengiyakan semua itu dari pada nyawa ku taruhan nya
'' aku mau lihat anak ku dok..'' ujar ku pada dokter tersebut
'' sus... Ibu nya mau lihat anak nya..'' ujar dokter memanggil suster yang bertugas membersih kan bayi ku
tanpa ku duga, dua suster mendatangi ku dengan dua bayi yang mereka pegang, membuat ku memekar kan mata ini melihat dua bayi mungil yang menggeliat di tangan suster
'' dok.. Anak ku kembar..'' ujar ku lirih sambil menetes kan air mata
'' iya buk.. Selamat ya.. Anak ibu sepasang..'' ujar nya sumringah menatap ke arah ku
perlahan tapi pasti, ku sentuh ke dua anak ku dengan lembut dan menatap mereka dengan penuh kasih sayang
Setelah aku puas memandang mereka, suster pun membawa ke dua anak ku untuk di pakai kan baju
Setengah jam berlalu, kini aku pun di pindah kan ke ruang rawat inap, di luar mama dan papa menanti kan ku dengan cemas
Walau pun mas imam masih setia berdiri di sana, namun aku mengabai kan nya, karena aku masih tahap lepas sesar
'' Alhamdulillah nak... Mama senang kamu sehat dan keluar dengan selamat..'' ujar mama memeluk ku dan menciumi seluruh wajah ku begitu pula dengan papa
aku hanya tersenyum saja, karena suara ku tiba-tiba saja hilang, batuk dan mual menyerbu ku setelah semua selesai
Mas imam tiba-tiba saja mendekat, namun ku paling kan wajah ku dari nya, aku tak mau lagi melihat wajah nya
'' terima kasih, telah memberi ku dua anak sekaligus..'' ujar nya mengelus kepala ku dengan lembut
Namun aku tak menjawab nya sama sekali, aku bahkan tak mau menoleh ke arah nya sama sekali
__ADS_1
'' tak apa kalau tak mau menjawab atau merespon Ku, tapi aku benar-benar berterima kasih banyak dengan mu, dengan sabar membawa mereka dalam diri mu..'' ujar nya lagi tapi aku tetap diam
Sampai seorang perawat datang memeriksa ku dan semua yang ada di dekat ku minggir kecuali mama yang tetap menghawatir kan ku
'' ma.. Papa mau menerima telepon dulu dari Kahfi.. Seperti nya ini sangat penting..'' ujar papa sedikit berbisik namun aku masih mendengar nya
'' ada apa dengan Kahfi pa..'' tanya mama serius
'' gak tau,, nanti papa kembali setelah mendapat kan kabar dari nya..'' ujar papa menjauh dari kami
Mama hanya melihat kepergian papa keluar ruangan ku dengan tergesa-gesa seperti ada yang penting sekali
setengah jam berlalu, papa masuk kembali dan mendekat ke arah mama, langsung saja papa memeluk mama tanpa ada rasa malu sedikit pun
'' ada apa pa.. iiss.. Gak malu ih.. Masih ada orang di sini main peluk-peluk aja.'' omel mama meminta di lepas kan
'' mama tau gak.. Hari ini papa di beri rezeki yang banyak oleh Allah..'' ujar papa tak lepas dari senyuman nya
'' apa sih pa.. Bikin mama penasaran saja..'' ujar mama
'' papa hari ini di kasih cucu sekaligus lima.. Mama seneng gak..'' ujar papa tersenyum pada mama
Aku tersentak kaget, memang ku akui dari ku dua, tapi siapa yang tiga lagi, apa mungkin dari kahfi membuat ku bertanda tanya besar di hati ku
'' dari siapa pa.. Tiga lagi..'' tanya mama penasaran
Sedang kan mas imam hanya mendengar kan secara seksama antara kebahagian mama dan papa
'' Kahfi ma.. Seneng gak, bentar lagi juga mereka akan di pindah kan di kamar ini, papa minta satu kamar saja dengan Kakak, biar kita tidak repot mengurusi mereka, biar gak nolak balik kamar lain..'' ujar papa
Tak berapa lama ada seorang perawat mendorong brangkar masuk ke kamar yang ku tempati, dan menyiap kan nya
Aku hanya ikut tersenyum bahagia ketika ke dua orang tua ku bahagia seperti ini, senyum mereka tak pernah pudar sama sekali dari wajah kedua nya
'' pa.. Aku harus gimana ini..'' Kahfi datang dengan langkah lunglai mendatangi kamar ku dan kamar istri nya kelak
'' gimana apa nya..'' tanya mama
__ADS_1
'' apa aku sanggup mengurusi mereka ma.. Rasa nya Kahfi gak sanggup deh.. Apa lagi mereka semua sedang menangis lepas saat ini..'' ujar Kahfi mengadu
'' siapa suruh.. Buat nya terlalu bersemangat, di beri tiga sekaligus ngeluh kan..'' tak ku sangka jawaban mama membuat tawa di ruangan ini
tak terkecuali aku, tapi aku tahan karena tertawa membuat perut bekas luka ku sedikit sakit
'' mama kenapa ngomong gitu sih.. huaa .. Bukan nya nolongin aku..'' tangis Kahfi yang sengaja di buat-buat
membuat mama bertambah tertawa lepas melihat Kahfi merengek seperti anak kecil
'' ya..tanggung sendiri dong resiko nya, berani berbuat, harus berani bertanggung jawab..'' ujar mama
Namun ucapan mama membuat mas imam menegang di tempat, mungkin ia tersinggung dengan perkataan mama barusan
'' Kahfi memang bertanggung jawab ma.. Tapi tolongin Kahfi ma..'' ujar Kahfi lagi
'' gak mau... Cari pengasuh saja sana.. Mama mau ke salon nanti, gak mau urusin anak kalian..'' ujar mama menolak permintaan Kahfi
Sedang kan papa sudah tertawa lepas sejak tadi,.sampai air mata papa keluar membasahi kelopak mata
Walau pun tidak sampai mengalir ke pipi, tapi papa lepas tertawa nya membuat kebahagian keluarga kami bertambah
Setengah jam berlalu, dan muncul lah Naila dengan ke adaan lemas sama seperti ku, namun aku sudah bisa menoleh kan kepala ku ke kiri dan ke kanan
'' ya.. Allah anak mama, kenapa tidak bilang mau lahiran juga sih..'' sambut mama dengan memeluk Naila seperti memeluk ku tadi
Mama tidak pernah pilih kasih Antara menantu dan anak-anak nya, mama pukul rata menyayangi semua nya
Naila tentu saja tidak menjawab mama karena suara nya pun sama, hilang seperti ku juga
seharian ini mama dan papa sibuk mengurusi dua anak nya yang memberikan nya cucu sekaligus lima
Sedang kah Kahfi, tiba-tiba saja demam tinggi sedang kan mas imam sibuk mencari makan untuk yang sehat
Kahfi juga terpaksa di rawat di ruangan yang sama dengan kami, Kahfi tiba-tiba saja harus di ukname
...****************...
__ADS_1