
'' siapa pria tadi kak, kenapa memandang mu tanpa berkedip..'' ucap Kahfi ternyata ia memperhatikan gerak gerik mas imam
'' nanti di rumah saja ya... cerita nya, untuk saat ini kakak belum mau cerita lebih baik kita pokus mencari perhiasan seperti apa yang kau ingin kan..'' ucap ku seraya tersenyum lebar
Kahfi hanya mengangguk saja, tak mau berdebat dengan ku kali ini, ia hanya menuruti perkataan ku,
kami pun mencari perhiasan sesuai keinginan nya, dan setelah itu, kami mencari kafe kecil untuk mengisi perut
ternyata terasa lapar juga, ku kira berjalan mengelilingi mall tidak akan lapar, ternyata tebakan ku salah
'' mau makan apa..'' tanya Kahfi menoleh ke arah ku
karena posisi ku saat ini berada di sebelah kanan Kahfi
'' boleh tidak ya.. pesan mie level pedas..'' ujarku seraya membuka buku menu
'' memang nya ada..'' tanya Kahfi sedikit keheranan
'' gak tau, biasa nya sih.. ada, entah kali ini..'' ucap ku seraya membalik buku menu yang ada di tangan ku
'' ada saja kelakuan mu kak, biasa nya kalau sudah begini, ada yang membuat mu prustasi atau stress..'' ucap nya seraya tersenyum miring melihat ku
'' tidak ada, cepat lah pesan makanan mu, agar kita bisa kembali lagi ke pabrik .'' ucap ku yang malas sekali membahas masalah ku yang tidak berujung
'' papa mama bilang, kita bekerja sampai setengah hari saja, biar orang kepercayaan papa saja yang mengerjakan dan menyelesai kan nya..'' ujar Kahfi
membuat ku mengangguk samar saja ketika Kahfi berucap
tak berapa lama aku pun menjatuh kan pilihan ku, begitu juga dengan kahfi, setelah makanan datang kami berdua pun menikmati makanan ini dengan diam
****
Di sini lah kami berdiri sekarang di halaman rumah yang tidak terlalu megah, namun kanan dan kiri nya tempat usaha kedua orang tua ku
Yap. sekarang kami berada di rumah mama dan papa, Kahfi membawa ku ke rumah mama dan papa tanpa singgah lebih dulu ke rumah ku
mas imam, biar kan saja ia mau berbuat apa, terserah dia, memang dasar nya pernikahan kami memang tidak sehat dari awal kami menikah
'' ayo masuk kak, kenapa malah bengong sih..'' ujar Kahfi menggoyah kan lengan ku
'' eh..iya.. ayo..'' ujar ku setelah tersadar dari lamunan ku
__ADS_1
'' siapa saja di dalam, kenapa terlihat ramai sekali..'' tanya ku sambil berjalan di belakang tubuh Kahfi
'' keluarga besar Al Fatih dong..'' saut Kahfi membuat ku hanya mengangguk saja
'' onti bunga ada di dalam..'' tanya ku seketika mengingat onti ku yang sedikit cerewet itu
'' mungkin belum sampai, ada apa..'' tanya Kahfi
'' tidak ada, sedikit rindu saja kepada onti yang paling cerewet itu..'' ujar ku terkekeh kecil kala mengingat bagai mana cerewet nya onti bunga
berbanding terbalik dengan onti Kania yang sedikit pendiam tapi pintar memasak itu, walau terkadang menyebal kan jika di ajak berbicara hanya diam saja
'' Deddy mungkin sudah sampai..'' ucap Kahfi lagi
kami berjalan beriringan ke arah dalam rumah, walau pun rumah ini tidak seluas rumah nenek dan almarhum kedua nenek dari papa dan mama
tapi rumah ini menyimpan sejuta kenangan di mana kami tumbuh besar sampai sekarang ini
'' eh.. bidadari kecil papa sudah datang..'' papa begitu antusias menyambut ku
walau terkadang aku sedikit sebal dengan panggilan yang di semat kan papa kepada ku sejak aku baru lahir
'' iiss.. papa, Hanum tidak kecil lagi..'' sungut ku kepada papa
'' walau bagai mana pun, kami tetap bidadari kecil papa .'' ucap papa mengelus pucuk kepala ku dengan sayang
'' udah dua puluh lima papa sekarang umur ku..'' sungut ku pada papa ku ini
walau pun umur ku dua puluh lima, namun papa ku masih nampak muda, karena papa ku dulu nya menikah muda dengan mama
sedang kan mama dua tahun lebih tua dari papa, mungkin saat ini umur papa sekitar empat puluh empat tahun,
sedang kan mama sekarang usia nya sudah menginjak, empat puluh enam tahun, dan papa mempunyai saudara kembar dan adik perempuan yang ku sebut onti Kania
sedang kan mama memiliki dua adik, yaitu om Daren dan onti bunga, sebenar nya saudara angkat papa pun ada, namun entah ada kendala apa,
kabar mereka bak di telan bumi, sampai sekarang pun kami tidak pernah mendengar kabar tentang mereka sedikit pun
sedang kan saudara angkat papa menikah dengan adik mama dan mereka masih ada kabar karena masih dalam lingkungan kami
'' papa tau itu Hanum, mana mungkin papa melupakan umur mu..'' ucap papa masih memeluk ku
__ADS_1
'' masih ada yang lain papa, Aisyah ada aisiah juga ada..'' ujar ku sedikit kesal dengan papa
'' mau bagai mana pun, kalian bertiga itu tetap bidadari kecil papa..'' ucap papa menyambar pipi ku dengan gemas
'' mas.. anak nya sudah mempunyai suami itu, jangan di bikin seperti bayi terus, nanti suami nya marah loh..'' ujar mama entah datang dari mana
'' ma...'' ucap ku bangkit dan menyalami mama ku yang paling cantik di rumah ini
'' eh.. iya, mana suami mu kak..'' papa yang baru menyadari jika aku hanya seorang diri
'' kerja keluar kota pa..'' saut ku, tentu saja berbohong kepada papa, tidak mungkin aku jujur kepada papa saat ini, waktu nya belum tepat sama sekali
'' kapan akan kembali nya..'' tanya papa lagi
'' Hanum kurang tau pa, nanti kalau pulang di kabari kok?'' ucap ku meyakin kan papa
'' papa ini, anak nya baru datang, bukan nya di suruh ke lain nya, malah di tahan sih..'' ucap mama sebal
'' maaf ma,, sudah lama tidak berjumpa dengan kakak..'' ucap papa cengengesan agar mama tidak marah kepada papa
'' Salim yang lain kak, ada onti di dalam ada nenek dan kakek juga .'' suruh mama
sedang kan kahfi, entah kemana ia sekarang aku pun tak melihat nya lagi, ketika papa memeluk ku tadi
'' iya ma..'' saut ku berjalan mendahului mama yang berada di belakang ku, meninggal kan papa di ruang tamu seorang diri
'' assalamualaikum...'' ucap ku ketika memasuki area dapur yang begitu ramai
ternyata mereka semua berkumpul di dapur, begitu juga dengan Kahfi dan adik kembar ku, tidak lupa dengan para sepupu dan keponakan ku
'' mencari siapa kak..'' tegur mama ketika aku celingukan mencari keberadaan Ihsan dan adik bungsu ku
'' adik kecil di mana ma..'' tanya ku menoleh ke arah mama karena aku tidak mendapati goufor kecil
walau pun kini usia nya tidak muda lagi, namun Hanum tetap mencari keberadaan goufor saat ini
...****************...
Jangan lupa untuk like
Dan komentar yang baik,
__ADS_1
Hadiah dan vot
Karena setiap dukungan kalian sangat berarti untuk penulis