Putri Yang Hilang 2

Putri Yang Hilang 2
episode 62


__ADS_3

Sepulang nya dari taman, kini di rumah mama telah ramai, karena ada tamu yang sedang berkunjung


   " udah pulang ternyata, mari sini main sama arka attaya ada di dalam .'' suruh mama kepada ke dua anak ku itu


   '' mau sama mama aja..'' saut kedua nya secara bersamaan


Membuat ku menoleh ke arah ke dua nya dan menatap mereka secara bergantian


  '' kenapa.. Gak biasa nya, apa lapar lagi..'' tanya ku berjongkok di hadapan mereka berdua


    '' mau bobok mama..'' ucap ke dua sambil mengucek mata


  '' ya..ampun, mau bobok.. Mama pikir mau apa..'' kekeh ku


  '' ayo mana temenin bobok..'' ajak ku ke pasar ke dua nya


Dengan mengandeng ke dua nya masuk ke kamar yang biasa ku tempati semasa aku masih tinggal di rumah mama


Terkadang pun kami memang sering menginap di rumah mama ketika salah satu di antara mereka berdua tengah demam


   '' Hanum.. mau kemana.. Belum salim..sih..'' ujar Sammy melambai kan tangan nya ke arah ku


Ia berada di ambang pintu dapur ketika membawa ke dua anak ku ke kamar


  '' nanti ya... Anak-anak tengah rewel ini..'' ujar ku pada Sammy


melihat Sammy mengangguk kan kepala nya membuat ku tak enak hati, tapi mau bagai mana lagi, ke dua anak ku hendak tidur siang


   hanya butuh waktu lima belas menit, ke dua nya kini tengah terlelap di kanan dan kiri ku, untung nya aku bisa keluar dari kapitan mereka berdua


    '' heh.. Main cuek aja nih.. Sama aku.. Mentang-mentang udah punya dua pahlawan..'' senyum kecut ia layang kan ketika aku baru saja menutup pintu kamar ku ini


  '' jangan berisik, anak-anak ku sedang tertidur..'' ucap ku menaruh jari di atas bibir


   '' oh.. Oke..oke.. Ayo ke belakang, udah lama nih.. Kita tak bertemu..'' ujar Sammy berjalan lebih dulu meninggal kan ku


    '' iya.. Duluan, aku mau ambil minum dulu..'' ujarku menyuruh nya untuk pergi lebih dulu ke belakang


   '' oke..''


Aku pun berbelok ke arah dapur, di sana ada mama yang sedang bercerita ria dengan ibu leya dan om Daren


'' apa kabar om.. Sehat kan..'' aku langsung menyalami om Daren dan juga 8bu leya ketika sampai di dapur di mana mereka tengah berbincang

__ADS_1


'' sehat Hanum, bagai mana kabar mu dan juga anak-anak..'' tanya ibu leya


'' Alhamdulillah semua sehat Bu.. Anak-anak juga begitu..'' jawab ku


sedikit perbincangan antara aku dan mama begitu juga dengan Oma Daren dan ibu leya, aku pun pamit undur diri ke arah halaman belakang di mana kini Daren tengah melambai kan tangan agar aku mendekat ke arah nya


'' ngambil minum apa tidur sih.'' dengus sebal terdengar di telinga ku ketika aku baru saja menduduk kan diri di sebelah nya


'' gila kamu ya.. Mana mungkin aku tidak menyapa ayah dan ibu mu, bisa-bisa aku di bilang keponakan durhaka..'' ujar ku


Ia seketika tertawa atas ungkapan kesan ku terhadap nya, aku pun mengikut lengan nya ketika duduk dan bersandar di sandaran bangku kayu yang di sediakan di belakang


'' gak nyangka ya.. Sekarang kamu punya anak dua sekaligus, kalau mereka anak-anak ku, uuhh... Senang nya..'' ujar Sammy menatap ke arah depan dengan tatapan kosong


'' keponakan juga bisa di anggap anak..'' kekeh ku


'' iya juga sih.. tapi sayang, mereka bukan benih ku..'' ujar Sammy menatap ku


ya.. Aku tau Sammy memang menyukai ku, tapi apalah daya ketika semua nya sudah di takdir kan untuk tidak bersama dengan nya


'' kata nya kau mau memperkenal kan calon istri mu, di mana dia sekarang..'' aku menatap nya dari arah samping


'' lagi di rumah bang Kahfi, mungkin melihat kembar tiga, padahal yang dua ada di sini .'' ujar Sammy


'' kenapa kamu gak ikut..'' tanya ku pula merasa aneh dengan sipat Sammy


'' oh.. Aku jadi penasaran dengan calon istri mu.. Cantik nggak..''


'' hehehe... Jelas cantikan kamu jauh..'' saut Sammy berlebihan menurut ku


'' jangan berlebihan, jelas dia lebih cantik sih.. Kalau enggak, mana mungkin kamu mau menikah dengan nya kan..''. Ketika aku berucap wajah Sammy terlihat lesu dan luyu


'' ada apa..'' tanya ku serius menatap wajah nya yang tertunduk lesu


'' aku dan dia di jodoh kan, mama sebenar nya menolak, tapi karena ancaman keluarga mereka yang akan memutus kan kerja sama, aku jadi tak tega dengan ayah..'' ujar Sammy masih tertunduk lesu


''' di terima apa ada nya dong, kayak aku nih..'' ujar ku terkekeh kecil


'' akibat di jodoh kan, jodoh gak dapet.. Eh.. Malah anak yang dapet.. Hebat kan .'' ucap ku berbangga diri


'' kamu sih.. Gak mau sama aku dulu..'' ledek nya pula


'' enak aja bilang begitu, siapa suruh gak mau ngomong langsung ke aku nya, udah nikah, baru ngaku suka sama aku, gak jelas kamu..'' sungut ku

__ADS_1


Membuat Sammy tertawa ngakak melihat ku yang emosi kepada nya


'' iya.. Maaf, semua salah ku, kalau dulu aku lebih cepat mengakui nya, mungkin sekarang kamu akan bersama ku terus menerus..'' kekeh Sammy


'' sudah lah.. Semua sudah berlalu, semua telah menjadi masa lalu.. Sekarang masa depan yang harus kita raih..'' ujar ku menepuk pundak nya lalu berdiri


'' mau kemana kamu..'' tanya Sammy mendongak ke arah ku


'' mau lihat anak-anak.. Takut nya mereka terbangun. Aku tak ada di dekat mereka .'' ujar ku berjalan hendak masuk ke dalam


'' yah.. Padahal aku masih mau mengobrol dengan mu..'' saut Sammy


'' lain waktu saja..'' saut ku berlalu pergi, aku benar-benar meninggal Sammy sendirian di belakang


Karena menurut ku pertemuan ini tidak ada yang istimewa, apa lagi ia sudah membawa tunangan nya kemari


Aku takut akan terjadi kesalah pahaman antara aku dan tunangan Sammy nanti nya, tentu saja aku tak mau itu terjadi


'' ma...huhuhu..mama...'' tangis lepas ku dengar dari kamar


.walau pun aku baru setengah jam meninggal kan mereka, namun mereka sudah terbiasa tidur di temani


'' ya.. Sayang, mama di sini..'' ujar ku mencoba menenang kan Rayhan, sedang kan Raina hanya diam saja menatap Rayhan yang menangis


'' mama pergi.. Rayhan bobok di tinggal..'' adu nya


Sungguh gemas sekali aku melihat anak ku ini yang belum terlalu lancar berbicara, namun mulut nya tak pernah diam


'' mama ambil minum sayang, mau minum kah..'' tidak sepenuh nya berbohong sih, aku memang benar-benar mengambil minum tadi ke dapur, sekalian mengobrol dengan Sammy di halaman belakang


begini lah kehidupan ku, pernikahan manis yang ku harap kan ternyata hanya membawa luka yang mendalam kepada ku, di setiap keinginan ternyata tidak semua keinginan itu mulus-mulus atau lancar-lancar saja


Contoh nya saja aku, mendapat kan suami karena perjodohan tak tau nya suami pergi meninggal kan benih


Dan sampai berusia berapa tahun lagi anak-anak ku tidak mendapat kan kabar dari ayah kandung nya


janji yang tidak di tepati, tapi aku bersyukur, ke dua anak ku tidak pernah menanyakan keberadaan ayah nya, entah karena masih kecil aku pun tak tau


'' mimik ma..'' pinta Rayhan setelah ia reda dalam tangis nya


Aku pun memberi kan air minum yang ku bawa tadi ke kamar dan memberikan nya kepada Rayhan


beginilah keseharian ku, sibuk mengurus anak dan bekerja di kala pagi sampai jam dua siang setelah nya kerepotan dari dua anak ku lah yang selalu membuat ku sibuk dan bahagia mengurusi mereka

__ADS_1


...****************...


" TAMAT "


__ADS_2