
Lihat lah.. Aku masih tidak percaya melihat suami ku yang belum sempat ku salam, kini ia menangis tanpa suara di depan makam ibu nya yang sudah di kebumikan
'' sudah imam... Ayo kita pulang ikhlas kan kepergian ibu mu..'' ujar om Malik
Entah lah, biar kan saja aku tetap memanggil nya om, karena sampai sekarang keberadaan ku masih tidak di ingin kan oleh keluarga mereka
'' coba kamu yang membujuk nya..'' suruh mama pada ku
seketika aku pun langsung menoleh ke arah mama menatap tak percaya, kenapa bisa mama menyuruh ku,
Sedang kan diri nya saja tak mau melihat ku sedikit pun, pasti nya ia tak akan mau ketika aku membujuk nya
'' tidak ah.. Ma, sungkan sekali? Lagian ada om Malik kan..'' ujar ku menolak perintah mama
'' kalau kamu gak mau.. Ya sudah, biar mama yang coba..'' ujar mama
kami sekeluarga membantu persiapan pemakaman Tante Ica sampai selesai
walau pun kehadiran ku tidak di ingin kan, apa boleh buat, aku pun terus berada tidak jauh dari sisi nya
'' ya.. Sudah, kalau mama mau mencoba..'' suruh ku pada mama
Mama mengangguk samar, ia pun berjalan mengarah om Malik tentu saja di temani oleh papa
Mana mau papa meninggal kan mama walau sedetik pun walau pun om Malik adalah besan nya,
Tetap saja papa tidak rela membiar kan bidadari nya dekat-dekat dengan pria lain, suami yang setia
entah apa yang di lakukan mama di sana, mungkin membujuk imam, karena sekilas ku dengar tadi nama nya imam
Tak berapa lama mama pun mendekat ke arah ku yang berdiri tidak jauh dari mobil yang membawa kami kemari
'' ayo pulang..'' ajak mama
'' ayo..'' saut ku singkat
Kami pun kembali kekediaman Tante Ica di mana kini kami berada di ruang tamu bersama yang lain nya
Sedang kan keluarga sanak sekeluarga nya satu persatu pulang menyisakan kami dan yang lain nya
***
__ADS_1
seminggu sudah berlalu, tiga hari aku berada di rumah Tante Ica membantu setiap malam di adakan tahlilan dan takjiah,
Namun keberadaan ku pun tak terlihat sama sekali di sini, dan aku pun memilih pulang setelah malam tiba, dan malam setelah seminggu nya aku datang kembali
Dan mama meninggal kan ku kembali di sini seorang diri, lihat lah, hanya ada kami bertiga di sini,
Aku takut sebenar nya sendirian di sini, namun apa boleh buat, aku harus bertahan untuk beberapa hari di sini sebelum aku memutus kan untuk pergi atau bertahan
'' pagi Hanum..'' sapa papa mertua ku ketika aku membuat kan sarapan pagi untuk nya begitu juga dengan suami yang tak pernah menganggap ku
'' pagi pak..'' saut ku
Terasa lidah ku masih kaku untuk memanggil papa mertua ku dengan bagus
'' imam belum bangun..'' tanya papa mertua ku
'' mungkin belum pak..'' jawab ku, karena aku pun tidak mengerti keadaan nya saat ini
Sedang kan bertegur sapa saja aku belum pernah sama sekali dengan nya
***
Keadaan membaik ketika dari pagi sampai ke sore lagi, sampai tiba waktu nya makan malam,
Untuk sekedar menawar kan nya makan saja, aku tidak berani karena aku tidak mengetahui di mana letak kamar yang ia tempati
'' kenapa kau masih disini..'' ia menatap ku penuh keheranan
'' kenapa, apa aku tak boleh tinggal satu rumah dengan suami ku sendiri .'' tanya ku sedikit bingung dengan pertanyaan nya barusan kepada ku
'' aahh.. Aku melupakan sesuatu..''' ujar nya menatap prustasi kepada ku
'' melupakan apa..'' tanya ku bingung
'' melupakan mu, kau boleh kembali ke orang tua mu, Karena pernikahan ini tidak di ingin kan bukan, lagian mama ku sudah tidak ada, kau bebas mau kemana..'' ujar nya sambil menunjuk ku
'' bagai mana dengan status kita, apakah kau ingin mencerai kan ku saat ini juga..'' tanya ku serius
namun belum sempat ia menjawab, salam terdengar dari pintu luar, membuat ku dan ia pun sama-sama menoleh ke arah pintu depan
'' assalamualaikum..'' salam dari seseorang mungkin aku mengenali nya
__ADS_1
'' waalaikumsallam'' saut ku berjalan ke arah ruang tamu meninggal kan dapur
Kami yang hendak makan malam jadi menunda nya sejenak karena ada tamu di depan sana
''' eh.. Pak, sudah kembali..'' ucap ku ketika pintu sudah ku buka lebar
Tak ku sangka ia pun ikut di belakang ku melihat tamu siapa yang datang
om Malik pun masuk, tapi ia tak sendirian melain kan membawa seorang wanita dan satu anak kecil,
Membuat ku seperti orang bodoh saja, ketika melihat nya, ada apa sebenar nya ini, kenapa bisa Tante Ica meninggal baru seminggu suami nya dengan tega membawa masuk wanita lain kemari
Namun setau ku om Malik tidak pernah kemana pun selama seminggu ini, baru hari ini lah ia pergi dan kembali membawa seorang wanita
'' imam.. Boleh kita bicara sebentar..'' tanya om Malik pada imam
Hem.. Kini aku tau nama nya memang imam, tapi aku hanya melihat dan memperhatikan saja tidak mau ikut campur dengan urusan keluarga ini
'' kenapa kau bawa orang ini masuk ke dalam rumah mama ku..'' ujar imam begitu lantang sampai aku terkejut mendengar suara nya
Begitu tajam nya mulut imam kepada ayah nya sendiri, membuat ku tak habis pikir dengan perkataan kasar itu
'' bukan kah ini rumah ku imam, ibu mu yang menumpang di sini selama ia masih hidup..'' jawab om Malik
'' ini rumah mama ku..'' ujar imam
'' kau salah paham imam, aku dan ibu mu sudah buat perjanjian ketika ibu mu meminta pertolongan dengan ku untuk mengakui mu sebagai anak ku, dan rumah ini akan jatuh ke tangan ku ketika ia telah wafat.. rumah ini sepenuh nya telah menjadi milik ku seutuh nya ...'' begitu kejam tutur kata om Malik kepada imam
Hahahhaa
'' memang ini yang kau ingin kan bukan, baik lah, aku akan keluar dari rumah ini tanpa kau usir, silah kan nikmati hasil jerih payah ibu ku, tapi ingat satu hal, aku dan kau tidak lagi ada hubungan, dan jangan pernah datangi aku lagi, di saat kau membutuh kan pertolongan ku..'' ujar imam ia pun bangkit dari duduk nya
'' hemm... Dan satu lagi, bawa istri mu dari sini..'' ujar om Malik kepada imam
membuat imam tersadar akan ada nya diri ku di dekat nya, ia pun menoleh sejenak ke arah ku
'' ayo pergi, kemasi semua barang-barang mu..'' ajak imam kepada ku
Seperti orang bodoh saja, aku pun mengikuti apa yang di ucap kan nya pada ku
...****************...
__ADS_1
Jangan lupa untuk like dan memberi komentar baik dan hadiah juga vot
Karena setiap dukungan kalian sangat bermanfaat bagi penulis