
" kakak tidak pernah mendapat kan perlakuan pisik kan dari suami kakak saat ini.." tanya Ihsan menggebu-gebu
Aku hanya menggeleng kecil saja menanggapi perkataan Ihsan, sedang kan Kahfi hanya pendengar setia saja
" awas saja dia, kalau berani memukul kakak, aku yang akan maju menghajar nya habis-habisan.." sungut Ihsan
Membuat ku tertawa geli dengan emosi nya yang menggebu tersebut, aku terharu di sini, semua keluarga ku mendukung ku
Tidak sekali pun keluarga ku menjatuh kan ku, walau pun aku salah, tapi mereka tetap berada di sini ku
" apa-apaan ini, di dalam keluarga sedang berkumpul, apa yang kau lakukan ini.. CK.. Memalukan sekali.." ujar seseorang membuat kami bertiga langsung menoleh ke arah sumber suara tersebut
" apa papa dan mama mu tidak tau kelakuan anak mereka seperti apa, kau lagi, kenapa kau berada di satu sisi di mana di kanan dan kiri mu semua adalah pria.." ujar nya lagi,
Kami bertiga hanya saling pandang ketika mulut mas imam begitu lancar nya berbicara tanpa melihat siapa yang sedang berada di sisi ku saat ini
" jaga bicara mu mas.." ucap ku lirih pada nya
" apa yang harus ku jaga, seharus nya kau yang menjaga Marwah mu, kau itu istri orang, tidak sepantas nya kau berada di dalam pelukan dua pria sekaligus.." ujar nya berapi-api
" ini suami nya ternyata.." saut Ihsan santai
Ia tak menyertakan memanggil ku kakak nya, mungkin ia akan memancing keributan yang di ciptakan oleh mas imam yang salah paham terhadap kami
" iya.. Aku suami nya, kalian siapa, mengapa kalian berdua berpelukan dengan istri ku, apa kalian berdua kekasih nya.." ucap mas imam menatap ke arah Kahfi dan Ihsan secara bergantian
" apa keluarga mu sudah biasa melihat tingkah laku mu yang seperti ini.." tuduh mas imam kepada ku
Membuat ku menghela nafas panjang ketika mas imam malah menuduh ku tanpa bertanya lebih dulu, siapa mereka berdua
" ini masalah kita mas, kenapa kau membawa keluarga ku masuk ke dalam nya ." ucap ku lantang
Emosi ku memuncak sudah ketika berhadapan kepada mas imam, aku tidak masalah ia menyudut kan ku, tapi jangan bawa-bawa keluarga besar ku
__ADS_1
" karena mereka membiar kan mu berduaan dengan mereka berdua.." ucap nya sinis
" kau tidak mau bertanya lebih dulu, siapa kami.." ujar Ihsan bersedekap tangan nya di dada
" mengapa aku harus bertanya, toh.. sudah pasti kalian berdua itu kekasih nya kan.." ujar mas imam lagi
" tunggu-tunggu.. bukan kan kamu?.. Kak apa ini.." ujar Kahfi mungkin ia baru menyadari siapa mas imam
" bukan kah kau yang berada di tokoh emas tadi siang kan." ujar Kahfi menuding wajah mas imam
" singkir kan tangan mu yang kotor itu.." ujar mas imam menepis tangan Kahfi
" bukan tangan ku yang kotor... Tapi pikiran mu yang kotor.." ujar Kahfi terkekeh kecil
" apa maksud mu.." tentu saja mas imam keheranan dengan jawaban Kahfi barusan
Entah kenapa, semua keluarga besar ku keluar satu persatu dari pintu dapur yang terhubung ke halaman belakang
'' ada apa ini..'' papa datang melerai pertengkaran antara Kahfi dan juga mas imam
Yap.. setelah perkataan Kahfi tadi, dengan tiba-tiba saja, Kahfi melayang kan tinjuan nya ke wajah mas imam begitu saja
sedang kan Ihsan, hanya terbengong melihat Kahfi yang memukuli mas imam di depan nya
'' ada apa ini Kahfi, bisa di bicarakan secara baik-baik.. Tidak perlu ada kekerasan seperti ini. '' ujar Deddy Kiano menghalau Kahfi
'' aku tidak sudi memiliki Abang ipar seperti diri nya, tukang selingkuh tapi mengatakan bahwa kakak ku lah yang selingkuh. CK . memalukan sekali ya..kamu..'' ujar Kahfi tertawa kecil melihat wajah mas imam yang sudah babak belur
'' kenapa kamu bisa bilang seperti itu Kahfi, sedang kan kamu saja baru pulang dari luar negri..'' ujar om Daren sedikit kebingungan
Sedang kan mama menatap ku penuh selidik begitu juga dengan papa
'' aku tadi siang bertemu dengan nya, dia sedang bersama seorang wanita yang mengaku menjadi tunangan nya, dan kalian tau, kakak ku ini banyak merasakan sakit? Tapi di pendam sendiri, demi membuat keluarga nya bahagia, kakak ku ini mengorbankan perasaan nya demi melihat keluarga bahagia, tapi kalian tidak melihat kesedihan nya kan, dan lelaki ini, dengan seenak nya menuduh kakak ku ini selingkuh..?'' ujar Kahfi penuh emosi
__ADS_1
Pengakuan Kahfi barusan membuat ku tercekat kaget, seakan aku susah bernafas ketika Kahfi malah mengatakan semua nya di depan semua keluarga
Ku lihat wajah mas imam sekarang, ia tentu terkejut mendengar pengakuan Kahfi, bahkan seluruh keluarga ku kini menatap ku dengan iba
Tiba-tiba saja mama dan papa mendekat ke arah ku, dan merangkul ku membawa ku kedalam pelukan mereka
'' maaf kan mama kak, mama tidak bermaksud membuat mu seperti ini..'' mama datang merangkul ku begitu juga dengan papa
'' mau kita apa kan dia bang..?'' tanya Ihsan tersenyum miring melihat mas imam yang sudah babak belur
Sedang kan Kahfi hanya terdiam saja ketika melihat wajah mas imam sudah babak belur oleh nya
Bagai mana tidak, Kahfi ahli taekwondo dan pencak silat, dengan mudah nya Kahfi menghantam mas imam
Semua anak cowok papa di latih di bidang bela diri, sedang kan kami para wanita pun sama
mama memang menentang dan melarang, tapi papa bersikeras menyuruh kami, walau tidak semua kami pelajari,
Namun kata papa, yang penting ada salah satu nya, untuk pertahanan diri, agar suatu saat ilmu yang kami pelajari, dapat berguna untuk menjaga dan membentengi diri kami di saat kami sedang terdesak
'' jangan Ihsan, biar kan saja kakak mengobati nya..'' ucap ku mencegah Ihsan yang hendak mendekat ke arah mas imam lagi
mau bagai mana pun mas imam tetap suami ku, selagi kami masih bersama
Aku pun melepas kan pelukan mama dan papa pada ku, dan berjalan ke arah mas imam yang sedang menahan sakit
'' kakak masih kasian pada nya, sedang kan dia.. Tidak ada kasian nya sama sekali pada kakak..'' ujar Ihsan mencibir tidak suka
'' walau bagai mana pun, dia masih suami kakak, lagian ini di rumah papa, kalau di luar sana kalian bertengkar kakak tidak akan melerai kalian dan mempermasalah kan nya..'' ucap ku masih memikir kan kehormatan keluarga ini
'' CK.. Ganteng gak seberapa, nyakitin nya nauzubillah.'' ucap Ihsan mengejek ke arah mas imam
Ia pun berlalu pergi begitu saja meninggal kan halaman belakang begitu juga Kahfi yang sinis melihat ke arah mas imam
__ADS_1
Tentu saja ia sinis melihat nya, karena mereka berdua tau apa yang kurasa kan tidak dengan yang lain,
...****************...