Putri Yang Hilang 2

Putri Yang Hilang 2
Hanum 3


__ADS_3

'' biasa aja kali mbak.." saut ku malas


Aah.. Kalau sudah begini, malas sekali rasa nya ingin bekerja, rasa nya ingin melarikan diri saja dari sini


  '' ada jadwal apa saja sih..mbak, hari ini.'' tanya ku mengalih kan topik


  " gak ada sih, rapat juga gak ada, palingan hanya menyambut anak big bos aja..'' saut mbak iren


  '' oh.. Oke..'' saut ku malas


  '' menurut kamu keren nggak ya, jadi big bos.. Masih muda tapi anak nya sudah banyak, apa lagi sudah pada besar-besar, kalau mbak jadi istri nya big bos.. Wih.. Senenge polll ya.. Tak rasa..'' ujar mbak iren


Membuat ku menatap mbak iren jengah, ia tidak tau saja siapa papa ku itu, orang nya terlalu posesif pada mama


Mana cemburuan lagi orang nya, mbak iren gak tau saja drama yang di buat mama setiap pagi untuk menarik perhatian papa


Andai kan aku punya suami seperti papa. Hem.. Mungkin hidup ku enak kali ya. Selalu di jadi kan ratu


Ah.. Mimpi apa sih, terlalu banyak berkhayal, jangan kan suami, pacar saja aku tak punya


   aku tidak pernah merasakan bagai mana itu pacaran dan memiliki kekasih, aku terlalu sibuk dengan dunia bisnis dan kesibukan yang lain nya


sampai lupa yang nama nya menikmati masa remaja ku, kesibukan ku tidak hanya belajar, melain kan bekerja juga


   " mana aku tau mbak, kehidupan orang itu mah.. Mana Hanum urusin..'' celetuk ku


sebenar nya aku sudah kesal dari rumah, di tambah lagi berita ini cepat menyebar, membuat ku bertambah kesal saja


   '' kamu itu loh.. Kok galak emmen..'' tanya mbak iren sedikit heran dengan ku


  '' galak apa nya sih.. Mbak, orang biasa aja gini kok..'' saut ku malas


Aku pun berpindah duduk di mana tempat ku asal, di mana aku duduk anteng di tempat kerja tanpa melakukan pekerjaan ku


   '' kamu jangan ngelamun pagi-pagi, nanti rejeki nya di sambar ayam..'' cetus mbak iren kepada ku


  " bukan di sambar mbak, di patuk..'' kesal ku


Lihat lah mbak iren, ia hanya cengengesan saja mendengar protes ku


'' kamu lagi pms ya .. Sejak tadi marah muluk..'' mbak iren bertanya demi kian


Mungkin karena aku memarahi nya sejak tadi, namun aneh nya mbak iren tidak tersinggung sama sekali dengan perkataan ku pada nya

__ADS_1


  '' aku udah bersih ya..mbak, seminggu yang lalu, apa mbak lupa..'' tanya ku heran


Padahal mbak iren juga yang membantu ku membelikan ku pembalut, karena aku tembus pandang


   '' ah.. Iya.. Mbak lupa, tapi kenapa kamu marah-marah ya.. Padahal ini masih pagi loh.. Belum siang terik matahari aja belum ada..'' ujar nya melirik ke arah jendela kantor


'' mbak iren terlalu ngaco sih .'' ucap ku


Ia tertawa lepas mendengar jawaban ku, entah apa yang lucu menurut ku, aku hanya menatap mbak iren jengah saja...


sampai tiba masa nya, di mana kami mulai serius bekerja, tapi jangan tanya kan aku, karena aku memilih menelungkup kan wajah ku di depan meja saja


 '' Hanum.. Kamu tidur ya..'' tanya nya tak kunjung ku sahut


Di mana mbak iren kembali bekerja, sedang kan aku mod ku sudah rusak sejak tadi, memilih memejam kan mata ketimbang bekerja


Sampai tiba masa nya, terdengar sayup-sayup suara mbak iren memanggil ku, namun tak ku hirau kan sama sekali


   '' eh.. Eh.. Hanum.. Big bos manggil kamu itu..'' mbak iren menyikut lengan ku pelan


Membuat ku terkejut dan langsung menatap ke arah nya yang memasang wajah takut


" ada apa mbak..'' tanya ku heran


   '' big bos manggil kamu itu..'' ujar nya lagi


 aduh ada apa sih papa ini, malah memasang wajah garang nya di depan ku, membuat ku ingin tertawa saja, tapi itu tidak mungkin ku lakukan


  '' kenapa lagi kamu, kerja atau ngelamun..'' teguran keras ku dapati dari papa pagi ini


'' eh.. Maaf pak..'' saut ku sambil tersenyum lebar pada papa


Haduh.. Runyam sudah, kenapa bisa aku melamun selama itu, sampai papa berdiri di depan ku pun aku tak menyadari nya


'' berdiri kamu..'' suruh papa yang terlalu ku dengar, sehingga aku menanyakan nya kembali pada papa


  '' iya pak.. Ada apa ya..'' tanya ku pada papa untuk ke dua kali nya


Karena di kantor aku harus profesional bukan, tidak mungkin aku memanggil papa di depan rekan kerja ku


  '' berdiri di depan, lihat semua sudah berdiri..'' suruh papa


ku toleh kan wajah ku ke arah samping dan tidak menemui mbak iren berada di sana, membuat ku seketika langsung bangkit dan menyusul nya

__ADS_1


  '' mbak iren.. Bikin malu aja sih, kenapa gak panggil aku dari tadi..'' gumam ku kesal menatap nya tajam


Ia hanya cengengesan saja melihat wajah marah ku yang ku tuju kan kepada nya


'' assalamualaikum semua..'' ucap papa ketika personil sudah lengkap berkumpul semua


'' waalaikumsallam pak..'' sautan yang serempak semua menurut ku


'' baik lah, mungkin saya tidak akan berbasa-basi lagi di sini, dan kalian semua tentu nya sudah tau kan, hal apa yang akan saya umum kan hari ini..'' ujar papa menatap karyawan nya satu persatu


Aku yang deg degan, bagai mana tidak, setelah ini pasti banyak pertanyaan yang akan meluncur kepada ku


'' Hanum.. Sini..'' panggil papa pula


Membuat ku bertambah deg degan setengah mati, lirik kanan kiri, mereka sudah heran kenapa bisa aku yang di panggil papa


'' berdiri di sini Hanum..'' sentak papa membuat ku terkejut


'' iya pak..'' jawab ku lesu


Perlahan ku langkah kan kaki ini berjalan ke arah papa yang berdiri sambil memandang langkah ku


'' tegak kan wajah mu..'' perintah papa


Perlahan tapi pasti, ku tegak kan wajah ini penuh dengan senyum masam yang ku tunjuk kan pada teman seprofesi ku


'' ini lah mengerti baru kalian anak sulung saya Hanum Salsabilah al-fatih.. Dia sekarang akan menjadi atasan kalian .'' ujar papa memperkenal kan diri ku


Lihat lah mereka semua, memasang wajah kaget menatap tak percaya diri ku yang berdiri di samping papa


'' ha.. Masak dia sih anak big bos.. Yang benar saja..'' bisik salah satu karyawan yang terkejut dengan status ku


'' iya iya.. kenapa selama ini jadi karyawan biasa..''


'' apa sengaja ya.. Biar ada yang memata-matai kita .''


masih banyak lagi komentar dari mulut mereka, sedang kan mbak iren membeku di tempat menatap ku penuh tanda tanya


'' mungkin sampai disini saya menyampai kan berita ini, dan terima kasih atas sambutan kalian semua..'' ujar papa


'' selamat bekerja kembali dengan semangat, terima kasih sekali lagi atas meluangkan waktu nya untuk saya..


'' assalamualaikum..' ujar papa untuk kata penutup

__ADS_1


'' waalaikumsallam..'' saut mereka serempak


Semua pun bubar satu persatu terkecuali mbak iren menatap ku intens


__ADS_2