Putri Yang Hilang 2

Putri Yang Hilang 2
Hanum 13


__ADS_3

" akuarium yang ada ikan warna-warni nya.." saut nya cengengesan


   " Apa.."


Dengan cepat aku berlari meninggal kan goufor di ambang pintu kamar ku dan memastikan nya secara langsung


  " Ya.. ampun, sudah sebesar ini masih saja menghancur kan barang-barang ku.." teriak ku kesal,


mungkin Teriakan ku ini menggema Sampai kemana pun sampai mama dan papa bertanya melalui teriakan


 Sedang kan goufor mengikuti langkah kaki ku menuju ruang pojokan yang ada di dekat ruang tamu


   " Maaf kak.. goufor gak sengaja.." ucap goufor sambil tertunduk takut


  " Kamu ya.. bikin kakak kesal saja.." saut ku sedikit mengeras kan suara ini


  " Goufor kan udah minta maaf kak, aku juga gak sengaja pecahin nya.." saut nya dengan mudah


Sedang kan aku sudah naik tensi Sampai ke ubun-ubun rasa nya, ingin ku telan saja adik ku yang satu ini


  " Huhuhu... Kakak kesal banget sama kamu, mana ikan hias kakak yang jadi korban kamu.." ucap ku sambil menangis lepas


Mama dan papa tentu saja panik mendengar suara tangisan ku, yang semula papa hendak ke kamar nya kini berbelok mendatangi ku


  " Ada apa ini Hanum, kenapa kamu menangis.. sudah seperti bayi saja..." tanya papa menghampiri ku di pojokan


  " Huhuhu.. ikan hias ku sudah jadi ikan asin.." ucap ku meratapi ikan hias ku yang bernasib malang


  " Tinggal minta aja sama Deddy, kan di kasih. Lagian masih banyak ya kan pa di sana.." saut goufor dengan mudah nya


  " Emang nya kamu pikir semudah itu kesana nya, jauh kesana goufor.." sungut ku kesal


   " Ya.. ampun, papa kira entah ada apa.. ternyata hanya perkara ikan hias saja, besok papa Carikan tang banyak.." jawab papa


" Nah.. tuh kan, papa mau ganti nya kok?" Saut goufor


Ingin rasa nya ku telan goufor saat ini, sudah kesal dari rumah mini kesal karena goufor pula


  " Kamu ya.. segampang itu kamu berbicara, kamu gak tau berapa banyak pengorbanan kakak untuk merawat ikan itu.." ucap ku sedih


Karena ikan itu sudah lama aku yang merawat nya, di sini hanya aku dan mama yang menyayangi ikan, selebih nya mereka hanya bisa makan saja


  " Betek ah, kesel sama papa." Ucap ku menghentak kan kaki ku ke lantai dan meninggal kan goufor dan papa

__ADS_1


   " Loh.. salah apa papa ya kak.." ujar papa geleng kepala melihat ku pergi dari hadapan papa


  Sampai malam hari aku pun tak kunjung keluar dari dalam kamar, aku masih terlalu kesal dengan papa dan adik bungsu ku


   " Hanum.. buka pintu nya, ini ada tamu untuk mu..." Mama berulang kali mengetuk pintu kamar ku


Namun aku tak mau membuka nya sama sekali, aku masih terlalu sakit hati dengan adik ku itu


   " Kak.. ini mama loh, apa segitu nya ya.. ngambek sampai gak keluar kamar.." ujar mama lagi sambil menggedor pintu kamar begitu kuat


Aku saja sampai terjingkat kaget dengan suara mama yang menggema, terpaksa aku bangkit dari tidur ku dan membuka pintu kamar


  " Kak.. mama hitung sampai tiga ini ya.. kalau gak mau buka pintu nya, mama dobrak nih.." ancam mama pada ku


Mama ini ada saja pakai segala mau dobrak pintu kamar lagi, kayak yang kuat aja..," omel ku dalam hati


Ketika pintu ku buka terlihat lah wajah garang mama, namun aku tidak takut sama sekali dengan mama, sudah biasa melihat wajah garang mama


  " Betah banget tidur di kamar, sampai gak mau keluar.." omel mama ketika pintu ku buka


  " Apa sih ma, orang tidur aja di ganggu.." ujar ku santai


  " Itu ada tamu untuk kamu, malah di kamar aja dekem.." suara mama memang benar-benar garang sekali


 " Maka nya di lihat dulu, kamu mah malah keenakan di kamar.." saut mama masih dengan nada judes nya


   Dengan langkah gontai ku langkah kan kaki ku ke arah luar kamar mengikuti mama yang berjalan ke arah ruang tamu


  " Memang tamu nya gak tau diri sih ini ." Omel ku lagi pelan


Mama yang ada di depan ku menoleh ke arah ku sambil menatap ku tajam,


" Apa sih ma, kenapa lihat Kakak Sampai segitu nya.." tentu saja aku takut dengan delikan tajam mama..


  " Kamu nelantari anak orang sih.. sampai di jemput segala itu.." ujar mama membuat ku tercengang


" Mama ngomong apa sih, ngaco ah.." saut ku kesal


Mama kemudian hanya diam saja, dan masih santai berjalan ke ruang tamu, tapi setiba nya di ruang tamu, aku begitu tercengan melihat tamu ku


 " Kok bisa?" Beo ku melihat tamu ku saat ini


" Hei..." Ujar nya tersenyum sambil melambai kan tangan

__ADS_1


" Eh.. kak..malah melamun lagi, itu suami nya di urusi, belum makan kata nya.." sewot mama menatap ku


Isss... Dasar menyebal kan, kemarin mengusir ku, kenapa sampai ia bisa berada di sini.." batin ku kesal menatap nya saat ini


  " Malah diem aja lagi... Kak..." Bentak mama tepat di depan wajah ku


" Apa sih ma... Dari tadi marah-marah terus, kakak nangis nih.." ucap ku ekting menangis di depan mama


  " Astagfirullah kak... Sabar-sabar.." ucap mama mengelus dada nya sendiri


     " Temani tuh suami nya makan, sekalian kamu juga makan, kamu kan belum makan kak.." suruh mama padaku sambil menunjuk ke arah imam


   " Iya..iya ma... Ini kan mau di ajak makan, mama nya sih.. marah-marah muluk.." sungut ku


" Ayo makan..." Ajak ku kesal menatap nya


Ia hanya tersenyum saja ketika aku mengajak nya untuk makan, lihat lah aku yang jadi kesal sendiri


Ku hentak kan kaki ku kelantai dengan kesal aku berjalan mendahului nya


" Di tungguin itu suami nya kak.. gak tau ke arah dapur itu.." ucap mama sambil geleng kepala melihat kelakuanku


Mau tak mau aku pun berhenti menunggu nya berjalan menghampiriku


  " Kata nya mau kirim makanan nya, tapi sampai sekarang gak Dateng juga, eh.. yang di tunggui malah asik-asikan tidur.." ucap nya lirih


  " Kan bisa beli, gak perlu harus kemari.." sungut ku


Ku ambil perlengkapan makan, dua gelas dan dua sendok begitu juga dengan piring


" Kan.. aku udah bilang, aku gak bisa makan masakan luaran.." ujar nya menatap ku sejenak


  " Eh... Tunggu dulu, kamu kenapa bisa sampai di sini.." aku baru teringat akan dirinya bisa sampai di sini


Padahal dari awal kami menikah, ia tidak pernah sama sekali pun kemari, ini kali pertama nya ia kemari


  Ia malah cengengesan di tempat nya duduk ketika sudah ku hidang kan lauk pauk ke dalam piring nya


 Dengan santai nya ia berdoa dan menatap ku sejenak sebelum menjawab pertanyaan ku tadi


Membuat ku sedikit kesal lama-lama di buat oleh nya, bukan nya cepat menjawab, malah cengar-cengir gak jelas


...****************...

__ADS_1


__ADS_2