Putri Yang Hilang 2

Putri Yang Hilang 2
Hanum 45


__ADS_3

Miris sekali hati ku ini, begini ya.. jika suami ku masih mencintai mantan kekasih nya, dan melupakan ku begitu saja sebagai istrinya


Padahal kami semalam sudah janji akan pergi bersama, kenapa ia malah membawa Karin kemari


Tak menghirau kan mereka, aku tetap berjalan ke sana, karena niat awal ku ingin berziarah bukan mengusik ke duanya


Terserah mereka memandang ku apa, akan tetapi aku tidak perduli pada mereka berdua


Begitu sampai di depan makam mama mertua ku, aku pun berjongkok di depan makam, dan menabur kan bunga-bunga


Ku lirik mereka begitu terkejut atas kedatangan ku, namun aku abai kan saja mereka


" Hanum.." mereka berdua tampak terkejut dengan kedatangan ku


Namun aku tetap menunduk tak mau mendongak sama sekali, ku terus kan niat ku, ku buka Yasin dan aku pun mulai membaca nya


 " sodokollohulazim.." ucap ku menutup akhir Yasin dan mulai berdoa


Selesai berdoa, sejenak ku tutup Yasin dan menyiram kan air ke atas makam mama mertua ku


" Hanum.." panggil Karin


Namun aku hanya diam saja tak menyahut, dan tak ada sepatah kata pun yang ke luar dari mulut ku sama sekali


Sampai aku benar-benar pergi dari sana, aku tetap diam tak mengatakan satu patah kata pun


Aku tak mau ambil pusing dengan mas imam yang kembali lagi dengan karin, dan aku juga tidak mau perduli lagi dengan mas imam


Karin sempat mengejar ku tadi, namun aku tak menghirau kan nya, tetap ku langkah kan kaki ku keluar dari TPU


" sungguh miris kisah rumah tangga ku.." gumam ku sejenak menatap ke arah dalam


Sekian detik, aku pun melaju kan motor ku kembali ke arah rumah, lebih baik aku pulang dari pada aku di sini


Sungguh menyesak kan sekali, bagai tertumpah batu rasa nya hati ini kala melihat mereka berduaan


Sesampai nya di rumah, aku di sambut adik ipar ku yang paling polos menurut ku, ia tersenyum manis kepada ku


Sedang kan akualah tersenyum pahit melihat nya yang malah berdiri dari duduk nya menyambut ku


  " baru pulang kak.." sapa Naila ketika aku baru sampai di depan rumah dengan motor ku


  " iya.." saut ku singkat

__ADS_1


" kok lama sekali kak.. tapi bang Kahfi sudah sejak tadi pulang ke rumah ." Ujar Naila


Membuat ku meradang seketika, bagai mana tidak, sedang kan Kahfi tidak satu arah dengan ku pagi tadi


" ya..iya lah, orang Abang mu itu gak ke pabrik, melain kan ke hotel.." sungut ku tersulut emosi


Terkadang aku geram melihat Naila yang kelewat polos, di kira nya suami nya itu kerja nya terus bersama ku apa


" eh.. iya kah.. berarti Abang gak sama kakak tadi ya.." saut nya terkekeh kecil


Ingin rasa nya ku cekik saja adik ipar ku yang satu ini, buat emosi ku memuncak saja


 " sudah lah, lebih baik aku ke kamar saja, Ketimbang bersama mu, makin stress aku ini.." sungut ku kesal


 Ia malah tertawa terbahak, mendengar aku yang emosi pada nya ku biar saja ia menertawa kan ku sepuas nya karena kali ini aku males buka suara


Hingga aku siap mandi dan susah bersih, aku pun hendak beranjak dari kamar menuju dapur,


Karena perut ku sudah terlalu lapar, apa lagi saat ini aku banyak pikiran,


Tapi ketika aku hendak beranjak dari duduk ku, mas imam masuk ke dalam kamar, membuat ku sejenak urung keluar dari kamar


  " Hanum.." panggil nya lirih


  " aku minta maaf masalah kemarin malam dan tadi.." ujar nya pada ku


  " ku maaf kan.." saut ku, aku pun beranjak dan berjalan ke arah pintu keluar


Tak ada guna nya berbasa basi, sejak awal aku ingin berpisah dari nya, tapi ia menahan ku, dan sekarang drama apa lagi yang akan ku lihat


   " kamu marah kan dengan ku.." ujar mas imam mencekal pergelangan tangan ku


Sejenak ku toleh kan wajah ini ke arah mas imam, apa ia tidak tau betapa sakit dan kecewa nya aku saat ini,


  " tidak.." saut ku singkat dan KH hempas kan tangan ku berlalu pergi meninggal kan nya


  Aku sudah muak dengan semua ini, apa yang harus ku lakukan jika memang takdir sudah begini


  " Hanum tunggu.. aku ingin bicara.." ujar mas imam menghenti kan langkah ku


" mau bicara apa, mau berkata ingin berpisah dari ku kan, silah kan saja, aku tak perduli, silah kan mau berbuat apa aku tak perduli lagi, aku sudah muak dengan semua drama mu mas.." saut ku cepat


Mas imam seperti menghela nafas panjang ketika mendengar perkataan ku yang begitu cepat

__ADS_1


  " bukan itu yang mau ku katakan.." ucap mas imam lirih


  " terserah, aku sudah lelah, aku tak akan banyak bicara lagi mulai dari sekarang, buat lah sesuka hati mas, aku tak akan melarang nya.." ujar ku benar benar meninggal kan nya di dalam kamar


Sebenar nya hati ku sakit mendengar perkataan ku sendiri, tapi aku harus tegas dengan semua masalah ini


Baru saja kami berbaikan, masa lalu nya datang kembali, membuat ku sedikit kesakitan di sini,


Apa lagi melihat perubahan mas imam semenjak bertemu dengan Karin semalam membuat ku mengerti akan perasaan mereka berdua yang belum juga hilang


  " mau masak apa kak.." tegur Naila ketika aku baru sampai di dapur


" gak tau nih, kira-kira masak apa yang enak ya.." tanya ku pada Naila


" kayak nya masak soto ayam enak deh kak.." ujar Naila membuat ku mengerut kan kening heran


  " mana enak Naila, ini buat makan malam loh.." ujar ku pada nya


" tapi aku mau kak.." ujar nya sedikit memaksa


" ada saja kamu ini tinggal buat sendiri apa susah nya sih.." sungut ku


" Tapi aku mau masakan kakak loh ini.." ujar Naila pula


" kayak yang ngidam saja kamu Naila ." Sungut ku


  " gak tau kak, akhir-akhir ini memang aku suka makanan yang aneh-aneh aja, apa aku beneran ngidam ya.." saut nya mengelus perut rata nya


  " mana ku tau Naila, emang nya kakak dukun.." sembur ku pada Naila


Memang lah adik ipar yang satu ini, buat ku kesal saja, untung orang nya tidak mudah sakit hati, jadi aku sesuka hati membentak nya


...****************...


Jangan lupa untuk like sebanyak-banyaknya


Dan beri kan komentar yang baik di setiap episode


Hadiah dan juga vot


Karena setiap like dan komen kalian sangat berarti untuk penulis,


tentu untuk penyemangat dalam menulis agar lebih rajin lagi up nya

__ADS_1


__ADS_2